Mobile legend hari ini sudah memiliki rating yang cukup tinggi di Indonesia. Game ini pun sudah menjadi kategori olahraga esport yang dipertandingkan secara resmi di dunia. Walau mobile legend memiliki kompetitor, tapi mobile legends tetap dianggap sebagai game rakyat, karena tidak butuh dengan spesifikasi handphone yang cukup tinggi, game ini bisa dimainkan.

Berbicara soal mobile legends, prestasi Indonesia cukup bagus di kancah dunia. Juara dunia sudah pernah diraih Indonesia. Berbagai tim profesional juga sudah banyak di Indonesia, mulai dari Evos, RRQ, Onic dll yang ibaratkan singa yang sedang kelaparan di pentas dunia.

Mobile legends sebenarnya sebuah game yang dimainkan 5 Vs 5 yang penuh strategi dan tidak hanya cuma main saja. Oleh karena itu, mobile legend dikategorikan olahraga, karena dapat mengasah otak manusia. 

Mungkin banyak yang beranggapan game ini bisa dimainkan oleh semua orang, tapi untuk memiliki kualitas belum tentu semua orang bisa. Game ini berkaitan dengan cara pandang, skill, dan strategi tim, hal ini tidak bisa dihilangkan salah satunya. 

Jika dalam satu tim saja tidak mempunyai visi yang sama, besar kemungkinan game yang akan dimainkan akan kalah. Begitulah sekilas terkait game mobile legend.

Memahami oligarki

Perjuangan rakyat Indonesia untuk sampai ke garis kemerdekaan sejati tidak henti-hentinya mendapatkan cobaan. Dahulu rakyat Indonesia dihadapkan dengan negara-negara kolonial, yang mengeruk sumber daya alam Indonesia atau bahasa yang selalu didengungkan yakninya terjajah. 

Pada setelah kemerdekaan, bangsa Indonesia dihadapkan lagi dengan oligarki yang menguasai bangsa Indonesia. Secara prinsip apa yang mereka lakukan tidak berbeda dengan penjajah. Mengontrol pemerintahan, mengeruk sumber daya alam, dan menindas kelompok lemah. 

Mungkin banyak yang tidak sepakat kita masih terjajah, tapi maafkan kita berbeda pendapat dalam hal ini, karena penjajahan bertranformasi dari waktu ke waktu tidak mungkin dengan cara dan bentuk lama lagi.

Penjajahan baru atau neo-kolonialisme atau neokolim atau apalah namanya, secara harfiah bukanlah lagi bentuk kolonialisme atau penjajahan yang terkesan sarat akan kekerasan dan penderitaan dari negara yang terjajah. Namun, Nekolim adalah bentuk penjajahan yang bersifat laten, nyaris tidak tampak secara fisik. 

Secara tidak sadar, negara-negara yang terjajah oleh kaum Nekolim akan mengalami ketergantungan pada mereka, utamanya dalam bidang ekonomi dan akan cukup memberikan pengaruh pada bidang ideologi. Dari definisi tersebut, mungkin sudah menjelaskan bahwa neokolim berbetuk laten dan menyerang sendi-sendi ekonomi dan merusak ideologi.[1] 

Selain itu, penjajah juga jangan diartikan sebagai sebuah negara seperti dahulu, dalam hal sekarang bisa berbentuk perusahaan multinasional, di mana perusahaan multinasional merupakan suatu entitas subjek hukum ekonomi Internasional. 

Jika merujuk ke perusahaan multinasional, mungkin kita sudah khatam melihat penderitaan bangsa Indonesia khusunya Papua yang terus terjajah oleh beberapa perusahaan multinasional. Sampai-sampai negara Indonesia tidak berkutik dengan mereka (Jika beranggapan negara setengah hati menyelesaikan masalah Papua, itu perkara lain).

Selain itu, sifat penjajah selalu memberikan janji baik, bak malaikat turun ke bumi. Dalam pelajaran sekolah pasti kita temuikan bahwa dahulu Jepang disambut meriah oleh rakyat Indonesia dengan janji-janjinya. Setelah itu, apa yang terjadi, penindasan, perampasan, dan kerja paksa dilakukan oleh Jepang kepada rakyat Indonesia. Ditambah watak penjajah yakninya menyumpal baik dengan kekuasaan atau materi tokoh-tokoh berpengaruh, influencer dll, agar tidak mengganggu di kemudian hari.

Dalam kerangka negara Indonesia seperti sekarang lebih tepatnya bangsa indonesia sudah terasa oligarki. Di mana sendi kekuasaan sudah dikuasai oleh kelompok kecil masyarakat baik dibedakan dari segi kekayaan, keluarga dan militer. 

Selain itu, Pemerintahan oligarki secara perpektif tidak bedanya dari neokolim, memakai nama negara untuk kepentingan dapur pribadi. Sedangkan rakyat tertindas oleh kebijakan, seperti halnya pembangunan pertambangan dan perkebunan yang menggusur hak petani, masyarakat adat, dan kelompok minor lain. Dengan label pembangunan nasional negara dapat menghilangkan hak warga negara khususnya di bidang agraria.

Melawan Omnibus Law

Kekuatan oligarki memang musti kita lawan, agar apa yang dicita-citakan bangsa Indonesia terwujud. Memang sulit untuk melawan mereka, karena mereka sudah terorganisasi, memiliki kapital, dan tentunya memegang kendali atas kebijakan.

Dalam tulisan ini, saya menawarkan sebuah strategi untuk melawan oligarki, dengan cara pembagian role dalam sebuah game mobile legend. 

Sebelum jauh melawan oligarki, tentunya hal yang musti lawan yakninya kebijakan atau RUU Omnibus Law terdahulu untuk jangka pendek. Melawan kekuatan demikian tentunya musti dengan strategi dan penempatan posisi yang baik juga. Dalam penempatan posisi, seperti halnya role yang ada di mobile legend.

Pada role mobile legend terdapat 6 role yakninya assasin, fighter, tank, mage, suport, dan marksman. Berbgai role ini, memiliki tugas yang berbeda, tapi memiliki visi yang sama yakninya kemenangan. Untuk itu mari kita bedah satu persatu role ini, dan kita kaitkan dengan perjuangan rakyat.

Assasin memiliki tugas untuk mendiving kepertahanan musuh dan membunuh secara cepat ke core musuh.[2] Dalam perjuangan musti diperlukan orang-orang yang dapat melumpuhkan musuh penting. Seperti halnya melakukan eksekusi data untuk melumpuhkan lawan yang biasanya dilakukan oleh pengkampanye.

Tank berfungsi untuk merupakan komando dari game ini dimana tugas ia yang terpenting yaitu untuk meng-cover core (Hero penyerang dari team).[3] Selain itu ia memiliki tugas untuk melihat secara jeli peta perperangan. Dalam hal ini, tank dapat kita ibaratkan sebagai regu keamanan, barisan terdepan dari aksi masa, dan mata-mata dalam perjuangan, karena fungsinya cukup vital untuk mengontrol perjuangan.

Mage memiliki fungsi untuk perekat antara core dengan tank dan dan bisa juga menjadi eksekutor dalam pertandingan. Sehingga role mage sangat penting dalam game mobile legend. Jika dalam perjuangan, mage bertugas untuk melakukan konsolidasi ke seluruh elemen masyarakat untuk melakukan ganking kepada penguasa.

Fighter merupakan role yang sangat penting, mereka orang-orang yang melakukan inisiasi war terdahulu barulah tank, mage, support, assasin, marksman begabung dalam war tersebut. Jika dibawa ke alam demokrasi saat ini, fighter merupakan massa yang dapat dikumpulkan saat konsolidasi tadi untuk memulai perperangan atau menyampaikan pendapat.

Marksman merupakan role yang paling kuat dalam mobile legend, tapi lemah akan pertahanan. Biasanya marksman merupakan  pemecah konsentrasi dari tank lawan. Dalam perjuangan mereka sangat dibutuhkan sekali, seperti halnya anak STM dalam aksi massa hahaha itu hanya bercanda. Tapi dalam perjuangan tanpa kekerasan mereka ini merupakan orator, dialog, dan pembicara yang ulung yang dapat menghancurkan pertahanan lawan.

Terakhir, role support merupakan hero paling banyan disepelekan pemain padahal fungsinya cukup penting juga sebagai penjaga keseimbangan tim. Pada perjuangan ini, support berperan sebagai orang yang mengumpulkan logistik, dan tim kesehatan. Jika mekanik support tidak berjalan dalam perjuangan, niscaya perjuangan itu tidak akan berumur panjang.

Begitulah role yang ada di mobile legends yang perlu kita terapkan dalam perjuangan tanpa kekerasan untuk melawan omnibus law dan oligarki. Memang sepele dari game tersebut, tapi banyak pelajaran yang kita ambil, mulai dari taktik menyerang, taktik bertahan, dan lain lain.

Semoga setelah membaca tulisan ini, perjuangan melawan omnibus law semakin kuat dan teroganisir. Selain itu bagi player mobile legends yang jutaan jumlahnya, tidak nub lagi dan asal pick hero dalam bermain. Tentunya jika ada aksi omnibus law, mari mabar bersama di lokasi aksi.