Jakarta - Setiap hari kita menulis? Zaman sudah modern tentunya bisa menggunakan teknologi digital seperti melalui WhatsApp personal, WhatsApp grup, Facebook, Instagram, Twitter, Telegram, Messenger, dan media sosial lainnya. Setiap orang menulis pasti merasa bermanfaat baik untuk pemberi pesan "kita sendiri", penerima pesan "orang lain" dan masyarakat umum lainnya. Baik itu berupa artikel online, coretan di media sosial, komunikasi secara personal dan group ya itu namanya memiliki asas kemanfaatannya.

Nah, sekarang bagaimana uraiannya bila manfaat menulis kita hubungkan dalam "Teori gunung es". Menurut teori "Sigmund Freud" seorang "bapak psikoanalisis yang mempopulerkan tentang pikiran yang berada di alam bawah sadar, mengibaratkan kesadaran pikiran kita sebagai fenomena gunung es, di mana yang terlihat di atas permukaan laut hanya sedikit sedangkan bagian besar dari gunung es tersebut yang tenggelam jauh di dalam lautan".

Artinya masih banyak sekali orang di luaran sana berpendapat bahwa manfaat menulis hanya sekedar hoby, menulis hanya iseng-iseng saja, menulis hanya sebagai curhatan semata, menulis berbagi kesenangan baik emosi positif maupun emosi negatif dan lain sebagainya. Apapun itu alasanya tidak menjadi permasalahan tergantung setiap individunya masing-masing, yang menganggap manfaat menulis banyak silahkan dilanjutkan dan sebaliknya pandangan manfaat menulis hanya segelintir kuku saja "tidak apa-apa juga".

Selanjutnya akan saya bedah terkait manfaat menulis teori gunung es yang terlihat hanya diatas permukaan atau luarannya saja seperti "menulis hanya sebatas curhatan di media sosial, menulis hanya untuk menyelesaikan tugas sekolah, menulis untuk membuat konsep, dan lain sebagainya". Sama halnya ketika melihat orang yang sukses, pasti yang dirasakan hanya melihat dari kekayaannya saja, rumah bertingkat, kendaraan mewah, tabungan banyak, tanah ada dimana-mana, dan seterusnya.
*** 
Namun, seseorang tidak melihat secara langsung bagaimana mereka berjuang, pengorbanannya, jatuh bangun, di hina orang lain sebelum menjadi sukses, gali lubang tutup lubang dan banyak yang lainnya tidak kita ketahui. Maksudnya ketika melihat sesuatu jangan hanya melihat dari sisi luarnya saja, coba menggali pikiran yang harus kita contoh juga baik dari internal dan eksternal diri kita. Sehingga apapun kegiatan akan berdampak dan tentunya bermanfaat baik bagi diri sendiri maupun orang lain.

Sekarang, kita lihat manfaat menulis dari dalam dan implementasi "Teori gunung es" seperti "mengasah kecerdasan otak, meningkat daya ingatan, mempertajam analisa, membuat awet muda, membuka pikiran, mendapatkan ide baru, meredahkan stress yang berlebihan, memudahkan dalam memecahkan masalah, menuangkan perasaan sesuai hati dan pikiran, memperbaiki hubungan secara emosional, memperkaya wawasan dan seterusnya masih banyak yang harus kita pikirkan bersama.
*** 
Selain itu juga, ada yang lebih memikat bahwa manfaat menulis itu membuat kita harus mengembangkan diri, baik belajar menulis, memulai menulis, terus menulis dan konsisten menulis. Hal ini bisa digabungkan juga dengan pendalaman apa yang ada di pikiran kita yang tidak dipikirkan oleh orang lain, berdasarkan analisa "Teori gunung es". Berikut ulasan manfaat menulis yang lebih makna dibandingkan apa yang sudah diuraikan diatas.

#Menambah Penghasilan :

Mungkin sebagian atau beberapa orang dari komunitas atau kelompok tertentu sudah mengetahuinya bahwa setiap apa yang kita tulis bisa menjadi uang di media-media ternama baik media cetak maupun media online. Namun, harus memenuhi syarat-syarat yang dibutuhkan oleh media tersebut, baik dari kategori tulisannya, jenis tulisannya, isi tulisannya dan teknis penulisannya menjadi penilaiannya juga terutama EYD atau FEUBI dan ketentuan khusus dari media yang kita kirim tulisan tersebut.
*** 
Bila tulisan tersebut layak terbit oleh penerbit maka bisa saja diberikan insentif dengan bayaran kisaran sebesar rata-rata Rp.50.000 - Rp. 450.000 itu baru satu tulisan (artikel,opini atau essay dan sejenisnya) tergantung media yang kita kirimkan artikel tersebut. Kecil dan besarnya insentif sebagai motivasi kita agar tetap menulis, bayangkan saja jika artikel kita dalam sebulan bisa menulis 10 artikel, coba hitung sendiri "ya" para pembaca yang budiman. Sebaliknya juga, ada media tidak memberikan insentif atau bayaran kepada penulis itu kembali ke individu masing-masing.

#Menghasilkan Karya :

Itu menjadi alasan penting juga, mengapa harus menulis? Selain tambahan penghasilan dari tulisan kita bisa dijadikan sebuah buku yang diterbitkan ber-ISBN. Tentunya menjadi kebanggaan bisa berkontribusi untuk masyarakat Indonesia, yang disebarkan di perpustakaan nasional dan perpustakaan daerah. Dari hasil tulisan tersebut atau artikel yang kita tulis bisa dijadikan buku dengan tema yang berbeda-beda, kisaran 75 halaman tulisan dengan ukuran kertas A5 bisa menjadi karya buku tulis.
*** 
Permasalahan yang ada saat ini, banyak di luaran sana "Maunya membuat buku" tapi tidak mau menulis dan tidak ada tulisan juga. Pada prinsipnya semua orang ingin mempunyai karya tulis terutama buku sendiri atau buku solo atau buku antologi gabungan beberapa tulisan dari masing-masing penulis, bisa juga dijadikan buku. Intinya tulisan kita bisa dikaryakan baik buku atas nama sendiri maupun buku atas nama ramai-ramai gabungan dengan penulis lainnya.

#Rekam Jejak Digital :

Ini menjadi sejarah bila kita rajin menulis dalam media online. Sebab zaman teknologi digital membuat mata warganet dan netizen mencari pusat informasi dan berita, semuanya lebih mudah di akses dengan tema tulisan yang berbeda-beda. Siapa tau tulisan yang kita kirim ke media online dicari, dilihat dan dibaca oleh masyarakat umum lainnya. Dengan demikian, secara tidak langsung tulisan kita bisa dikenang sepanjang masa baik penulisnya masih hidup maupun yang sudah meninggal dunia.

Sehingga nama kita menjadi terkenal atau dikenal oleh masyarakat luas, bisa dengan menulis ketenaran bisa muncul di depan publik umum. Maka dari itu, mari terus menulis bagi yang sudah menulis dan bagian yang belum memulai coba menulis secara santai dengan tema suka-suka saja. Ciptakan menulis tidak ada paksaan dari siapapun, karena panggilan jiwa, hati dan pikiran serta memang niat kita akan berbagi sesama melalui tulisan yang disajikan melalui media online lainnya.

Itu lah gambaran secara keseluruhan manfaat menulis dalam pandangan "TEORI GUNUNG ES". Sehingga kita mengetahuinya secara detail dan mendalam terutama dalam menulis. Sebetulnya kegiatan apapun bisa kita analisa menggunakan teori gunung es dengan tidak melihat dari sisi luar nya saja.

"Semoga bermanfaat dan terus menulis".