Perempuan merupakan makhluk ciptaan Allah yang memiliki banyak keistimewaan. Mengapa begitu? Di dalam Agama Islam derajat seorang perempuan ditinggikan sehingga memiliki hak khusus di mana ia harus dimuliakan. Bukti kemuliaan perempuan sering tertulis dalam Al quran dan hadist.

Bagaimana perbedaan perempuan di zaman dahulu dengan zaman modern? Seiring perkembangan zaman yang semakin modern, aspek kehidupan banyak mengalami perubahan. Salah satunya yaitu gaya hidup yang terus mengalami perkembangan seiring dengan kemajuan teknologi yang semakin canggih. Jika perempuan zaman dahulu banyak menghabiskan waktunya di rumah untuk membantu orangtuanya berbeda dengan perempuan modern yang bisa menghabiskan waktunya tidak hanya di rumah.

Hal itu juga dipengaruhi adanya perkembangan teknologi yang pesat saat ini. Apa ada anak anak muda saat ini tidak mempunyai smartphone? Bisa kita lihat hampir semua mempunyai. Tak heran karena smartphone sangat penting dimasa sekarang.

Namun banyak juga pengaruh buruk yang ditimbulkan dari adanya perkembangan teknologi penggunaan smartphone. Kita bisa lebih mudah mengakses segala bentuk informasi dari dalam negeri maupun luar negeri. 

Para anak muda khususnya perempuan dapat melihat banyak hal yang mereka inginkan. Lalu apa jadinya jika diri kita tidak bisa membatasi mana hal yang layak untuk ditonton atau di skip saja.

Dari situlah banyak pengaruh buruk muncul. Banyak perempuan yang meniru gaya berpakaian ala ke barat-baratan, supaya terlihat keren. Tetapi, jika digunakan tidak pada momentum yang tepat akan terkesan kurang sopan bagi yang melihat. Hal tersebut dapat memicu kejahatan-kejahatan yang di lakukan kepada perempuan.

Apa benar ketika menggunakan pakaian pendek bisa disebut terbuka bisa memicu adanya kejahatan seksual? Lalu bagaimana dengan kasus yang sedang marak saat ini tentang guru pesantren perkosa belasan santri? Apa pakaian para santri yang salah? Sebenarnya bukan pakaian perempuanlah yang menjadi penyebab utama kekerasan seksual tersebut. 

Kekerasan seksual terjadi karena pelaku yang tidak bisa mengontrol cara berpikir atau persepsi mereka, jadi baju yang kita kenakan tidak ada hubungannya sama sekali.

Pelecehan seksual adalah segala macam bentuk perilaku yang berkonotasi seksual yang dilakukan secara sepihak dan tidak diharapkan oleh orang yang menjadi sasaran hingga menimbulkan reaksi negatif, rasa malu, marah, tersinggung dan sebagiannya pada diri orang yang menjadi korban pelecehan.

Kenapa perempuan selalu menjadi korban? Pelecehan seksual yang terjadi sering menimpa perempuan. Pelecehan tersebut dilakukan oleh laki-laki yang tidak bermoral. Pelaku juga bukan saja laki-laki tak dikenal. Namun, pelaku adalah pacar, teman, guru, bahkan kerabat terdekat dari korban.

Akibat dari tindak kekerasan pelecehan seksual yang dialami oleh perempuan sangatlah berat. Secara fisik ia mengalami kerusakan organ tubuh, terutama pada jenis kelaminnya dan terkena penyakit menular seks. Ia juga dapat mengalami suatu kehamilan yang tidak dikehendakinya. Selain berakibat secara fisik, korban akan mengalami tekanan mental yang cukup serius dan berkepanjangan.

Korban akan merasa telah direndahkan martabatnya. Ia akan mengalami tekanan batin (deppresi) hingga trauma, serta penuh rasa takut. Ia akan cenderung menyalahkan diri dan menganggap dirinya kotor. Jika korbannya anak-anak, maka ia akan menjadi anak yang pemurung, tidak bersemangat, ketakutan, pendiam, mudah marah  atau akan menjadi hiperaktif.

Seperti yang kita ketahui pelecehan seksual tidak hanya sekedar melakukan aktivitas seksual. Bisa saja dilakukan lewat pesan maupun suara yang dikirim melalui media sosial seperti whatsapp. Sebagai contohnya yaitu kasus yang dilakukan tenaga pengajar (dosen) di kampus UNJ diduga melakukan pelecehan seksual kepada beberapa mahasiswi dengan mengirim pesan rayuan atau sexting. Saat ini, kasus masih dalam penyelidikan internal kampus UNJ sembari menunggu laporan dari korban lainnya.

Ada juga kasus lainnya yang menimpa mahasiswi Unsri, di sini yang menjadi pelaku juga masih sama yaitu dosen. Adapun kronologinya, saat mahasiswi bimbingan dosen tersebut hendak meminta tanda tangan skripsi. 

Pelaku secara sadar melakukan tindak pencabulan di ruang laboratorium sejarah, di mana saat itu korban yang bermaksud hendak meminta tanda tangan malah mendapat pelecehan. 

Saksi pun membeberkan jika ia dan timnya telah memiliki barang bukti berupa pakaian dalam korban. Kemudian, dosen tersebut di berhentikan dan ditetapkan sebagai tersangka, terancam hukuman sembilan tahun penjara.

Kasus kali ini dilakukan oleh anggota Polri terhadap pacarnya. Keduanya kerap melakukan hubungan layaknya suami istri. Saat korban hamil pelaku sudah ada niat untuk bertanggung jawab, tetapi hal tersebut ditolak oleh pihak keluarga pelaku. 

Alasan yang diberikan karena masih ada kakak perempuan pelaku yang belum menikah dan masalah karier. Bahkan korban yang sedang hamil di paksa aborsi oleh pelaku. Mirisnya, sikap itu didukung oleh keluarganya.

Ternyata korban pernah melaporkan kekerasan seksual dan pemaksaan aborsi yang dilakukan kekasihnya kepada Komnas Perempuan. Akibat perbuatan pelaku menyebabkan korban depresi berat. 

Dalam kasus tersebut, pelaku sudah ditetapkan sebagai tersangka dan dijerat Pasal 384 KUHP tentang Aborsi Juncto Pasal 55 KUHP dan terancam hukuman maksimal 5 tahun penjara. Tak hanya akan menghadapi hukuman penjara, namun juga terancam dipecat secara tidak terhormat jika terbukti melakukan pelanggaran pidana.

Kasus kasus tersebut bisa dilaporkan kepada pihak berwajib dan akan dijerat Pasal sesuai perbuatan yang dilakukan. Salah satunya yaitu Komnas Perempuan (Komisi Nasional Anti Kekerasan terhadap Perempuan) merupakan lembaga negara yang independen untuk penegakan hak asasi manusia perempuan Indonesia. 

Komnas Perempuan dibentuk melalui Keputusan Presiden No. 181 Tahun 1998, pada tanggal 9 Oktober 1998, yang diperkuat dengan Peraturan Presiden No. 65 Tahun 2005.

Dari beberapa kasus di atas dapat disimpulkan, pelecehan seksual dapat terjadi di mana saja kapan saja. Pelaku tidak hanya orang asing namun, bisa saja orang terdekat kita. 

Sebagai perempuan alangkah baiknya lebih berhati hati dalam begaul dan bisa menjaga diri. Kita harus berani menolak jika itu tidak benar. Jika pelaku melakukan ancaman jangan segan segan melapor kepada pihak berwajib supaya masalah tersebut segera ditangani. Perempuan tidak selamanya lemah, tidak seharusnya dijadikan korban seperti ini. Hargai perempuan yang melahirkan peradaban.