Belajar termasuk salah satu hal yang pasti dilakukan setiap manusia di dalam hidupnya, entah itu di tempat formal seperti sekolah, perguruan tinggi, atau tempat belajar formal lainnya, maupun di kehidupan sehari-hari. 

Belajar sendiri merupakan sebuah proses perubahan di dalam diri manusia yang ditampakkan dalam bentuk peningkatan kualitas dan kuantitas tingkah laku maupun kemampuan-kemampuan seseorang. 

Hal tersebut tentu saja diproses seseorang dengan cara yang berbeda-beda dengan media yang berbeda-beda pula. 

Namun apakah hal tersebut penting?

Ketika seorang pengajar menjelaskan secara verbal saja, pasti ada beberapa orang yang langsung paham dengan apa yang disampaikan oleh pengajar tersebut, tapi ada juga yang tidak paham. 

Tentu saja kita tidak bisa langsung menyimpulkan kalau orang yang tidak paham tersebut bodoh atau tidak tanggap terhadap info yang diberikan. 

Bisa saja karena ia memiliki cara yang berbeda untuk menerima informasi dengan cepat. Bisa saja ketika ditampilkan sebuah video atau powerpoint, orang yang tidak paham itu bisa langsung paham, sedangkan orang yang paham hanya dengan penjelasan verbal tadi paham juga dengan video yang disampaikan. 

Tentu saja setiap orang tidak bisa disamaratakan dalam hal seperti ini.

Secara psikologis media pembelajaran sangat membantu perkembangan dalam pembelajaran karena secara psikologis, media pembelajaran sangat memudahkan pelajar sebab media dapat membuat hal-hal yang bersifat abstrak menjadi lebih nyata. 

Di beberapa buku juga dikatakan bahwa pada prinsipnya media dalam pembelajaran dipakai dengan maksud untuk membuat cara berkomunikasi yang lebih efektif dan efisien. 

Fakta menurut penelitian, setiap individu memiliki kemampuan yang berbeda-beda dalam proses pemahaman pada saat belajar, dibuktikan bahwa pengetahuan yang diperoleh seseorang secara persentase mencapai 83% melalui penglihatan, sebesar 11% melalui pendengaran, serta 6% sisanya dari yang lainnya. Kemampuan daya ingat terhadap pengetahuan yang diperoleh tersebut 20% dari apa yang didengar serta 50% dari apa yang dilihat. 

Hal tersebutlah yang menyebabkan media pembelajaran menggunakan penglihatan lebih banyak digunakan dibanding pendengaran.

Pada dasarnya penggunaan media pembelajaran bukanlah fungsi tambahan dalam kegiatan belajar-mengajar, tetapi tetap saja memiliki fungsi tersendiri sebagai sarana untuk mewujudkan situasi pembelajaran yang lebih efektif. 

Media dalam pembelajaran juga tidak berdiri sendiri, banyak hal-hal lain yang membantunya untuk menciptakan situasi yang diinginkan ketika kegiatan tersebut berlangsung. 

Karena hal itulah media pembelajaran juga harus selalu melihat kepada materi yang akan disampaikan nantinya. 

Perlu diketahui juga, media dalam pembelajaran yang dimaksud di sini bukanlah sebagai alat hiburan, media pembelajaran digunakan agar pelajar mendapatkan ilmu-ilmu yang baru dengan cara penerimaan yang lebih efektif.

Dari hal-hal tersebut dapat diketahui bahwa sebenarnya media banyak mempengaruhi seseorang dalam pembelajaran. Penggunaan media pembelajaran juga tidak bisa dengan sembarang memilih. 

Penggunaan media yang bervariasi, menarik perhatian, hal-hal tersebut menjadi poin untuk memilih media pembelajaran agar dapat dimengerti dan ditangkap materinya dengan mudah. 

Bahkan semakin menarik media yang disajikan, pastinya akan meningkatkan minat belajar seseorang. Selain itu juga, jika perancangan penggunaan media belajar benar, media pasti juga dapat membantu jalannya komunikasi dua arah antara pengajar dan pelajar.

Ketika pengajar menjelaskan materi tanpa media, pengajar cenderung berbicara satu arah saja kepada pelajarnya, dengan itu menggunakan media dalam pembelajaran juga dapat membantu pengajar maupun pelajar menjadi lebih aktif.

Penggunaan media dalam pembelajaran yang membuat pelajar semakin mudah menyerap materi atau bahasan yang disampaikan tersebut pastinya membuat kualitas belajar pelajar tersebut meningkat. 

Jika media pembelajaran tersebut juga dikemas dengan baik, ringkas, dan bisa dipelajari di mana pun dan kapan pun, itu juga pastinya menjadi nilai positif baik bagi pelajar maupun pengajar sendiri. 

Nilai plus untuk pelajar karena materi yang dikemas dengan baik memudahkannya mendapatkan ilmu yang bermanfaat dengan baik. Begitu pun nilai plus untuk pengajar karena berhasil memberikan ilmu yang bermanfaat kepada pelajar melalui media yang baik.

Ketika di sekolah banyak ditemukan kasus bahwa pelajar tidak menyukai suatu pelajaran hanya karena pelajaran tersebut menurutnya tidak asik dalam penyampaiannya. 

Sikap positif yang saling memberikan hal baik satu sama lain yang telah dijabarkan sebelumnya menandakan bahwa dengan menggunakan media, proses pembelajaran dan pengajaran menjadi lebih menarik serta dapat meningkatkan apresiasi terutama bagi pelajar terhadap ilmu pengetahuan yang mana semakin dipelajari sebenarnya bisa saja mereka menjadi lebih suka.

Dalam media pembelajaran yang sudah diberikan dengan ringkas serta mengefisienkan waktu, pengajar juga tidak perlu menjelaskan berulang kali karena media yang diberikan pasti bisa dilihat berulang kali dengan penjelasan yang sama. 

Terlebih, dengan media yang telah diberikan seharusnya para pengajar tidak lagi hanya sekedar pengajar saja, karena pembelajaran sudah disajikan melalui media yang telah dikemas dengan baik, dari situlah para pengajar juga bisa menjadi konsultan dalam kegiatan belajar-mengajar.

Hal tersebut juga bisa menjadi salah satu nilai positif bagi para pengajar sendiri.

Pada akhirnya, media pembelajaran memang sangatlah penting bagi keberlangsungan kegiatan belajar-mengajar entah itu di tingkat pendidikan mana pun. 

Banyak hal positif yang dapat diperoleh dari hanya mengubah media dalam pembelajaran yang disampaikan, entah itu positif bagi pengajar juga positif bagi pelajar. 

Mulai dari keefektifan dalam penyampaian materi, proses belajar-mengajar yang menarik, membuat pelajar lebih interaktif, efisien waktu, kualitas belajar yang meningkat, menjadi lebih produktif di mana pun dan kapan pun, ketertarikan pelajar dalam pelajaran tertentu, serta hal-hal positif untuk pengajar pula. Namun tetap saja bagaimana kita memandang yang membuat sesuatu terlihat positif maupun negatif. 

Dengan ini pula, semakin menarik media yang disajikan, bisa memperbesar kemungkinan naiknya prestasi pelajar.