Sebelum kita membahas manfaat ilmu akuntansi dalam bisnis UMKM mari kita bahas terlebih dahulu apa itu ilmu akuntansi? Dan mengapa peran akuntansi sangat penting dalam kehidupan sehari hari terutama dunia bisnis? Mari kita simak penjelasan di bawah ini :

Akuntansi sering disebut juga "language of business" karena kemampuannya untuk mengkomunikasikan informasi keuangan tentang suatu organisasi. Berbagai pihak yang berkepentingan seperti manajer, calon pembalik, kreditur, dan pemerintah bergantung pada sistem akuntansi perusahaan untuk membantu mereka membuat keputusan keuangan yang terinformasi. 

Oleh karena itu, sistem akuntansi yang efektif harus mencakup pengumpulan, pencatatan, pengklasifikasian, pengikhtisaran, interpretasi, dan pelaporan informasi yang akurat tentang status keuangan suatu organisasi.

UMKM sendiri memiliki kepanjangan yaitu Usaha Mikro, Kecil dan Menengah. Dan seperti yang telah diatur dalam UUD NO.20 Tahun 2008, kriteria UMKM dibedakan secara masing-masing meliputi usaha mikro, usaha kecil, dan usaha menengah sama seperti definisinya.

Bisnis UMKM juga sangat berperan dalam pembangunan ekonomi nasional. Menurut Data Badan Pusat Statistik, setelah krisis ekonomi yang terjadi pada tahun 1997-1998 jumlah UMKM tidak berkurang, malah sebaliknya meningkat, dan menyerap 85 juta hingga 107 juta tenaga kerja sampai tahun 2012.

Sehingga bisnis UMKM ini sangat diminati oleh kaum milenial jaman sekarang. Selain hasilnya yang menjanjikan, bisnis UMKM juga memiliki jangka panjang tergantung bagaimana kreativitas kita dalam menjalankan bisnis tersebut hingga dapat bertahan lama.

Namun, setiap bisnis yang berkembang pasti membutuhkan karyawan ataupun pekerja untuk membantu kita dalam menjalankan bisnis tersebut. Akan tetapi, dalam menjalankan bisnis UMKM tetap harus dalam pengawasan kita.

Pendapatan merupakan suatu tujuan dalam membuat bisnis. Maka dari itu, kita memerlukan ilmu akuntansi dalam mengelola bisnis yang kita jalankan.

Lalu, bagaimana cara menerapkan ilmu akuntansi dalam menjalankan bisnis UMKM? Caranya mudah saja, ini dapat dilakukan oleh pemilik usaha atau dengan bantuan karyawan yang dapat dipercaya, yaitu dengan membuat laporan keuangan setiap bulannya.

Apa itu laporan keuangan? Laporan keuangan adalah catatan tertulis mengenai aktivitas bisnis dan kinerja jalannya keuangan suatu perusahaan dalam periode waktu tertentu. Menurut saya, dalam menjalankan bisnis UMKM sendiri lebih baik membuat laporan keuangan setiap bulannya untuk dapat memantau perkembangannya.

Laporan keuangan dapat menjadi bahan evaluasi untuk perencanaan usaha tersebut. Kita dapat mengetahui pemasukan serta pengeluaran barang, mengetahui barang yang paling diminati pelanggan dan mana yang kurang diminati.

Sehingga kita dapat me-restock lebih banyak barang yang diminati pelanggan, dan memberi inovasi pada barang barang yang kurang diminati agar dapat menarik pelanggan.

Selain itu pembukuan dalam ilmu akuntansi dapat membantu kita dalam mengelola keuangan, berapa gaji karyawan berdasarkan omset, berapa kas yang dapat kita gunakan untuk membeli bahan bahan atau keperluan bisnis UMKM, dan berapa prive yang sewajarnya kita ambil.

Ilmu akuntansi dalam bisnis UMKM juga dapat membantu kita dalam mengetahui perkembangan perusahaan kita, karna laporan keuangan yang dibuat perbulan sendiri dapat membantu kita melihat kemajuan atau kemunduran suatu usaha tiap bulannya.

Dijelaskan dalam buku Intermediate Accounting, laporan keuangan didefinisikan sebagai ringkasan suatu proses sistem pencatatan transaksi keuangan dan ringkasan dari transaksi-transaksi keuangan yang terjadi selama satu tahun buku yang bersangkutan (Baridwan, 2004).

Lalu bagaimanakah cara membuat laporan keuangan yang benar dan akurat? Untuk menerapkan ilmu akuntansi dalam bisnis UMKM tentu kita harus mengetahui cara membuat laporan keuangan tersebut terlebih dahulu.

Di sini saya akan memberikan beberapa langkah membuat laporan keuangan sederhana untuk pemula yang dapat kita terapkan dalam bisnis UMKM ataupun untuk perusahaan besar lainnya.

1. Mencatat segala transaksi pendapatan atau penerimaan. Berupa pendapatan dari penjualan produk atau jasa yang kita sediakan. Perlu ditekankan, bukti transaksi harus ada karna merupakan hal yang sangat penting dan tidak boleh hilang.

2. Mencatat segala pengeluaran. Baik itu pengeluaran untuk privat, membeli peralatan, uang sewa, listrik, pengiklanan dan sebagainya harus tetap dicatat dan tidak boleh terlewat satupun.

3. Mencatat Piutang dan Hutang.

4. Mencatat persediaan barang. Barang yang dimaksud di sini adalah kesediaan barang yang kita tawarkan ataupun perlengkapan dalam perusahaan yang sifatnya dapat habis seperti ATK dan sebagainya.

5. Mencatat asset tetap. Berupa gedung, tanah, kendaraan, mesin mesin produksi dan lain lain yang dimiliki dalam bisnis kita.  

6. Mencatat pengeluaran untuk gaji, penyesuaian, dan tutup buku.

7. Menyusun pelaporan. Setelah melakukan segala pencatatan, kita dapat mengelompokkannya ke dalam kategori masing-masing untuk mempermudah penyusunan laporan keuangan.

Dapat diibaratkan sebuah laporan keuangan merupakan suatu jantung dalam perusahaan, karna memiliki peran yang sangat penting dan pengaruh yang cukup besar untuk kemajuan suatu usaha.

Ada banyak faktor suatu bisnis UMKM tidak menerapkan ilmu akuntansi dalam bisnisnya, salah satunya adalah tidak mengetahui urutan pencatatan laporan keuangan sesuai dengan urutan yang benar.

Saya harap setelah membaca artikel ini, kita semua dapat menerapkan ilmu akuntansi dalam bisnis UMKM yang mungkin beberapa orang anggap tidak penting menerapkannya dalam bisnis kecil. Padahal ilmu akuntansi memiliki pengaruh yang sangat besar untuk kemajuan bisnis itu sendiri.