Masa muda adalah waktu yang sangat berharga. Kesuksesan hidup seseorang ditentukan dari bagaimana mereka bisa menggunakan masa mudanya dengan baik. Masa muda adalah sebuah momentum yang hanya datang satu kali.

Bangku perkuliahan menjadi satu fase dimana seorang pemuda benar-benar merasakan euforia masa mudanya. Kehidupan kampus yang berisi tentang pertemanan, asmara, pencapaian, dan prestasi menjadi sebuah pengalaman yang sangat manis.

Sayangnya masa-masa indah itu tidak berlangsung selamanya. Klimaksnya adalah ketika seorang mahasiswa lulus dari kampus dan dihadapkan dengan dunia nyata. Tidak sedikit yang mengalami kebingungan dan kekhawatiran akan masa depan. Fase ini dikenal sebagai quarter life crisis.

Quarter Life Crisis

Quarter life crisis (QLC) adalah krisis emosional yang melibatkan perasaan sedih, terisolasi, keraguan terhadap diri sendiri, kekhawatiran akan masa depan, kebingungan, dan ketakutan akan gagal. QLC sering kali dialami oleh seseorang pada usia 20-30 tahun.

Seseorang yang baru lulus kuliah sering kali dihadapkan oleh kebingunan dan kekhawaitran akan masa depan, keraguan untuk memulai sesuatu yang baru, ketakutan akan beban tanggung jawab yang akan mereka pikul sendiri, serta rasa bimbang untuk menentukan langkah pertama mereka di dunia nyata.

Dihimpun dari Tirto, terdapat tiga faktor pemicu terjadinya QLC yaitu tekanan pada masa transisi dari remaja akhir ke dewasa awal, kesadaran tidak punya tujuan hidup atau menyadari bahwa tujuannya tidak realistis, serta tidak bisa menentukan pilihan yang tepat atas banyaknya pilihan yang ada.

Menurut Caroline Beaton dalam tulisannya berjudul Why Milenials Need Quarter Life Ciysis menyebutkan bahwa seorang pemuda perlu untuk mengalami QLC agar menyadarkan mereka bahwa hidup adalah tentang berjuang maju, menerima realita bukan menolaknya. Kemudian bangkit, bukan menyerah.

Jam Kehidupan: Jangan Takut Terlambat

Tujuan adalah sesuatu yang harus dimiliki oleh setiap orang. Ibarat kehidupan adalah lautan luas penuh gelombang, maka tujuan menjadi kompasnya, dan diri kita adalah sang nakhoda.

Masa muda adalah waktu yang ideal untuk menemukan tujuan hidup dan berjuang keras menggapainya. Namun terkadang kita masih ragu-ragu, merasa semuanya sudah terlambat dan tidak mungkin dikejar.

Menurut teori jam kehidupan Rando Kim, ketika seorang pemuda menginjak usia 24 tahun, jarum jam kehidupan mereka masih menunjuk pada pukul 07.12 pagi. Dimana itu adalah waktu dimana orang-orang baru memulai aktivitas mereka.

Artinya masih ada banyak sekali waktu untuk berproses menggapai tujuan. Hari-harimu tidak akan hancur hanya karena kamu sedikit bermalas-malasan pada pukul 07.00 pagi. Tidak ada yang terlambat.

Teori jam kehidupan ini didasarkan pada asumsi bahwa usia harapan hidup manusia adalah 80 tahun. Dua puluh empat jam terdiri dari 1440 menit. Jika itu dibagi 80, maka akan didapatkan angka 18 menit per tahun. Artinya satu tahun kehidupan nyata sama dengan 18 menit pada jam kehidupan.

Jika salah satu dari kalian adalah seorang fresh graduate dan merasa harus mulai dari nol lagi untuk mengejar impian kalian, maka ambil saja kesempatan itu tanpa perlu takut terlambat. Jam kehidupan masih menunjukkan waktu pagi, masih banyak sekali waktu untuk kalian mengejar mimpi-mimpi tersebut. Sampai kalian menemukan ikigai kalian.

Ikigai

Istilah ikigai diambil dari bahasa Jepang yang secara harfiah terdiri dari kata iki (kehidupan) dan gai (nilai). Ikigai adalah sebuah konsep hidup yang berisi tentang tujuan dan nilai-nilai kehidupan. Sederhananya, ikigai membuat seseorang bersemangat untuk menjalani kehidupan dan bergairah menjalani aktivitas sehari-hari.

Ikigai digambarkan dengan irisan dari empat diagram venn : 1) apa yang kamu cintai, 2) apa yang kamu kuasai, 3) apa yang dunia butuhkan, 4) dan apa keterampilan yang membuatmu bisa dibayar.

Usia muda adalah fase awal dimana seseorang sedang berproses untuk mencapai ikigai. Menurut Fellaxando Ruby penulis buku You Do You, seseorang pemuda untuk menemukan ikigai perlu mengekslporasi sebanyak mungkin potensi dirinya. Keluar masuk ke satu lingkaran ke lingkaran yang lain, mengambil setiap peluang, dan melakukannya dengan konsisten dan bersungguh-sungguh.

Proses bagi setiap orang ini bisa berbeda-beda fasenya, ada yang saat ini masih kesulitan mendapat kerja, ada yang sedang sibuk melatih keterampilan dan kompetensi, atau ada yang sudah mendapat pekerjaan pertamanya namun belum merasa itu pekerjaan yang tepat.

Dalam suatu upaya mengejar impian, bukan menjadi masalah sampai pada fase apa. Yang paling penting dan utama adalah jangan berhenti membuat kemajuan-kemajuan kecil setiap harinya. Apapun itu bentuknya.

Sepuluh peraturan SMA Geochang

Satu hal yang tidak dimiliki oleh para generasi tua dari seorang pemuda adalah beban tanggung jawab mereka masih hanya untuk diri mereka sendiri. Hampir semua generasi tua menjadi pragmatis atau mengalah atas mimpi mereka karena mengutamakan kepentingan keluarga. Berbeda dengan seorang pemuda yang notabene masih bertanggung jawab atas dirinya sendiri.

Dengan kondisi tersebut, sangat dianjurkan agar seorang pemuda berani untuk mengambil risiko demi mengeksplorasi potensinya. Berani untuk keluar dari zona nyaman untuk maju berkembang. “There is no growth in the comfort zone”, mengutip tulisan Jocko Willink dalam bukunya The Dichotomy of Leadership.

Terdapat suatu peraturan menarik yang diterapkan di Geochang High Scool Gyungnam Korea bagi siswanya dalam menentukan karir. Peraturan ini berisi tentang mindset berani keluar dari zona nyaman.

Peraturan tersebut dikenal dengan Sepuluh Peraturan SMA Geochang:

1) Ambilah pekerjaan yang memberimu gaji lebih sedikit,

2) Pilihlah yang menginginkanmu, jangan yang kamu inginkan,

3) Ambilah tawaran yang memberimu sedikit janji untuk promosi,

4) Jangan mengambil pekerjaan yang menawarkanmu segala fasilitas yang diinginkan semua orang, pilihlah pekerjaan yang mengharuskanmu memulai dari nol, seperti kertas kosong,

5) Jangan mengambil pekerjaan yang pasti akan dipilih semua orang. Pilih pekerjaan yang jarang dilirik orang lain,

6) Pilihlah pekerjaan yang tampaknya tidak memberimu jaminan masa depan,

7) Pilihlah pekerjaan yang membuatmu tidak dihormati masyarakat,

8) Jangan memilih untuk menjadi pusat perhatian, tetaplah berdiri di pinggir,

9) Pilihlah pekerjaan yang tidak disukai oleh keluargamu, ambillah tanpa ragu,

10) Pilihlah jalan yang menantimu dengan mahkota, melainkan guillotine.

Menikmati Proses 

Terakhir dan yang tak kalah penting adalah bersabar. Hiduplah untuk hari ini tanpa perlu menyesali masa lalu dan khawatir masa depan. Fokuslah pada kemajuan-kemajuan kecil harian jika terlalu fokus pada tujuan besar hanya akan membuat kalian tidak bersabar dan berhenti di tengah jalan.

Jamie Vardy perlu 33 tahun  jatuh bangun membangun karir sepak bolanya, bahkan sempat menjadi buruh pabrik sebelum kemudian di tahun 2016 menjuarai liga Inggris bersama Leicester City, dan dua tahun berselang menjadi andalan lini depan The Three Lions.

Alibaba Group lahir setelah 35 tahun Jack Ma mengalami banyak sekali kegagalan dan penolakan. Gagal 2 kali dalam ujian Gaokao (ujian tinggi nasional), 10 kali ditolak masuk Harvard Business School, 30 kali ditolak perusahaan dan pernah menjadi satu-satunya pelamar yang ditolak KFC dari 24 pelamar.

Tokoh-tokoh tersebut adalah dua dari sekian banyak orang besar yang membuktikan bahwa kerja keras tak pernah berkhianat. Oleh karena itu jika kalian saat ini sedang tengah berjuang keras atas suatu hal, maka jangan berhenti. Masa muda hanya sekali, nikmati segala prosesnya.