Pelajar
2 tahun lalu · 321 view · 4 min baca menit baca · Wisata img_1063.jpg
Sunrise Gunung Bromo - 2015 (Audrey Ariella)

Matahari Terbit di Gunung Bromo

Gunung Bromo terletak di Jawa Timur, Kabupaten Probolinggo. Gunung Bromo merupakan gunung berapi yang masih aktif, memiliki ketinggian 2.932 mdpl dan memiliki keunikan yang tidak dimiliki oleh daerah lainnya karena ia memiliki ketenaran dengan sunrisenya yang sangat indah, juga tempat-tempat wisata di sekitarnya seperti Bukit Teletubbies dan Pasir Berbisik yang tidak kalah menarik.

Tempat tersebut bagus untuk dijadikan tempat berfoto dengan keluarga atau teman-teman kita karena pemandangannya yang menakjubkan.

Tidak hanya orang domestik saja yang berkunjung ke Gunung Bromo tetapi orang asing juga. Saat saya pergi kesana, saya melandas di Bandar Udara Internasional Juanda pada jam 19.30 WIB sebelum melakukan perjalanan dari Malang menuju Surabaya saya menyempatkan diri untuk makan di restoran terdekat.

Kawasan Wisata Gunung Bromo bisa dicapai dari kota Surabaya atau Malang dalam waktu 3-4 jam dengan menggunakan kendaraan roda empat.

Hari semakin malam lalu saya memasuki jalanan kecil, melewati rumah penduduk dan melihat sekeliling jalanan yang sangat gelap juga menanjak. Penerangan hanya ada di sekitar rumah-rumah penduduk, perjalanan semakin menanjak dan semakin terlihat gunung yang besar saat saya tengok ke belakang.

Sesampainya di penginapan Bromo Permai pada jam 22.30 WIB, saya tidak lupa untuk mandi dan beristirahat. Hanya sedikit waktu yang saya pakai untuk tidur lalu saya bangun jam 01.00 subuh, mandi, dan bersiap-siap untuk menikmati terbitnya matahari di Gunung Bromo.

Terasa lelah karena memiliki sedikit waktu untuk beristirahat pasti terjadi. Untuk melihat sunrise di Bromo, kita harus menyewa jeep terlebih dahulu dan akan dijemput di lokasi penginapan oleh jeep yang sudah kita pesan. Awalnya saya menunggu jeep untuk datang dan 10 menit kemudian jeep pun datang. Sambutan yang baik dan ramah datang dari pengemudi jeep yang saya naikki.

Perjalanan panjang untuk mengejar matahari terbit di kawasan Bromo dimulai sekitar pukul 3 (tiga) dini hari, disaat matahari masih bersembunyi dan malam masih gelap gulita. Untuk mencapai puncak Gunung Penanjakan, diperlukan waktu sekitar setengah jam dari kaki gunung. 

Waktu itu gelap masih menyelimuti langit saat ku melihat sekeliling yang kelihatan hanya pantulan lampu mobil menerangi beberapa meter ke depan. Kondisi jalan yang tidak mulus, menanjak, berbelok-belok serta tidak adanya penerangan selama perjalanan.

Melihat lampu merah yang menyala kedap-kedip di atas Gunung pertanda semakin dekat saya sampai pada tujuan, puncak Gunung Bromo.

Sampai di puncak saya melihat banyak jeep yang menunggu untuk menurunkan penumpangnya dan karena tidak ingin lama-lama di dalam jeep maka saya turun dari jeep saat turun bau menyengat terhirup, bau itu adalah bau bensin dari jeep.

Berada di ketinggian yang berbeda suhu dan tekanannya membuat badan saya hampir teroleng maka saya menyempatkan diri untuk makan wedang ronde di salah satu toko disitu, dilayani oleh bapak dan ibu yang ramah dan sangat tradisional.

Setelah selesai makan, saya menaikki anak tangga untuk melihat sunrise, tidak hanya orang domestik saja yang pergi ke tempat ini melainkan ada juga orang asing dari berbagai mancanegara. dMaka dari itu Gunung Bromo terkenal dengan sebutan 'The Famous of Sunrise'.

Lokasi yang strategis untuk melihat matahari terbit adalah dari puncak Gunung Penanjakan, dimana dari sebelah timur, para wisatawan bisa melihat keindahan dari Sang Pencipta dengan terbitnya Sang Surya secara perlahan naik dari balik dinginnya kabut pagi. 

Setelah menunggu beberapa jam, muncullah tanda-tanda matahari akan terbit mulai dari pergantian warna pada langit mulai dari oranye, kuning, biru muda, biru tua hingga terbitlah matahari berbentuk bulat penuh menyinari bumi menit demi menit membuka mata semua orang yang memandanginya.

Di sinilah saat yang baik untuk mengagumi keindahan alam yang tidak bisa ditandingi oleh keindahan buatan manusia. Tiada satu katapun yang mampu mendeskripsikan secara tepat keindahan ciptaan Tuhan ini.

Tidak ingin melupakan semuanya maka saya mengabadikan momen tersebut jam demi jam, menit demi menit melihat pergantian warna langit dan munculnya matahari dari ufuk timur. Keindahan Gunung Bromo tidak hanya sunrise di puncak tertinggi di Bromo.

Ketika kita berada di puncak Gunung Bromo keindahan lainnya yang bisa kita nikmati adalah lautan pasir yang luas dan pemandangan deretan gunung-gunung di sekitar Gunung Bromo seperti Gunung Batok, Gunung Kursi dan Gunung Semeru.

Melanjutkan perjalanan dari melihat sunrise di puncak Gunung Bromo saya langsung touchdown ke bawah memakai jeep untuk pergi ke Bukit Teletubbies, nama ‘Bukit Teletubbies’ diberikan karena bentuknya yang menyerupai bukit yang ada di serial TV ‘Teletubbies’.

Padang luas, perbukitan, background yang cantik membuat hati kita terpikat padanya sehingga tidak ingin melewatkan sesi foto di Bukit Teletubbies. Berlanjut ke Pasir Berbisik, terletak di sebelah timur kawah Bromo yang memiliki daya tarik luar biasa indahnya. Mengapa demikian, karena ditempat ini jika angin sedang bertiup kencang, deru angin akan membawa butiran-butiran pasir bagaikan sedang membisikkan sesuatu.

Suara bisikan tersebut akan terdengar jelas pada saat musim kemarau yang menjadikan padang pasir ini menjadi kering. Sejak pada saat itu lautan pasir yang terdapat di kawasan wisata Bromo ini terkenal dengan nama sebutan pasir berbisik.

Suasana yang tenang, sejuk, dan banyak deretan bukit di sekeliling kita yang satu ini juga tidak luput untuk saya abadikan momennya.

Setelah puas mengabadikan momen maka saya kembali ke penginapan, karena saya memakai tour jadi saya langsung bersiap-siap untuk breakfast, membereskan barang-barang dan akhirnya check out pada jam 09.00 pagi untuk mengikuti perjalanan selanjutnya.

Sebuah pengalaman yang berharga dan tak terlupakan di hidup saya untuk dapat menyaksikan sunrise di Gunung Bromo.

Artikel Terkait