Sebagai seorang mahasiswa baru, pasti banyak sekali hal-hal yang membuat diri sendiri “kaget” dan bertanya-tanya, “Oh, ternyata seperti ini ya rasanya jauh dari keluarga?” dan pertanyaan lainnya yang selalu mengelilingi kepala.

Sebelumnya apakah arti “Homesick” itu?

Homesick adalah kecemasan yang timbul karena jauh dari lingkungan tempat tinggal kita. Homesick ini sangat wajar dialami oleh mahasiswa baru terutama mereka yang harus berkuliah di luar domisili daerah tempat tinggalnya.

Rindu pada kampung halaman sah-sah saja dirasakan, terlebih jika sudah sangat lama menetap di daerah tersebut. Perubahan kondisi sekitar memang dapat mengubah kondisi psikologis kita karena setiap orang pasti memerlukan penyesuaian mengenai suatu hal yang baru. 

Terdapat beberapa tanda jika kamu telah menderita homesick. Berikut adalah tanda yang dapat menunjukkan bahwa kamu sudah terkena homesick :

1. Perasaan sedih dan cemas yang berlebih

2. Menutup diri dari orang-orang di sekitar tempat tinggal saat ini

3. Kondisi emosional yang berubah tiba-tiba secara drastis

4. Rasa gelisah yang selalu datang

5. Selalu merasa tidak selera makan

Homesick ini bisa menyerang siapapun tanpa pandang usia. Seseorang yang merasakan homesick ini dikarenakan mereka merasa kehilangan orang-orang yang biasa ia temui dan berbagai hal yang familiar dengan dirinya. 

Homesick juga bisa disebabkan karena ketidaksiapan seseorang berhadapan dengan lingkungan yang baru. Homesick bukan merupakan suatu gangguan kejiwaan, tetapi jika hal ini kamu rasakan secara berlebihan bisa jadi dapat berpengaruh kepada kondisi psikologis mu.

Namun, tenang saja karena terdapat beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mengatasi rasa homesick dan rindu kita pada suasana rumah saat kita harus jauh dari keluarga.

Pertama, perbanyak kegiatan yang bermanfaat. Aktivitas yang padat, sering bertemu dengan teman teman di kampus, mengikuti banyak organisasi dan kepanitiaan adalah salah satu cara paling ampuh untuk mengatasi homesick yang kamu rasakan.

Kedua, cari teman sesama perantau. Senasib sepenanggungan, itu yang bisa diungkapkan ketika kamu bertemu dengan sesama teman perantau. Homesick juga dapat diatasi dengan mencurahkan keluh kesah mu kepada teman sesama perantau sehingga beban pikiran yang kamu rasakan akan berkurang.

Ketiga, kunjungi tempat-tempat menarik di tanah rantau. Jalan-jalan dan menemukan tempat untuk melepas penat yang menarik di tanah rantau juga bisa kamu lakukan sebagai obat homesick mu. 

Mencari hiburan dipercaya dapat membuat perasaan mu jauh lebih baik, kamu bisa mencari tempat yang sekiranya kamu sukai. Misalnya, kamu suka memancing maka kamu dapat mencari tempat untuk memancing yang memiliki pemandangan bagus di sekitar daerah tempat kamu merantau.

Keempat, selalu berkomunikasi dengan anggota keluarga. Komunikasi adalah suatu hal yang penting walaupun hanya dari jarak jauh. Mengetahui keadaan serta kabar keluarga di rumah dapat mengobati rasa rindu kita kepada keluarga.

Terakhir, menata kamar senyaman mungkin. Kamar yang nyaman dan sesuai dengan keinginan kita akan membuat kita menjadi betah berlama-lama di ruangan tersebut.

Kamar yang nyaman tidak hanya dipergunakan sebagai tempat beristirahat, namun kamar yang nyaman dapat digunakan sebagai tempat melepas penat, serta mengerjakan aktivitas lain contohnya seperti mengerjakan tugas, menonton film, membaca novel dan lain-lain.

Homesick sendiri memiliki beberapa tingkatan mulai dari rendah, sedang, hingga akut dengan ciri-ciri yang berbeda pula. Biasanya homesick dengan tingkatan rendah memiliki gejala yang nampak yakni seperti murung dan merasa hampa ketika baru menemui lingkungan yang baru. 

Homesick dengan tingkatan sedang yaitu ketika kita sudah mulai merasakan sedih, kehilangan orang-orang terdekat, dan selalu mengungkit berbagai hal yang berkaitan dengan lingkungan tempat tinggal kita. 

Homesick akut dapat diketahui ketika kita sudah berlarut larut menangisi mengapa kita harus jauh dari rumah, keluarga, lingkungan tempat tinggal, serta hal-hal yang biasanya kita temui di daerah tempat tinggal kita.

Homesick tingkat akut ini tentu saja dapat menjadi pengganggu kegiatan kita terutama sebagai mahasiswa, hal ini akan membuat kita tidak fokus dalam mengerjakan tugas dan mengejar cita-cita. 

Sebagai mahasiswa, homesick ini juga dapat membuat kita menjadi pribadi yang tertutup, di mana seharusnya sebagai mahasiswa terutama mahasiswa baru, kita bisa mencari relasi dan memiliki banyak teman. 

Homesick yang berlarut ini tentu dapat merugikan diri kita sendiri jika kita tidak segera memperbaiki, menata perasaan, menerima kenyataan, dan belajar terbiasa serta beradaptasi dengan lingkungan kita yang baru.

Itulah beberapa cara yang dapat dilakukan bagi kalian yang mengalami homesick. Namun, jangan takut dan berpikiran negatif, karena homesick ini merupakan suatu rasa yang lumrah terjadi ketika seseorang baru mulai beradaptasi dengan lingkungan baru.

"Jika kamu tahu kamu akan pulang, perjalanannya pasti tidak akan pernah terlalu sulit."— Angela Wood