Di dunia yang di guyuri oleh banyaknya informasi, bagi saya kejelasan adalah kekuatan. Secara psikis, siapapun bisa berdebat dan bergabung dengan manusia lain.

Tetapi bagi saya kalian sangat sulit dan sukar untuk mempertahankan visi yang jelas. Sering kali kita, bahkan siapapun mereka tidak akan mengenal apa persoalan utamanya.

Miliaran, triliunan dari kita bahkan tidak akan mampu menyelesaikan penyelidikan masalah dan akar pemecahan seperti apa?

Jika masa depan manusia ditentukan oleh kesibukan Anda. Karena Anda terlalu sibuk mengurus keluarga, mencari makan, merawat orangnya tua, dan memberi makanan anak-anak. Maka mereka dan Anda tidak akan di bebaskan dari konsekuensi-Nya.

Sebagai seorang penulis, saya tidak bisa memberikan Anda makanan dan minuman. Tetapi saya hanya bisa menukar kejelasan untuk mengubah jadi kenyataan.

Kita tahu 1100 triliunan orang memiliki 1100 triliunan misi. Setiap tujuan, Anda disibukkan oleh agenda. Seorang dokter di rumah sakit, umum kota Mataram, Nusa Tenggara Barat sedang berjuang memeriksa penyakit pasien–pasienya supaya bisa kembali pulih seperti semula.

Para pejabat-pejabat negara yang bekerja di ibu kota di fokuskan mencari solusi –agar supaya bangsa ini bisa kembali pulih, dan tidak terjerat oleh kemiskinan. Dan begitu juga seorang guru yang mengajar di Sekolah Dasar, Impres Rora–Ndanona'e sedang berjuang bagaimana anak bangsa ini bisa terbebas dari segala kebodohan dan keterbelakangan.

Dan para peneliti, ilmuan dan sejarahwan pula,—yang sedang sibuk mencari jawaban tanpa batas pertanyaan di laborium masing-masing.

Menurut saya, mereka semuanya tentu memiliki masalah yang sangat serius dan jauh lebih mendesak dari pemanasan global dan krisis kemanusiaan.

Tidak ada tulisan yang bisa berlaku adil seperti itu. Dan saya tidak memiliki kapasitas khusus dan kemampuan utama untuk mengajari Anda. Saya hanya berharap bisa belajar dari mereka. Tujuan saya di sini adalah bagaimana memeriksa situasi dan keadaan global saat ini.

Saya menganalisis —ada kekuatan khusus yang membentuk seluruh jutaan triliunan manusia di dunia, dan mungkin itu akan berpengaruh terhadap masa depan manusia.

Perubahan iklim, gizi buruk, dan angka kematian mungkin sangat gentir terhadap persoalan utama kita. Tetapi masalah itu sangat mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan masa depan planet manusia.

Mungkin sebagian Anda akan bertanya, Kenapa fosil Fir'aun hari-hari masih tersimpan di museum Timur Tengah? Berapa banyak anak-anak kita di negara Afrika Selatan, Timur sedang menimpa krisis makanan dan kesehatan–karena Jumlah makanan jauh sedikit dikonsumsi daripada diproduksi?

Dan kenapa mereka lebih mementingkan faktor alam ketimbang perubahan iklim global. Apakah Tuhan akan melihat dan memeriksa—atau apakah perang dunia ke-4, 5, 7 dan seterusnya akan datang.

Harusnya Timur Tengah nyumbang, Australia nyumbang, Negara Cina nyumbang, Amerika nyumbang, dan negara-negara Eropa nyumbang. Agar supaya Anda dan mereka semuanya mampu memecahkan angka kemiskinan, kesehatan dan epidemi.

Kenyataannya tidak, karena faktor lain. Kita justru dihebohkan, dan dibajak oleh negara-negara—yang mampu menguasai dunia adalah negara yang bisa menciptakan masa depan, menolak kematian, dan menghasilkan manusia baru.

Masih ingat, hubungan revolusi besar di era kita itu sangat berpengaruh internal terhadap masalah individual kita. Politik, Teknologi, bias agama, transgender dan hak-hak demokrasi. Tanpa disadari kita sedang berada di bawah sistem ketertindasan institusional.

Pemahaman saya, tentu terletak pada situasi global,— politik dan teknologi. Pada abad ke-20, tampak bahwa pergulatan dan pertempuran sengit ideologi besar antara liberalisme, komunisme, dan fasisme menghasilkan negara liberalis "kembali hidup".

Tampaknya hak-hak asasi, politik demokrasi, dan kapitalisme pasar bebas pada saat itu ditakdirkan untuk menaklukan seluruh dunia. Tetapi rasanya itu seperti biasa. Sejarah berubah secara konstan,— setelah komunisme dan fasisme runtuh.

Sekarang kita sudah tahu bahwa liberalisme terjebak dalam kemacetan, dan kesamiran.

Jadi kemana kita akan pergi?

Pertanyaan ini, sungguh memprihatinkan bagi kita. Tetapi itu sangat menggusur dan meretas pengetahuan, pengalaman dan pemikiran kita. Karena liberalisme terseok akan kelumpuhan.

Tepatnya ketika revolusi kembar menguasai kita dalam infotek. Yaitu penggabungan teknologi informasi dan bioteknologi ke dalam sistem bak tubuh, fisik dan otak kita.

Sejauh pandangan dan tantangan terbesar yang dunia taklukan ke depan adalah tidak akan pernah Anda bayangkan saat ini, dan masa depan manusia.

Kenapa?

Karena peran dan strategi pengusaha,  pemerintah dan perusahaan akan membentuk secara otomatis "revolusi teknologi" yang bekerja secara aktif.

Dengan demikian tugas kita sebagai pemikir, intelektual, sosiolog, filsuf, sejarawan dan penulis seperti saya untuk membunyikan alarm dan tanda darurat bahwa dunia global saat ini dan masa depan manusia akan rumit menghadapi tantangan.

Para ilmuwan, filsuf, antropolog dan sosiolog terlalu sibuk mencari jawaban. Sementara Algoritma big Data akan menciptakan rekonstruksi kecerdasan yang terkonsentrasi  ke dalam jaringan teknologi dan otak manusia.

Kemungkinan besar bagi Anda—,ini sangat terdengar gila, dan amatir. Tetapi mengingat semua dari apa yang kita pahami dan apa yang kita lihat tentang manusia, tentang Tuhan, tentang agama,  tentang sains dan tentang politik. Pastinya kita akan bertanya. Apa makna dibalik cerita dan masa depan kehidupan ini membongkar agenda, misi dan masalah besar manusia yang jelas? Baik.

Sejak 1990-an revolusi teknologi telah mengubah peradaban dunia. Ketimbang faktor lainya. Komputer lebih banyak berfungsi dan dikerahkan menyimpan data daripada menghitung banyaknya angka kemiskinan dan pengangguran.

Sekarang ini, komputer lebih pakar, ahli dan cerdas menguasai otak manusia ketimbang manusia itu sendiri. Yang lebih parah lagi,—ketika bioteknologi dan infoteknologi dapat mengubah nilai ekonomi, politik, masyarakat dan otak manusia.

Di masa kini manusia telah belajar bagaimana mengendalikan dunia di luar kesadaran kita. Tetapi sangat sedikit bagi Anda untuk mengatasinya. Kita tahu membangun rumah, dan jembatan. Tetapi tidak tahu bagaimana membangun pikiran dan menghubungkan sel-sel ke dalam otak kita. Kita tahu merakit mobil. Namun tidak tahu bagaimana merakit otak.

Ketika ledakan besar berdengung di telinga kita. Mungkin sebagian kecil kita tidak akan bisa membunuh alat pendengaran. Tetapi apabila pikiran berkecamuk. Mungkin sebagian besar kita bisa membunuh otak kita.

Kita lebih cenderung menguasai fisik daripada otak. Dan kita tidak akan tahu apa yang akan terjadi dan bermasalah ke depan.

Revolusi biotek dan infotek hanya akan mengendalikan kita atas dunia dibalik pengetahuan, dan pemahaman. Selanjutnya, kita akan belajar bagaimana membunuh pikiran, merancang kebijaksanaan, memperpanjang kehidupan dan mengubah otak berdasarkan kehakiman kita masing-masing.