“Dari wajah, turun ke hati”. Pernah nggak sih kalian denger kalimat itu? Kayaknya sering banget ya. Tapi kalau dipikir-pikir, memang ada benarnya juga. Sebagian besar manusia pasti memandang seseorang dari fisiknya dulu. Wajar sih, karena mata kita pasti tertarik melihat seseorang dengan penampilan yang “oke”.

Namun banyak orang yang tidak bijak dalam bersikap dan bertindak. Mereka selalu mencari-cari kesalahan pada penampilan seseorang. Padahal manusia memiliki keberagaman. Ada yang berkulit putih, sawo matang, bahkan hitam. Ada yang bermata sipit dan ada pula yang bermata bulat. Ada yg berbadan tinggi dan ada pula yang berbadan pendek. Namun diantara semua keberagaman fisik yang ada, terdapat satu hal yang sampai sekarang menjadi topik pembicaraan yang menarik. Yaitu berat badan. Dan karena hal ini pula saya ingin “speak up” tentang masalah berat badan.

Saya adalah mahasiswi berusia dua puluh tahun dan memiliki badan yang tidak terlalu tinggi. Namun badan saya memang berisi. Dan mungkin memang bisa dikatakan gendut. Tapi saya tidak memiliki masalah dengan hal itu. Saya rasa berat badan ini belum mengganggu kegiatan saya. Namun banyak orang yang berpendapat berat badan saya ini. Mereka menyarankan untuk berolahraga, diet, dan sebagainya. Saya tidak tersinggung dan justru berterimakasih karena orang-orang di sekitar saya masih peduli dengan kesehatan saya. Karena mereka memang mengerti cerita saya.

Beda cerita dengan orang-orang yang hanya melihat saya dari luar tanpa mengerti apa yang terjadi dengan saya dan badan saya. Mereka tidak akan berpendapat dan menyarankan banyak hal untuk saya. Namun hanya sekedar berkomentar. “Eh kamu gendutan ya?” “Loh kok kamu tambah gendut lagi sih” “Ga berat tuh bawa badan segitu?” “Ternyata kamu aslinya gendut ya” Terkadang saya hanya menanggapi dengan candaan atau sekedar tersenyum. Hanya berpikir saja. 

Ternyata mulut manusia bisa jadi monster. Saya manusia biasa yang memiliki keterbatasan. Sesabar-sabarnya saya, tetaplah bisa merasa jengkel dan sedih. Saya hanya ingin mereka lebih menghargai orang lain. Dengan mengucapkan kata-kata yang baik. Bukan justru menyakiti hati orang lain.

Siapa sih yang pengen gendut? Saya pikir tidak ada. Namun setiap orang pasti memiliki alasan tersendiri kenapa ia memiliki fisik yang seperti itu. Saya ingin bercerita sedikit mengenai badan gendut saya. 

Bukan untuk apa-apa, hanya sekedar memberi gambaran bahwa seseorang memiliki cerita tersendiri tentang fisik ataupun kehidupannya. Maka kita jangan semudah itu mengucapkan kata-kata yang menyakiti hati orang lain. Cukup menghargai dan memberi dukungan. Bukan dengan berkomentar seolah-olah kita adalah manusia yang paling menarik di muka bumi.

Oke saya akan mulai bercerita. Pada awal SMA, saya mengalami mimisan yang cukup parah selama 3 hari. Ketika saya dibawa ke rumah sakit, dokter hanya berkata bahwa saya kelelahan. Namun hal tersebut terus berlanjut sampai saya merasa lemas. Akhirnya saya menginap di rumah sakit dan mulai hari itu beberapa dokter melakukan observasi. Setelah 6 bulan saya melakukan banyak sekali menjalani proses pengobatan, saya di didiagnosa ITP. 

Dalam dunia kedokteran, ITP merupakan kelainan imun yang menyebabkan trombosit sering di bawah batas normal. Kemudian saya dianjurkan untuk menghentikan sementara haid saya. Jika kalian bertanya apakah saya KB? Saya akan menjawab tidak. Namun saya menjalani pengobatan suntik hormon yang memiliki efek gemuk pada tubuh saya. Selain itu, saya juga mengonsumsi obat-obatan berdosis tinggi yang memiliki efek gemuk pada tubuh. Karena penyakit ITP ini, saya juga dilarang untuk beraktivitas yang terlalu berat agar tidak kelelahan.

Nah, dari sedikit cerita saya ini, saya yakin kalian para pembaca merasa dapat lebih membuka pikiran tentang fisik orang lain. Dan saya yakin kalian akan dapat lebih menghargai fisik orang lain. Minimal dapat menahan diri untuk tidak berkomentar jahat terhadap fisik orang lain. Karena kita tidak tahu pasti bagaimana latar belakang orang tersebut. Dan apa yang terjadi pada fisik seseorang.

Untuk kalian yang mengalami hal yang sama dengan saya, saya hanya ingin memberikan sedikit semangat untuk kalian. Kalian harus sadar bahwa kalian tidak sendiri. Dan jangan pernah memikirkan kata-kata orang lain yang menyakiti hati kalian. Karena bagaimanapun juga, hanya kalian sendiri lah yang mengerti. Lakukan apapun yang kalian suka. Dan jangan lupa, cintai diri kalian sebelum mencintai orang lain.

     Saya tahu, mencintai diri sendiri jauh lebih sulit daripada mencintai orang lain. Banyak orang yang mengaku bahwa mereka telah mencintai diri mereka. Atau biasa disebut self love. Tapi pada kenyataannya, mereka masih sering merasa insecure tentang dirinya. Mereka belum sepenuhnya menerima diri mereka.

     Yuk, sama-sama belajar self love! Menjadi diri sendiri akan terasa jauh lebih menyenangkan, guys. Jangan pernah dengarkan kata-kata orang lain yang menyakiti hati kalian. Lakukan apapun yang kalian sukai. Dan sebelum mencintai orang lain, jangan lupa love yourself and be yourself, guys!