Matematika merupakan ilmu tertua dalam peradaban manusia, tiap tingkatan SD hingga perguruan tinggi matematika selalu mendapatkan porsi dibandingkan dengan mata pelajaran lainnya. Selain itu matematika memberikan banyak manfaat bagi siswa. Saat kita mempelajarinya banyak pengaruh seseorang dalam kemampuan mengambil keputusan.

Matematika juga membantu siswa untuk berpikir analitis serta mengasah kemampuan penalaran. Kedua hal ini sangat penting karena dapat membantu siswa untuk memecahkan masalah dan mencari solusi atas berbagai persoalan.

kebutuhan matematika muncul seiring dengan perkembangan masyarakat. semakin kompleks suatu masyarakat, semakin kompleks pula kebutuhan matematisnya.

Namun dengan berbagai keunggulan matematika masih banyak siswa yang beranggapan bahwa matematika itu menyeramkan, abstrak, dan sulit. Hal ini mengakibatkan sikap siswa akan acuh tak acuh terhadap pelajaran matematika, enggan mempelajari dan kesulitan dalam mengerjakan soal-soal latihan kemudian timbul rasa malas sehingga dapat berdampak terhadap hasil belajar siswa terhadap matematika.

kini semakin banyak anjuran agar para guru memperkenalkan sisi menarik matematika terlebih dahulu bila ingin memancing minat orang untuk mempelajarinya. dengan cara tersebut, matematika akan dilihat sebagai ilmu yang akrab dan dekat.

Kesulitan dalam belajar matematika

Berikut merupakan sebagian penyebab dalam kesulitan belajar matematika:

1. Tidak memiliki dasar yang kuat

Masalah ini menjadi alasan setiap siswa yang tidak menyukai matematika. Dikarenakan tidak menguasai dasar-dasar matematika itu sendiri, siswa menjadi semakin kebingungan ketika naik kelas dan melanjutkan pelajaran matematika ke tingkat yang lebih sulit lagi.

Ketidak penguasaaan dasar matematika pada siswa salah satu alasannya karena guru cenderung menggunakan tolak ukur kemampuan mayoritas dalam menguasai pelajaran. Siswa yang tidak mampu mengikuti kecepatan belajar rata-rata akan ditinggal.

2. Trauma

Siswa memiliki trauma karena tekanan atau gagal dalam memenuhi ekspetasi guru maupun orang tua. Pengalama trauma ini juga menyebabkan mental siswa menjadi menurun, sehingga malu melakukan kegiatan yang berhubungan dengan matematika

3. Hubungan guru dan siswa yang tidak harmonis

Banyak pengajar matematika disekolah mendapat gelar killer, kaku dan sulit berkomunikasi. Dalam kondisi yang seperti ini mengakibatkan siswa tidak harmonis, maka masuknya ilmu pun menjadi lebih sulit.

4. Butuh mengingat banyak rumus

Siswa tidak menyukai matematika karena merasa kesulitan dalam menghafal banyak rumus dan peramaan yang ada. Tak hanya itu siswa juga bingung cara pengimplementasi pada rumus tersebut.

5. Metode belajar yang membosankan

Banyak siswa kesulitan dalam mempelajari matematika karena kehilangan motivasi. Matematika dianggap membosankan karena siswa tidak menemukan relevansi antara matematika dengan hal-hal nyata dalam kehidupan sehari-hari.

6. Kompetensi guru

Jika guru tidak memiliki pengetahuan yang cukup terhadap suatu mata pelajaran, maka akan kesulitan dalam mengajar orang lain sampai memahaminya. Minimnya minat dan keterbatasan dalam komunikasi juga dapat menyebabkan siswa kesulitan belajar matematika.

7. Metode mengajar matematika yang menarik 

Setelah membahas alasan yang menyebabkan siswa tidak menyukai matematika. Solusi yang ditawarkan guru selaku pemberi fasilitas pembelajaran?

Kebanyakan alasannya adalah pola pikir yang terlanjur keliru mengenai matematika, oleh sebab itu mengubah pola pikir peserta didik dari yang semula beranggapan sebagai pelajaran yang membosankan dan rumit menjadi pelajaran yang menyenangkan dan disukai.

Untuk mengubah pola pikir tersebut, sebagai guru juga harus mengubah strategi dan metode mengajar yang leboh menarik dan menyenangkan. Berikut metode mengajar matematika yang bisa diterapkan:

1. Berdiskusi atau mengobrol santai

Penjelasan pada mata pelajaran matematika mengenai soal dan cara penyelesaiannya dapat dilakukan dengan berdiskusi dengan teman ataupun guru. Obrolan ini dapat membantu siswa mempelajari pengetahuan baru dan membentuk cara berpikirnya.

Melibatkan siswa dalam obrolan dapat menjelaskan mereka dalam memecahkan soal. Tujuannya bukan untuk mendapatkan jawaban yang benar namun mengenai sejauh mana pemahaman siswa terhadap matematika.

2. Menghubungkan matematika dengan hobi

Mengkorelasi matematika dengan dunia yang disenangi murid atau hobi mereka seperti musik, olahraga, game, dll

3. Membuat personalia belajar

Memberi kesempatan pada peserta didik untuk memilih cara yang mereka suka saat belajar matematika dan kecepatan yang paling sesuai dengan kemampuan mereka. Jika terdapat jarak yang cukup jauh antara seorang anak dengan rata-rata siswa dikelas berikan materi dan soal yang berbeda.

4. Menggunakan teknologi

Menggunakan teknologi untuk memancing murid terlibat dalam pembelajaran. Teknologi merupakan motivator terbaik bagi banyak siswa, terlebih mereka yang lahir diera gadget dan internet. pemanfaatan video, aplikasi, program hingga website untuk berlatih matematika.

5. Bermain game edukatif

Game edukasi matematika yang bisa dipilih untuk merangsang ketertarikan siswa. Mulai dari game berbayar hingga yang gratis dapat dimanfaatkan untuk merangsang siswa dalam mempelajari matematika, terlebih bagi mereka yang menyukai video games.

Teknologi terbukti dapat membantu guru dalam mengajar matematika dengan lebih menarik dan menyenangkan.