Jika puasa membuat sebagian orang merasa lemah lunglai tak berdaya, namun hal ini seolah tak berlaku pada pemain sepakbola, khususnya di Eropa.

Menjalani ibadah puasa sebagai pesepak bola memang cukup berat. Selain latihan dan pertandingan, mereka dituntut untuk bisa menjaga kondisinya saat tak bisa mengonsumsi makanan dan minuman.

Meski terdengar atau terlihat sulit untuk berpuasa dan tetap bertanding sepak bola selama 90 menit. Namun tim dan pemain, sepertinya telah bertemu cara agar tetap bugar. Bahkan beberapa pemain secara mengejutkan justru menjadi lebih baik selama menjalani puasa ramadhan.

Selama ramadhan kebanyakan orang terpaksa tidur lebih sedikit sebab mereka harus makan ketika waktu sahur. Beberapa studi telah menjelaskan jika selama bulan Ramadhan, pemain yang berpuasa menunjukkan kelelahan otot yang lebih berat, memiliki kekuatan otot yang lebih sedikit, dan menunjukkan penurunan kecepatan, kelincahan, dribbling, serta daya tahan.

Ternyata puasa memiliki manfaat bagi pemain sepak bola. Hal ini sudah lama menjadi topik bahasan yang menarik. Berbagai pendekatan medis sudah banyak mengungkapkan dampak positif puasa bagi pemain sepak bola khususnya pemain di liga top Eropa.

Meskipun keputusan akhir ada di tangan para atlet yang menjalankan puasanya masing-masing, namun sejatinya puasa memiliki banyak manfaat positif bagi pemain sepak bola. Bahkan tidak hanya pemain sepak bola saja tapi juga semua orang yang memiliki aktivitas fisik intens.

Walaupun demikian tetap ada mispersepsi mengenai dampak negatif puasa yang dapat mengurangi kinerja pemain sepak bola di lapangan.

Karena itu Liga Inggris kini sudah semakin terbuka dengan isu pemain sepak bola yang berpuasa. Bahkan para pemain sudah diizinkan buka puasa di tengah jalannya pertandingan.


manfaat puasa bagi pemain sepak bola antara lain:

1. Pola makan teratur

Atlet yang berpuasa berarti memiliki waktu makan terbatas, mulai dari waktu berbuka puasa hingga waktu Sahur. Pola ini sesungguhnya berdampak positif bagi pola makan seseorang. Terlebih bila kebiasaannya makan 3-4 kali sehari.

Saat berpuasa pola makan kita akan mengalami perubahan yang positif. Meskipun saat awal melakukan akan terjadi adaptasi. Namun dengan perubahan dari yang biasanya bisa makan seenaknya dan kapan saja, menjadi pola makan yang lebih teratur.

2. Asupan Nilai Gizi lebih terjamin

Dengan jam makan dibatasi, maka atlet disarankan memilih makanan yang memiliki nilai lebih baik untuk tubuh. Asupannya akan lebih selektif.

Bila di hari biasanya bebas menikmati semua macam makanan dan dengan porsi tidak terbatas. Dampaknya tentu negatif. Karena pola makan seperti ini membuat tubuh tidak sehat karena seringkali kandungan gizinya tidak diperhatikan dan selalu makan saat lapar.

Namun, saat berpuasa harus memilih makanan yang benar-benar sehat dan membantu daya tahan tubuh seharian. Tujuannya agar tetap bugar dan dapat melaksanakan ibadah puasa.

Terlebih bagi seorang pesepakbola tentu akan mengkonsumsi makanan yang tinggi gizi dan nutrisi agar tidak lemas saat berpuasa dan mengikuti latihan. Ini menjadi nilai tambah bila menjadi kebiasaan nantinya.

3. Baik untuk kondisi mental

Tidak hanya sebatas membenahi urusan jasmani namun juga kondisi mental. Karena selain bermanfaat mengubah kebiasaan serta porsi makanan, ternyata puasa dapat membuat mental dan psikis seorang pemain jadi lebih baik. Karena pemain bola akan lebih tenang dan memiliki mental yang lebih kuat saat di lapangan.

Jadi memang bisa dikatakan tidak ada pengaruh bagi atlet yang berpuasa dengan penampilannya di atas lapangan. Apalagi, kalau pemain dan klubnya dapat mengkondisikan asupan saat berbuka dan sahur.

Ada penjelasan tentang periode yang lama saat perut jauh dari makanan bahwa sesungguhnya dapat membawa seseorang ke alam sadar yang lebih dalam. Sehingga hal ini bisa mengendalikan pikiran dan emosi pada taraf yang lebih tinggi.

Dr Zafar Iqbal, seorang dokter muslim di klub Crystal Palace menjelaskan bahwa para pemain yang berpuasa meningkat secara mental.

“Para pemain yang melakukan puasa dan pernah saya tangani, semuanya berkata jika puasa membantu mereka secara mental, mereka merasa lebih disiplin dan menghargai apa yang mereka milik,” katanya.

Meski tidak mudah untuk berpuasa Ramadhan selama pertandingan. Namun para pemain sepakbola tangguh telah menunjukkannya dalam kondisi pertandingan terpanas, terberat, dan terpenting sekalipun bisa untuk mereka lalui.

Beberapa waktu lalu, seorang ulama Inggris yang berbasis di London, Ajmal Masroor, pernah memberikan nasehat untuk pesepak bola Muslim menjalani ibadah puasa Ramadhan di Eropa.

Masroor yang juga adalah anggota Dewan Muslim Inggris itu menegaskan kepada pemain bola Muslim di Eropa, puasa Ramadhan adalah kewajiban dan tidak akan memengaruhi karier mereka.

"Dalam Ramadhan, hanya ada pengecualian kepada Anda yang sakit atau bepergian. Anda dapat menggantinya di hari-hari tertentu," katanya dilansir Goal.