Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Ketindan Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur menciptakan produk Kopi Laos selain dari permintaan konsumen hal ini juga dijadikan sebagai materi pembelajaran di Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Ketindan. 

Diversifikasi produk tersebut tentunya menjadi sesuatu yang sangat inovatif dan sesuai dengan kebutuhan yang saat ini diinginkan konsumen, dengan adanya pengembangan produk minuman seperti Kopi Laos harapannya mampu mendorong pendapatan petani.

Pada kegiatan praktik ini bertujuan untuk mengetahui perencanaan pengolahan, jasa pendukung, proses pengolahan, dan pengendalian atau pengawasan sehingga pada kegiatan Praktik Kerja Lapangan ini penulis mengambil topik “Manajemen Produksi Kopi Laos Di Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Ketindan Lawang, Malang, Jawa Timur”.

Kopi dapat digolongkan sebagai minuman psikostimulant yang akan menyebabkan orang tetap terjaga, mengurangi kelelahan, dan memberikan efek fisiologis berupa peningkatan energi. Seiring perkembangan zaman serta berkembangnya pengetahuan masyarakan, inovasi-inovasi baru telah dicoba.

Dalam hal ini  diversifikasi produk merupakan usaha yang dilakukan perusahaan untuk penganekaragaman produk atau jasa dengan jalan menciptakan produk atau jasa baru agar sesuai dengan selera dan kebutuhan konsumen, contohnya diversifikasi olahan minuman dari bahan pertanian seperti Laos.

Inovasi tersebut dapat diselaraskan dengan kebanyakan kebiasaan masyarakat seperti  minum kopi. Bahkan dijaman sekarang kebutuhan terhadap kopi tidak hanya sebagai minuman untuk dinikmati dirumah, namun sudah masuk keranah budaya, hal tersebut dapat dilihat ketika dibanyak kota sering kita temui kafe-kafe yang dapat dipastikan menyediakan minuman kopi.

Kopi Laos merupakan salah satu produk kopi rempah yang memiliki banyak hasiat kesehatan. Selain dapat menghangatkan badan, kopi yang terbuat dari campuran rempah seperti laos, cengkeh, jahe, kayu manis dan daun serai ini juga dapat meningkatkan stamina tubuh.


  • Kopi Laos, berbeda dari kopi caffein biasa yang hanya merilekskan kerja jantung, Kopi Laos ini mengandung senyawa yang bisa memghangatkan tubuh serta meningkatkan stamina. Meski terbuat dari bahan rempah, Kopi Laos ini tidak mengeluarkan bau rempah yang menyengat, jadi tetap seperti kopi pada umumnya.

  • Dalam produksi Kopi Laos ada beberapa aspek-aspek manajemen produksi agar bisa menghasilkan barang produksi sesuai dengan yang diinginkan, maka perlu adanya beberapa tahapan yang dilakukan. Aspek yang harus diperhatikan secara khusus diantaranya adalah sebagai berikut.

  • Perencanaan produksi barang atau jasa, perencanaan produksi memiliki tujuan untuk melancarkan proses produksi secara sistematis. Adapun dalam hal ini ada beberapa keputusan yang harus diambil sebagai langkah awal. Diantaranya seperti jenis barang, kualitas barang, bahan baku yang digunakan, kuantitas barang serta pengendalian produksi itu sendiri. 

  • Pengendalian produksi barang atau jasa ini adalah tahapan kontrol produksi yang digunakan agar proses produksi sesuai dengan perencanaan. Adapun beberapa kegiatan yang berkaitan dengan pengendalian produksi, diantaranya seperti membuat perencanaan, menentukan target produk dan menyusun jadwal kerja.

  • Tujuan dari pengendalian produksi supaya mencapai hasil yang lebih maksimal dengan biaya yang seoptimal mungkin. Sedangkan aspek yang terakhir adalah pengawasan produksi. Tujuan dari pengawasan ini dilakukan agar poses produksi bisa berjalan sesuai dengan yang diinginkan, waktunya tepat, dan biaya operasionalnya sesuai.

    • Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Ketindan Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur tentunya ikut andil dalam pengembangan produk pertanian tersebut baik dalam hal pengenalan olahan, pendampingan, pelatihan sampai pada pemasarannya.

    • Beberapa tahapan yang telah disebutkan di atas tentunya akan bisa dicapai keberhasilannya apabila dilakukan dengan manajemen produksi yang tepat. Maka dari itu perlu diketahui bagaimana manajemen produksi pada produk Kopi Laos di Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Ketindan Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur.

    • Hal yang dapat diperhatikan adalah perencanaan dari pengolahan kopi laos sendiri mulai dari waktu, tempat, alat, dan bahan sudah direncanakan agar proses pengolahan dapat dilaksanakan secara efektif dan efisien. Jasa pendukung meliputi ruangan tempat pengolahan dan mesin untuk pengolahan hasil. 

    • Untuk Sumber Daya Manusia yang ada di Laboratorium pengolahan BBPP Ketindan yaitu penempatan karyawan yang sesuai dengan kemampuan serta tempat yang sesuai sehingga proses pengolahan dapat dilaksanakan secara efektif dan efisien. 

    • Proses pengolahan Kopi Laos dilakukan secara manual proses pengolahan kopi laos dilakukan melalui beberapa tahap yaitu dari sortasi, pencucian, pengecilan ukuran, perebusan, pendinginan, penyaringan, pemasakan, pengovenan, dan pengemasan. Pengolahan kopi laos dalam 1 kali produksi sebanyak 3 kg, jadi hasil dari 3 kg mendapat 20 botol Kopi Laos dengan berat 150 gr.

    • Pengendalian dan pengawasan pada saat pemasakan yaitu pemasakan sari Kopi Laos atau lengkuas untuk dijadikan instan kopi harus sangat dikontrol dengan menggunakan api sedang, dan harus selalu diaduk rata agar gula yang dimasukan tidak menjadi gulali.