mahasiswi
1 bulan lalu · 91 view · 5 min baca menit baca · Cerpen 60369_17931.jpg

Melepas Perangkap K-Pop

Malam berlarut begitu cepat, dengan aktivitas menonton drama seru korea yang ciamik menguras air mata juga tawa. Waktu telah  menunjukkan pukul 03.00 wib, sedangkan mata juga belum bisa dipejamkan untuk tidur karna terlena dengan keelokan alur cerita.

Lelah terasa menghampiri, pikiran berbicara untuk tidur. Dengan suara senyap yang menyapa, tanpa disadari mata ini terpejam dan akhirnya si penonton , yang ditonton balik oleh laptop yang hidup dengan drama.

Azan subuh telah berkumandang, tetapi telinga dan mata seolah-olah tertutup dengan kelelahan. Selang berlalu, gedoran pintu terus menghampiri hingga mata terbuka.

Bapak: “Titin ohhh Titin”, waktunya salat subuh, azan sudah berkumandang. Sebentar lagi jam tujuh. Kamu masuk sekolah.

Titin: apaan sih pak, Titin masih ngantuk. Parah kali bapak, bangunin Titin.

Bapak: banguuun. Gedebrak”suara pintu ditendang si bapak”. Sudah jam enam sekarang Tin, kamu kok payah sekali sih bangunnya, macam bergadang aja semalaman.

Titin: iya loh pak, Titin emang bergadang buat ngerjain tugas tadi malam. “titin berbohong”

Bapak: ohh, gitu ya? Tapi, tadi malam bapak dengar kamu ketawa-tawa. Masak sih belajar sambil ketawa? “keheranan bapak”

Titin: mana ada Titin ketawa tadi malam pak, itu mungkin bapak yang salah dengar. Nanti yang bapak dengan bukan suara titin, tapiii!

Bapak: apaan sih kamu Tin, gak ada itu hantu! Sudah cepat sana salat subuh setelah itu mandi cepat.

Titin: ia, pak.

Matahari pun terbit menyongsongkan cahayanya, Titin sampai di depan pagar sekolah dengan mengendarai motornya sendiri menuju sekolah. Setiba di sekolah, bel pun langsung berbunyi dan semua murid siap berbaris.


Sebelum tiba dibarisan, tiba-tiba Titin dihentikan dengan seseorang yang dianggap semua orang sebagai nenek lampir dan ternyata ia adalah guru bimbingan konseling yang killer. Titin dihukum karena kesalahannya yang tidak sesuai dengan aturan sekolah yakni Titin memakai kaos kaki yang ukurannya kekecilan sehingga menampakkan mata kakinya. 

Baris-berbaris telah dibubarkan. Masuklah semua murid ke dalam kelasnya masing-masing. Jam pelajaran telah dimulai dan ternyata sang guru mata pelajaran Bahasa Inggris memulai pembelaran dengan seluruh murid.

Sambil berkata, kumpulkan semua PR yang kemarin saya tugaskan kepada kalian semua. Dan seluruh murid menjawab, “baik buk”.

Titin pun menggerogoh tasnya dan mengambil buku tugas Bahasa Inggrisnya, dan melihat isinya yang kosong sama sekali tanpa jawaban di dalamnya. Seketika, Titin dikeluarkan oleh sang guru karena tidak menyelesaikan tugas yang telah diberikan.

hingga Bel bermain pun berbunyi, “kringg, kringg, kringg”.

Dan Titin pun bergegas masuk ke dalam kelas untuk istirahat dikarenakan kelelahan yang luar biasa. dan Titin melakukan perbincangan dengan teman-temanya di dalam kelas perihal mengapa ia tidak siap tugas

Rani: Tin, kenapa kamu gak ngerjain tugas kamu semalam? Kan kamu sudah tahu kalau hari ini itu, kita harus ngumpul PR?

Titin: ia, aku semalam ketiduran, karena nonton film korea! Enak bener lohh filmnya. Aku tuh nonton film romantis banget ditambah lagi lucu, jadi buat aku lupa sama PR-PR yang ada.

Ani: astagfirullah Tin, kebangetan kamu yaa. Sampai lupa sama PR Cuma karena nonton film gak bener itu!

Titin: apaan sih kamu Ni, kan gak haram nonton film korea. Itu kan, bukan porno! “kesal Titin menjawab”

Ani: sama saja itu Tin, karna setiap perbuatan yang telah melalaikan kita dari kerjaan kita, itu sama sekali tidak bermanfaat dan menimbulkan dosa. Ditambah lagi, film itu menayangkan adengan-adegan romantis yang tidak sewajarnya untuk kita tonton.


Titin: romantiskan, bukan porno tapi membuat kita baper! Jadi kita bisa merasakan emosi yang begitu dalam dan sehingga membuat kita jadi nyaman.

Ani: istighfar kamu Tin, kamu tuh salat loh. Sayang, salat kamu kalau tidak kamu selingi dengan perbuatan yang berguna lainnya. Pasti kamu telat tadi pagi salat subuhnya kan?

Titin: ia sih, tadi pagi aku salat subuhnya telat. Tapi tahu kalian?

Rani: apa Tin?

Titin: aku tuh, hari ini sial kali rasanya. Bangun pagi diteriakin bapak, sampai sekolah dimarahin nenek lampir. Tiba-tiba masuk kelas malah disuruh keluar karna gak siap PR.

Ani: kamu fahami ya Tin perkataan aku. Aku tuh mau, kamu menjadi pribadi yang lebih baik lagi. Jadi kamu kan salat, seharusnya salat bisa mencegah kamu dari perbuatan yang tidak berguna.

Titin: sepertinya apa yang kamu bilang Ni memang benar, aku juga ngerasa, saat aku nonton drama korea rasanya hati aku tuh, gak mau ninggalinnya ibarat kecanduan. Sampai-sampai aku tuh, salat dipenghujung waktu.

Ani: ingatlah quote ini Tin, “ lelahnya ketaatan itu akan hilang dan yang tertinggal hanyalah pahala. Begitu juga dengan nikmatnya kemaksiatan, juga akan hilang dan yang tertinggal hanyalah dosa”.

Titin: aku tahu, setiap perbuatan yang akan kita lakukan di dunia pasti akan dimintai pertanggung jawabnnya kelak.

Titin: sepertinya aku memang salah! Apa ya yang harus aku perbuat untuk menghilangkan kecanduan aku ini?

Ani: coba kamu buka youtube, lalu kamu buka ceramah ustad mengenai pandangan islam mengenai menonton film. Pasti, kamu akan tahu jawabannya kelak.

Baca Juga: Virus Kpop

Titin: okk, akan aku coba buat nonton ceramahnya dan semoga aku bisa segera melepaskan jeratan yang sudah menjaring ku selama ini.

“Bunyi bel masuk pun kembali terdengar. Dan pelajaran segera dimulai seperti biasanya, hingga bel pulang juga berbunyi”.

Tiba di rumah, Titin pun langsung menghampiri kamarnya dan merebahkan badannya di atas tempat tidur sembari membuka youtube karena penasaran dengan hasil perbincangan yang ia lakukan sebelumnya dengan teman-temanya. Perihal apa yang dilakukannya salah atau tidak?

Dan ternyata lekas Titin melihat dan mendengarkan ceramah dari ustad terkenal di youtube, sampai-sampai ia gak sadar lagi, air matanya jatuh di pipinya karena apa yang ia lakukan selama ini adalah kesalahan.

Ia merasa apa yang ia lakukan selama ini adalah hal yang hina plus menjijikkan dan juga membuat hatinya hancur karena mendengarkan salah satu penyampaian ustad di youtube tersebut.

Yang menyatakan, salat seorang hamba yang terus melakukan perbuatan lalai hanya untuk hal yang tidak berguna akan seperti gelas pecah yang diisi dengan air yang terus mengalir tanpa ada sekat yang dapat menampung jatuhnya air tersebut.

Hatinya terasa seperti tergores sekali, ketika menyadari apa yang selama ini ia lakukan adalah hal yang salah serta tidak bermanfaat. Khususnya lagi telah menghilangkan pahala salatnya.

Ia pun bergegas membuka laptopnya dan menghapus seluruh film dan juga musik yang berkaitan dengan hal yang membuatnya lalai untuk beribadah. Dan disertai dengan doa yang dipanjatkannya kepada tuhan agar diberikan keistiqomahan untuk teguh dalam berhijrah.

Artikel Terkait