Hedonisme merupakan kesenangan tujuan akhir hidup dan yang baik yang tertinggi. Namun, kaum hedonis memiliki kata kesenangan menjadi kebahagiaan. bahwasanya kesenangan dan kesedihan itu adalah satu-satunya motif yang memerintah manusia, dan kesenangan dan kesedihan seseorang adalah tergantung kepada kebahagiaan dan kemakmuran pada umumnya dari seluruh masyarakat.

Mahasiswa merupakan suatu kelompok dalam masyarakat yang memperoleh statusnya karena ikatan dengan perguruan tinggi. Mahasiswa juga merupakan calon intelektual atau cendekiawan muda dalam suatu lapisan masyarakat yang sering kali syarat dengan berbagai predikat.

Mahasiswa Indonesia adalah generasi penerus bangsa yang memiliki masa-masa kehebatan tersendiri, yang berbeda dengan masa anak-anak dan masa tua atau lansia. Mahasiswa sebenarnya memiliki peranan yang sangat besar terhadap bangsa ini. Karena mahasiswa merupakan sosok penerus bangsa dan generasi yang membuat bangsa ini akan memiliki perubahan ke arah yang lebih baik.

Tetapi pada saat ini mahasiswa seakan lupa siapa dirinya dan untuk apa mereka dikuliahkan. Kaum minoritas berintelektual ini sebenarnya merupakan tulang punggung pembangun bangsa dan negara menuju perubahan yang lebih baik.

Mahasiswa sebagai bagian dari remaja tentunya tidak terlepas dari perilaku remaja pada umumnya termasuk perilaku atau gaya hidup hedonisme. Bahkan generasi yang paling tidak aman terhadap sebutan hedonis adalah remaja pada umumnya termasuk mahasiswa. Paham ini mulai merasuki kehidupan mereka bahkan mereka sangat antusias dan tertarik terhadap gaya hedonisme ini.

Hedonisme terjadi karena adanya perubahan perilaku pada masyarakat yang hanya menghendaki kesenangan. Gaya hidup hedonis membuat para mahasiswa perlahan telah banyak mengalami disorientasi. Hingga pada akhirnya hal-hal personal akan moral terposisikan pada urutan yang tidak diutamakan.

Perilaku tersebut lama kelamaan mengakar dalam kehidupan masyarakat termasuk para remaja yang pada akhirnya menjadi seperti sebuah budaya bagi mereka tingkat pengetahuan dan pendidikan juga sangat berpengaruh pada pembentukan sikap mental para remaja.

Tapi sayangnya kadang semua hal itu terkalahkan dengan rendahnya cara berpikir mereka dalam menyikapi berbagai persoalan. Banyak di antara para remaja yang melarikan diri dari masalah dengan berhura-hura. Kebiasaan seperti inilah yang kemudian menjadi kebudayaan di kalangan remaja.

Alasan lain mengapa mahasiswa senang dengan gaya hidup hedonisme, karena gaya hidup hedonisme sudah merupakan kebiasaan hidup sejak kecil dalam keluarga. Hal ini erat kaitannya dengan orientasi hidup mereka yang selalu mengarah kepada kesenangan, kenikmatan atau menghindari perasaan tidak enak atau membosankan.

Kebiasaan hidup mereka sejak kecil dilengkapi dengan berbagai fasilitas, termasuk model pakaian yang variatif, berbagai pilihan jenis kendaraan roda dua dan empat yang selalu tersedia sampai kebiasaan makan yang terkesan mewah dan konsumtif.

Bagi mereka, gaya hidup hedonisme merupakan gaya hidup yang sudah diwariskan turun temurun dari orangtua. Dengan kata lain, gaya hidup hedonisme merupakan gaya hidup yang sejak kecil mereka lakukan sesuai dengan fasilitas yang mereka miliki.

Bagi mahasiswa yang kuliah sambil bekerja, gaya hidup hedonisme tidak menjadi masalah sepanjang tidak menyusahkan orang lain. Jadi bagi kelompok mahasiswa yang kuliah sambil bekerja ini, gaya hidup hedonisme tidak menjadi masalah sepanjang tidak mengganggu orang lain.

Alasan berikutnya mengapa Mahasiswa bergaya hidup hedonisme adalah terkait dengan harga diri. Mereka meyakini bahwa harga diri harus dipertahankan sekalipun dengan mengorbankan banyak biaya untuk menampilkan gaya gaul dan funky yang dapat membuat orang lain menjadi segan dan hormat.

Bahkan harga diri adalah salah satu motif yang melatarbelakangi mahasiswa sehingga berperilaku hedonisme khususnya di depan sesama mahasiswa. Mereka tidak menghambur-hamburkan uang begitu saja, tetapi mereka memiliki satu tujuan yakni mempertahankan image dan harga diri sekalipun dengan harga mahal.

Bagi mahasiswa, harga diri dapat dibina dan dikembangkan misalnya melalui penampilan mereka berpakaian, jenis kendaraan yang mereka pergunakan setiap harinya, semakin sering gonta ganti mobil, semakin meningkatkan harga diri mereka. Itulah persepsi yang membuat mereka gandrung mendalami gaya hidup hedonisme.

Tetapi ada juga mahasiswa yang memberi alasan bergaya hidup hedonisme karena Takut kehilangan teman, Hal itu biasanya terjadi di kalangan mahasiswa dengan tingkat ekonomi menengah ke atas, sebab mereka memiliki persepsi bahwa lebih baik berteman dengan kelompok menengah ke atas daripada kelompok ekonomi rendah alias anak cost.

Jelas bahwa banyak alasan yang menyebabkan seseorang melakukan gaya hidup hedonisme, ada prestise tersendiri yang lahir dari gaya hidup tersebut sehingga hedonisme tumbuh subur di kalangan mahasiswa tertentu. Hedonisme yang terjadi akibat takut kehilangan pertemanan ini juga erat kaitannya dengan gaya hidup hedonisme untuk mencari sensasi gaul dan funky.

Di masa kini disarankan untuk lebih memperhatikan perilaku hedonisme mahasiswa dengan memberikan ceramah, bimbingan dan untuk lebih giat mengontrol perilaku hedonisme sehingga tidak sampai menimbulkan dampak negatif yang merugikan baik bagi mahasiswa itu sendiri maupun bagi orang lain.