Pengusaha
2 tahun lalu · 391 view · 4 menit baca · Politik cccc-6.png
Sumber: lensaremaja.com

Mayoritas Warga Jakarta Puas dengan Kinerja Ahok-Djarot

Meski banyak serangan politik yang ditujukan kepadanya, Ahok tetaplah mutiara. Dibuang ke kubangan sekalipun yang namanya mutiara tetap akan dicari. Hal ini bisa kita lihat dari bebeberapa survei yang menyatakan mayoritas warga DKI Jakarta sangat puas terhadap kinerja sang petahana.

Dua tahun bukanlah waktu yang lama untuk membuat warga Jakarta puas. Mengingat latar belakang Jakarta yang penduduknya heterogen dan kepentingan warganya yang berbeda-beda.

Ditambah lagi, permasalahan yang menghinggapi Jakarta seperti banjir, macet, pemukiman, dan masalah lainnya yang begitu kompleks tentu sangat sulit untuk mencapai kepuasan warganya terhadap kinerja pemerintah.

Anggapan masyarakat yang skeptis terhadap pemerintahan Ahok saat pertama kali menjabat dipatahkan secara perlahan-lahan dengan kerja nyata yang ia berikan.

Bukan hanya janji-janji yang ia umbar ke masyarakat, namun hasil kerja nyata yang ia lakukan bersama pemerintahannya sudah dirasakan manfaatnya oleh sebagian besar masyarakat Jakarta.

Ada dua survei yang dilakukan oleh dua lembaga survei yang berbeda, yakni SMRC dan Charta Politika yang hasil surveinya menyatakan lebih dari 60% masyarakat Jakarta puas terhadap kinerja Ahok-Djarot.

Tepatnya, SMRC menghasilkan 75% dan Charta Politika menghasilkan 65.8% kepuasan warga Jakarta terhadap kinerja Ahok-Djarot.

Hal ini merupakan prestasi yang luar biasa dan sulit untuk dicapai oleh gubernur manapun. Namun, Ahok-Djarot yang hanya dua tahun bekerja mampu membuktikan dan membayar semua kepercayaan masyarakat dengan kerja nyata yang manfaatnya bisa dirasakan masayarakat banyak, bukan segelintir orang saja.

Jika kita cermati, program-program Ahok-Djarot yang terlihat mencolok dan berhasil direalisiasikan sudah sangat banyak.

Nantinya, program-program tersebut akan tetap menjadi visi-misi Ahok-Djarot dalam pencalonan Cagub-Cawagub DKI Jakarta 2017. Dan, bukan tidak mungkin akan semakin berinovasi menjadi lebih baik dari sebelumnya.

Pertama, KJP. Program strategis di bidang pendidikan yang dikhususkan untuk masyarakat tidak mampu ini cukup mendapatkan respon positif dari warga. Sebanyak 58.1% dari lembaga survei Charta Politika dan 55% dari lembaga survei SMRC warga yang menyatakan puas.

Bukan hanya dari manfaatnya saja yang sudah dirasakan warga, seperti mengurangi beban biaya rumah tangga dan jaminan sekolah hingga lulus, akan tetapi program KJP dinilai tepat sasran.

Mekanisme pencairannya pun sangat sedikit sekali kemungkinannya diselewengkan. Karena, semuanya melalui pengawasan bank dan semua transaksi harus non-tunai.

Hal ini sejalan dengan prinsip Ahok yang menginginkan segala transaksi yang berkaitan dengan uang rakyat harus melalui transaksi non-tunai. Selain mampu mengurangi pergerakan perilaku koruptif, mekanisme seperti ini sangat mudah dalam pengawasannya.

Kedua, KJS. Jika dulu ramai dengan istilah orang miskin dilarang sakit, sekarang sudah tidak berlaku untuk warga Jakarta. Karena, dengan adanya kartu KJS, khususnya untuk warga kurang mampu nantinya pemeliharaan kesehatan warga tidak mampu akan ditanggung oleh pemerintah melalui UP Jamkesda Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta.

Maka tidaklah heran, jika warga Jakarta sebanyak 57.6% menurut Charta Politika menyatakan puas. Belum lagi, gedung dan pelayanan kesehatan di seluruh Jakarta khususnya puskesmas dinilai warga sebanyak 92% dari SMRC menyatakan sangat puas.

Sehingga, tidak mengherankan program KJS yang dihadirkan Ahok sangat bermanfaat sekali untuk orang banyak, khususnya warga kurang mampu.

Ketiga, Pelayanan kantor pemerintahan. Memang, sebelum datangnya Jokowi-Ahok dan Ahok-Djarot pelayanan pengurusan dokumen sangat sulit.

Karena, untuk mendapatkan dokumen-dokumen pemerintah yang kita inginkan tidak melalui satu pintu melainkan harus melalui tahapan-tahapan, seperti RT, RW, keluarahan, baru kecamatan yang sangat membuang-buang waktu.

Ahok dengan terobosannya PTSP (pelayanan terpadu satu pintu) seperti memberikan angin segar untuk warga. Karena, adanya PTSP kita sebagai warga Jakarta sudah tidak lagi melalui tahapan panjang yang melelahkan. Belum lagi, penuh dengan pungutan-pungutan liar yang dilakukan oknum tidak bertanggung jawab.

Dengan ini, sebanyak 58.4% warga dari Charta Politika menyatakan puas dan sebanyak 90% warga dari SMRC sangat puas dengan pelayanan yang diberikan birokrasi pemerintah. Selain mempermudah, PTSP ini bebas dari korupsi dan pungutan-pungutan tidak jelas.

Keempat, kebersihan kota. Jika kita dulu melihat sungai penuh sampah, saluran air mampet, jalan-jalan kotor, serta taman-taman di Jakarta seperti pemandangan yang menyeramkan. Kini, keadaannya sudah berubah 180 derajat menjadi nyaman, tentram asri dan sedap untuk dipandang.

Dalam hal ini, Ahok membentuk 4 pasukan khusus (PPSU) dengan keahlian dan spesialisasi yang berbeda-beda. Pertama, Pasukan Hijau. Pasukan yang langsung dibawah dinas pertamanan DKI ini bertugas menangani setiap taman yang ada di Jakarta dan pemeliharaan RPTRA di seluruh Jakarta.

Kedua, Pasukan Biru. Pasukan dibawah dinas Tata Air ini bertugas membersihkan luapan air ketika terjadi genangan atau banjir di Jakarta. Ketiga, Pasukan Ungu. Pasukan dibawah dinas Sosial DKI ini bertugas menangani masyarakat yang terlantar dan pikun yang ada di daerah Jakarta.

Keempat, Pasukan Orange. Pasukan yang langsung menjadi tanggung jawab lurah ini bertugas hala-hal kecil yang terjadi di masayakarat, seperti membersihkan lingkungan dari tumpukan sampah.

Sebenaranya, program-program Ahok yang berhasil dan dirasakan manfaatnya oleh waga masih sangat banyak. Seperti, program RPTRA, Normalisasi untuk mengurangi banjir, pembangunan masjid besar, terobosan e-budgeting dan e-government, dan masih banyak lagi lainnya.

Sehingga, sangatlah wajar jika masyarakat Jakarta yang berdasarkan survei Charta Politika dan SMRC menilai pemerintahan Ahok sangat memuaskan. Ahok-Djarot bukan saja berencana melainkan bekerja keras bagaimana semua perencanaan ini semunya sukses dan bermanfaat untuk banyak orang.

Jadi, sudah saatnya kita menggunakan rasionalitas kita sebagai manusia yang diciptakan tuhan untuk menilai segala sesuatunya menggunakan akal pikiran. Bukan dibutakan dengan rasa benci dan curiga, melainkan melihat bukti nyata yang sudah dihasilkan. Dan, Ahok-Djarot sudah membuktikan semua itu dengan kerja nyata selama ini.