Khabib Nurmagomedov mungkin sekarang menjadi petarung Mix Martial Arts paling populer di berbagai belahan dunia, bagaimana tidak? pasca mengalahkan jagoan MMA asal Irlandia,Conor Mcgregor. Namanya selalu di bicarakan baik oleh penggemar olahraga Mix Martial Arts maupun penonton yang baru mengenal olahraga MMA.

Salah satu pertandingan yang melambungkan nama Khabib adalah pertandingan UFC 229 yang mempertemukan ia melawan petarung MMA flamboyan Conor Mcgregor.

Dalam pertandingan tersebut, baku pukul yang seru tidak hanya terjadi waktu lonceng pertandingan di bunyikan, namun baku pukul tetap terjadi bahkan setelah pertandingan usai, Terlebih di tambah terlibatnya kubu kedua petarung tersebut yang mengakibatkan lebih chaosnya situasi di arena pertandingan T-Mobile Arena yang berada di Las Vegas, Nevada, Amerika Serikat tersebut.

Bahkan banyak yang berpendapat bahwa riot yang terjadi di UFC 229 tersebut lebih buruk dari pada kericuhan yang terjadi di pertandingan tinju legendaris yang mempertemukan Mike Tyson melawan Evander Holyfield tahun 1997 silam.

Bahkan Mike Tyson sendiri pun mengakui hal tersebut, dalam akun Twitter miliknya, ia mencuit

"Watching the @TheNotoriousMMA vs @TeamKhabib fight. Unimaginable never thought it would go down like this. Crazier than my fight riot”

Tidak heran pasca pertandingan tersebut, nama Khabib Nurmagomedov menjadi buah bibir pembicaraan baik dalam media maupun ruang publik di berbagai belahan dunia.

Kandidat lawan pun di persiapkan oleh pihak UFC, untuk mencari siapa yang pantas berhadapan dengan Juara Dunia kelas Lightweight versi UFC tersebut.

Salah satu upaya untuk mencari lawan yang sepadan adalah dengan mempertandingan Juara dunia kelas Featherweight Max Holloway melawan penantang peringkat atas dari kelas Lightweight Dustin Poirier di ajang UFC 236.

*Notes: kelas dalam olahraga Mix Martial Arts > aturan yang mewajibkan petarung menyesuaikan berat badan sesuai kelas beratnya.

- Kelas Featherweight: 145 lbs

- Kelas Lightweight: 155 lbs

Dalam pertandingan yang di gelar di kota Atlanta, Georgia, Amerika Serikat, untuk kedua kali nya Dustin Poirier berhasil menang atas Max Holloway dengan kemenangan angka.

Lantas mengapa dalam artikel ini saya berpendapat bahwa Max Holloway lah yang berpontensi untuk mengalahkan Khabib Nurmagomedov di kemudian hari?

Analogi Batu Kryptonite menurut saya tepat untuk menggambarkan posisi Max Holloway dalam hal ini, Jika nantinya di kemudian hari Max mendapat kesempatan untuk melawan Khabib Nurmagomedov.

Batu Kyrptonite yang dalam cerita fiksi dalam dunia DC Universe menjadi kelemahan Superman. Nampaknya bagi saya analogi ini pas untuk menggambarkan skill MMA yang di miliki Max Holloway, yang menurut opini saya dapat menetralisir Keunggulan Ground Game dari Khabib Nurmagomedov.

Ground Game Khabib yang memiliki level di atas rata-rata petarung MMA lainnya terbukti dengan berbagai prestasinya di Kejuaraan Beladiri Sambo, dalam kejuaraan beladiri asal Rusia tersebut Khabib berhasil menyabet beberapa medali emas dalam kejuaraan International Sambo.

Dalam dunia professional MMA pun teknik Ground Game Khabib selalu terbukti berhasil menjadi kunci kemenangan terhadap lawan-lawannya.

Seperti dalam pertandingan melawan Conor Mcgregor, petarung asal Rusia tersebut berhasil melakukan serangan bantingan sepanjang ronde pertandingan.

Bahkan menurut data statistik yang di rilis UFC, Khabib berhasil melancarkan serangan bantingan dan melakukan kontrol penuh di petarungan lantai atas Conor hampir di sepanjang ronde 2.

Di sudut lainnya, Max Holloway, petarung asal Hawai kelahirannya 27 tahun silam, mempunyai Take Down Defense yang sangat baik.

Terbukti dengan data statistik yang di rilis oleh UFC, bahwa petarung asal Gym Legacy Muaythai Hawai tersebut berhasil menggagalkan serangan bantingan lawannya sebanyak 83 % sepanjang karirnya.

Di tambah serangan pukulan dan tendangan Max Holloway yang di kenal spektakuler, terbukti dalam pertandingannya melawan penantang peringkat atas kelas Featherweight Brian Ortega.

Dalam pertandingan tersebut Max berhasil melancarkan serangan pukulan dan tendangan bertubi-tubi dengan total sebanyak 490 serangan. Dari 490 serangan tersebut 290 berhasil mendarat di  kepada dan badan Brian Ortega.

Dari data tersebut jika nantinya pertandingan ini terealisasi dapatkah Max Holloway menggagalkan serangan bantingan Khabib Nurmagomedov dan sebaliknya mampukah Khabib menangkal serangan pukulan dan tendangan Max Holloway yang bertubi-tubi?

Namun sebelum lebih jauh berkhayal tentang pertandingan tersebut, ada baiknya kita berfokus pada pertandingan yang berada di depan mata kedua petarung tersebut.

Ajang pertandingan UFC 240 yang akan di gelar di Edmonton Kanada 28 Juli & ajang pertandingan UFC 242 yang akan di gelar di Abu Dhabi, Uni Emirates Arab 7 September mendatang.

Akan menjadi ajang unjuk gigi Max Holloway dan Khabib Nurmagomedov dalam mempertahankan sabuk juara dunia kedua nya.

Pada UFC 240, Max Holloway akan mempertahankan sabuk Juara Featherweight dengan menantang petarung peringkat atas kelas Featherweight Frankie Edgar.

Dan di UFC 242, Khabib Nurmagomedov akan berhadapan dengan juara dunia Interim kelas Lightweight Dustin Poirier.

Jika pada pertandingan UFC mendatang Max Holloway dan Khabib Nurmagomedov berhasil mempertahankan sabuk Juara dunia yang pegangnya, akankah prediksi dalam fantasi saya ini akan menjadi realita di ajang pertandingan UFC mendatang?