Kurang lebih dunia telah memasuki tahun ketiga dihadapkan dengan wabah yang merenggut banyak korban jiwa. Kekhawatiran masyarakat terhadap pandemi Covid masih bisa dirasakan. Walaupun kasus Covid kian hari kian menurun, akan tetapi tidak menjadi alasan untuk tetap waspada terhadap penyebaran Covid-19.

Covid-19 seperti tidak ada habisnya menjadi topik hangat untuk diperbincangkan. Sampai sekarang, Covid-19 masih menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi ketidakstabilan hampir seluruh aspek kehidupan. Tidak hanya di Indonesia tapi juga dunia internasional.

Pandemi Covid-19 masih menjadi isu global. Dikutip dari website resmi United Nation Foundation “5 Global Issues to Watch in 2022” , Covid-19 masih menempati urutan teratas dalam daftar isu global. Ini menunjukkan, Covid-19 masih menjadi masalah utama internasional yang perlu ditangani secara serius.

Kasus Covid-19 hingga saat ini masih terus bertambah. Presentasi korban jiwa baik kasus terpapar maupun kematian dari waktu ke waktu masih naik-turun. Akan tetapi, jika dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya, di tahun 2022 jumlah kasus Covid-19 jauh berkurang.

Data Kasus Covid-19  Dunia

Data kasus Covid-19 seluruh dunia berdasarkan Worldometer tanggal 30 Juni 2022, total terpapar sebanyak 552.107.647 kasus, dengan jumlah kematian 6.356.859 kasus. Data harian kasus covid-19 per tanggal 1 juni 2022  sebanyak 581.266 kasus, sedangkan tanggal 29 Juni 2022 sebanyak 866.769 kasus.

Dari pebandingan data kasus terpapar tanggal 1 dan 29 Juni menunjukkan adanya penurunan sekitar 285.503 kasus. Untuk data harian kematian per tanggal 1 Juni 2022 terdapat 1.699 kasus, dan tanggal 29 Juni 2022 sebanyak 1.608 kasus. Dari data ini pun terdapat penurunan kasus kematian sebanyak 91 jiwa.

Kendati kurva kasus Covid-19 tanggal 1 dan 29 Juni terdapat penurunan, ini tidak menjadi alasan untuk lengah dalam penanganan. Penurunan kasus ini yang harusnya menjadi batu loncatan, baik tenaga kesehatan atau sebagai masyarakat biasa untuk tetap konsisten berkontribusi dalam penanganan Covid-19.

Data Kasus Covid-19 Indonesia

Berdasar data dari Worldometer, di Indonesia sendiri pada tanggal 1 Juni 2022 kasus terkonfirmasi terpapar sebanyak 368 dan kasus kematian sebanyak 3 kasus. Jika dibandingkan dengan data Worldometer  tanggal 29 Juni 2022, kasus Covid-19 terkonfirmasi sebanyak 2.149 kasus dan jumlah kematian pada per tanggal 13 Juni sebanyak 3 kasus.

Pebandingan dua data tersebut, menunjukkan adanya kenaikan jumlah pada kasus terpapar. Walaupun dibandingkan data tahun kemarin atau beberapa bulan kemarin dengan bulan Juni terjadi penurunan kasus, akan tetapi kenaikan kasus per bulan Juni harus menjadi perhatian kita sebagai masyarakat Indonesia.

Tentu saja ini terjadi bukan tanpa alasan. Adanya mobilisasi masyarakat pada Hari Raya Idul Fitri di bulan April dan Mei menjadi salah satu faktor mendasar terjadinya kenaikan angka kasus covid-19, sehingga terjadi peningkatan kasus Covid setelah hari raya hingga saat ini . 

Akan tetapi, kenaikan kasus ini masih diambang batas wajar. Hal ini sebagaimana disampaikan Sekretaris Dirjen Kesehatan Masyarakat  Kemenkes, Siti Nadia Tarmizi saat mengisi konferensi virtual, Senin (13/6/2022).

Penanganan kasus covid-19 terus diupayakan secara masif. Para peneliti bersama ahli medis terus-menerus melakukan penelitian untuk menemukan obat dan vaksin  yang mempuni dalam penanganan Covid-19. Hal ini karena adanya varian baru dari virus Covid-19.

Mengingat penyebaran Covid-19 sangat mudah sehingga upaya-upaya efektif terus dilakukan. Usaha yang paling nyata dan terasa adalah vaksinasi. Upaya vaknisasi telah digembor semenjak ditemukannya vaksin di tahun 2020 dan dilakukan secara masif di seluruh dunia hingga saat ini tidak terkecuali Indonesia.

Seperti yang diketahui, vaksin tidak hanya dapat melindungi individu, akan tetapi dapat melindungi populasi jika penduduk di suatu daerah banyak yang telah divaksin. Ini akan membentuk yang namanya Herd Immunity atau kekebalan kelompok

Berdasarkan situs resmi KEMENKES, Herd Immunity merupakan situasi dimana sebagian besar masyarakat terlindungi/kebal terhadap penyakit tertentu sehingga menimbulkan dampak tidak langsung (indirect effect) yaitu turut terlindunginya kelompok masyarakat yang bukan merupakan sasaran vaksinasi (imunisasi) dari penyakit yang bersangkutan.

Jadi, apabia sebagian masyarakat  layak vaksin Covid-19 telah divaksin, maka kelompok masyarakat yang tidak masuk dalam kriteria layak vaksin secara tidak langsung akan terlindungi.  Oleh karena itu, pemerintah Indonesia menargetkan 70% penduduk harus telah tervaksinasi, atau sekitar 181 juta penduduk telah divaksin dari 267 juta total penduduk Indonesia.

Kebijakan serta upaya pemerintah dan tenaga kesehatan dalam penanganan kasus Covid-19 di Indonesia hingga saat ini terus diupayakan. Tidak lain, semata-mata demi kehidupan masyarakat kembali normal seperti sebelum adanya pandemi Covid-19 bahkan diharapkan agar lebih baik.

Akan tetapi, kasus Covid-19 di Indonesia bisa meningkat kembali. Hal ini mungkin saja bisa terjadi jika tidak ada upaya serta kesadaran kita sebagai masyarakat untuk tetap konsisten ikut serta dalam penanganannya.

Oleh karena itu, sebagai salah seorang warga masyarakat yang concern terhadap isu kesehatan dalam hal ini Covid-19, saya mengajak kita semua untuk tidak lengah. Selalu ikuti prokes serta mendukung upaya serta kebijakan pemerintah dalam penanganan Pandemi Covid-19.