6 hari lalu · 21 view · 3 menit baca · Pendidikan 35305_76304.jpg

Masih Perlukah Full Day School?

Pendidikan sangat penting pengaruhnya bagi suatu bangsa. Tanpa adanya pendidikan, maka bangsa tersebut akan tertinggal dari bangsa lain. 

Sepeti halnya juga bangsa Indonesia, pendidikan merupakan salah satu upaya yang dibutuhkan untuk mengejar ketertinggalan dari bangsa lain khususnya bangsa-banga ASEAN. Maka pendidikan Indonesia harus diperbaiki, baik dari segi sistem pendidikan maupun sarana prasarana.

Indonesia terdiri dari pendidikan dasar, pendidikan menengah, dan pendidikan tinggi. Saat ini pemerintah mulai memperbaiki mutu pendidikan di Indonesia dengan membuat berbagai kebijakan dan merubah sistemnya. 

Pendidikan Indonesia saat ini menggunakan sistem nasional yang meliputi sistem terbuka, sistem yang berorientasi pada nilai, sistem pendidikan yang beragam, sistem pendidikan yang disesuaikan dengan perubahan zaman dan sistem pendidikan yang efektif dan efisien.

Untuk menjalankan sistem tersebut, pemerintah mengeluarkan sistem wajib belajar 9 tahun yang ditujukan untuk peserta didik SD dan SMP, adanya free-school. Perubahan kurikulum dari waktu ke waktu yang disesuaikan dengan keadaan pendidikan sekarang, memperbaiki sarana-prasarana, mengevaluasi kinerja tenaga pendidik, dll. 

Dengan adanya upaya pendidikan di Indonesia dapat lebih baik agar bangsa Indonesia dapat mengimbangi negara lain terutama negara-negara ASEAN.

Sistem pendidikan di Indonesia saat ini menurut saya patut menjadi topik perbincangan pemerintah. Karena dengan adanya perubahan peraturan oleh Mendikbud, sekolah dijadikan full day school

Sebagai siswa yang suka libur, awalnya saya merasa sangat senang dengan penerapan full day school. Waktu libur menjadi makin banyak, otomatis waktu buat bersantai di rumah makin banyak.

Tetapi, sebenarnya kebalikan dari itu, pulang sore kami diisi dengan kegiatan belajar, belajar, dan belajar. Bayangkan otak kami yang harus tetap segar menangkap materi dari jam tujuh pagi sampai jam empat sore. 

Kami benar-benar didorong untuk bisa memahami semua materi dengan baik, namun otak kami semua bukan mesin yang bisa terus-terusan di gunakan tanpa adanya istirahat, otak kami juga butuh istirahat.

Terutama bagi saya yang kelas 12, saya akan menghadapi Ujian Nasional, jadi harus mengikuti bimbel hingga jam 5 sore, belum lagi perjalanan ke rumah yang memakan waktu setengah jam. 

Jadi, sesampainya saya di rumah sudah keburu tepar. Itu pun belum mendapatkan waktu santai, harus mengerjakan pr yang banyak dari guru. Seakan-akan keseharian kami harus di push untuk belajar saja.

Belum lagi belajar untuk menyicil materi Ujian Nasional. Apalagi Ujian Nasional tinggal 2 bulan lagi, awal April kami kelas 12 sudah menghadapinya, tetapi sebelum itu ada USBN serta Ujian Praktek. 

Jadi, usul saya lebih baik jam sekolahnya di kurangi dan lebih di fokuskan kepada materi bimbel saja, jadi jam bimbelnya bisa lebih awal dan tidak pulang terlalu kesorean.

Keadaan ekonomi Indonesia yang semakin terpuruk berdampak pula pada pendidikan di Indonesia. Banyak sekali anak yang tidak dapat mengenyam pendidikan atau tidak dapat melanjutkan pendidikan karena biaya pendidikan yang mahal.

Para pelajar di Indonesia juga tidak memiliki minat untuk membaca buku. Bahkan menurut survei 90% anak-anak lebih gemar menonton tv dari pada membaca buku. Dibandingkan dengan negara maju lainnya, Indonesia termasuk negara yang memiliki minat membaca buku paling rendah.

Kecerdasan seorang siswa di ukur oleh pelajaran eksanta saja seperti pelajaran kimia, biologi, matematika, dan fisika. Siswa di anggap pintar jika mendapatkan nilai tinggi untuk mata pelajaran itu. Kebalikannya jika mendapat nilai tinggi hanya pada pelajaran hafalan dan seni, tidak di “cap” sebagai siswa pintar.

Ini merupakan pemikiran yang salah, karena tidak semua anak pintar pada mata pelajaran eksanta, Indonesia juga hanya mementingkan pelajaran itu saja. 

Sebenarnya pelajaran seni juga sangatlah penting karena dapat mengembangkan bakat seorang anak, bisa jadi anak itu ingin menekuni pekerjaan dalam bidang kesenian.

Pendidikan juga tidak hanya berfokus pada pengetahuan saja, tetapi kepada cara membentuk kepribadian dan karakter dari seorang pelajar. Banyak orang pintar di negara ini namun tidak memiliki karakter yang baik, ujung-ujungnya banyak muncul para koruptor yang merugikan negara dengan cara mengkorupsi uang milik negara.

Banyak sekali faktor yang menjadikan rendahnya kualitas pendidikan di Indonesia. Faktor-faktor tersebut adalah rendahnya kualitas guru, rendahnya sarana fisik, mahalnya biaya pendidikan, rendahnya prestasi siswa, rendahnya kesejahteraan guru, kurangnya pemerataan kesempatan pendidikan, dan rendahnya mutu pendidikan. 

Karena sekarang ini pendidikan kita masih jauh tertinggal jika di bandingkan dengan negara-negara lain. Hal tersebut di buktikan dengan banyaknya tenaga pendidik yang mengajar namun tidak sesuai dengan bidangnya. Selain itu, tingkat kejujuran dan kedisiplinan peserta didik masih rendah.

Perkembangan dunia di era globalisasi ini memang banyak menuntut perubahan kesistem pendidikan nasional yang lebih baik serta mampu bersaing secara sehat dalam segala bidang. 

Salah satu cara yang harus di lakukan bangsa Indonesia agar tidak semakin ketinggalan dengan negara-negara lain adalah dengan meningkatkan kualitas pendidikannya terlebih dahulu.

Dengan meningkatnya kualitas pendidikan berarti sumber daya manusia yang terlahir akan semakin baik mutunya dan akan mampu membawa bangsa ini bersaing secara sehat dalam segala bidang di dunia internasional.