Pepatah Afrika menyebutkan"Jika kamu ingin berlari cepat maka larilah sendiri, jika kamu ingin lari jauh maka larilah bersama-sama".

Begit juga disebuah organisasi maupun perseorangan, tak hayal jika memang benar jika manusia tidak bisa hidup tanpa adanya manusia lain di sekelilingnya. Di sinilah peran Habluminannas yang nampak jelas dirasakan.

"Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum,sebelum kaum itu mengubah sendiri apa yang ada pada diri mereka". Qur'an surah ar-Rad ayat 11

Memang benar kita membutuhkan orang lain yang akan ikut andil bahkan ikut berperan dalam kelangsungan hidup kita, tetapi tidak semerta-merta melimpahkan semua bahkan sampai hanya mengandalkan manusia lain untuk dijadikan pemanfaatan atas apa yang sudah menjadi tugas dan tanggung jawab kita sendiri.

Permasalahan yang terkait dengan adanya manusia yang sering saya temui dikeseharian adalah insecure dimana orang orang bahkan saya sendiri pun mengalami fase ini, ketika bertemu dengan orang yang lebih lebih segalanya dibanding kita.

Tidak hanya di dunia nyata tetapi penyakit ini juga bisa didapatkan di dunia maya, seperti sewaktu kita membuga akun akun orang melihat betapa cantik nan ganteng orang orang di dunia maya, betapa kaya harta yang mereka miliki.

Tetapi kita terkadang tidak mau tau dan tidak melihat sisi lain dari orang orang tersebut, kita tidak memikirkan bagaimana mereka bisa mendapatkan semua itu, bagaimana proses dan perjalanan jatuh bangun yang dia lalui.

Sedikit saya akan memberikan ulasan tentang Manajemen Diri, Menurut Soekadji, pengertian manajemen diri adalah sebuah prosedur yang menuntut individu untuk mengarahkan atau menata tingkah lakunya sendiri.

Prosedur ini dapat terdiri dari beberapa aspek, yaitu :

•Menentukan sasaran tingkah laku yang hendak di capai
•Memonitor tingkah laku dengan cara menentukan sediri prosedur yang hendak digunakan untuk memonitor perkembangan yang sudah di capai
•Melakukan evaluasi perkembangan tingkah laku.

Fungsi manajemen diri

1. Perencanaan (planning)

2. Perorganisasian (organizing)

3. Pelaksanaan (actuting)

4. Pengendalian (controling)

Menurut Prijosaksono (2006), manajemen diri dapat memberikan manfaat :

•Melepaskan stress, kecemasan, kemarahan, ketakutan dan dendam dan sakit hati.

•Menghilangkan rasa sakit dan penyakit dan penyembuhan diri

•Meningkatkan kreativitas

•Memecahkan dan menyelesaikan berbagai permasalahan

•Meningkatkan citra dan rasa percaya diri

•Meningkatkan kemampuan belajar dan membantu untuk mencapai prestasi

Tetapi ada berbagai tantangan yang mungkin akan kita jumpai,dan berbagai praktek manajemen yang umum dilakukan lainnya yang menyebabkan sistem dan budaya menjadi amburadul, sementara lingkungan organisasi yang baru, teknologi yang cepat berubah, tuntutan customer dan lain sebagainya menuntut organisasi yang lebih responsif.


Saya akan sedikit memberikan jabaran ciri-ciri Growth mindshet yang bisa kalian perlahan coba:

1. Kegagalan adalah kesempatan untuk belajar

2. Tidak khawatir jika terlihat tidak pintar

3. Jika dikritik bukan sebagai serangan tetapi sebagai sarana memperbaiki diri

4. Melakukan hal yang lebih susah dari hal yang biasa dilakukan

5. Tantangan sebagai eksperimen untuk mencari solusi

6. Tidak hanya terfokus hasil, tetapi juga menghargai langkah kecil untuk mencapai hasil.

Bagaimana menjadi pribadi dengan Growth mindset?
1. Pengetahuan diri, mendapat umpan balik dari orang lain dan atau refleksi,
2. Pemahaman partikel otak, otak anda bisa berubah karena pengalaman,
3. Coba cari tahu cerita orang sukses,
4. Melihat tantangan sebagai kesempatan memperbaiki diri.

Jadikan kritik itu untuk membangun diri kita, tentu kalian dan diri saya sendiripun banyak menuai kritik maupun hinaan dan sebagainya, tetapi disini kita bisa menyaring ulang dimana kritik yang bersifat membangun dan yang menjatuhkan.


Yang tau diri kita adalah diri kita sendiri, dan jika ingin sekedar bercerita atupun curhat kepada orang yang bisa kita percayai tidak apa tetapi kembali lagi ingatlah bahwa yang mengerti tentang dirikita sendiri adalah kita sendiri.


Terkadang banyak dari kita pergi ke tempat keramat, pergi ke orang lain untuk sekedar bercerita ataupun tanya psikolog tentang permasalahan kita, tetapi kita lupa untuk sekedar ngobrol untuk berkomunikasi dengan diri kita sendiri.


Bukan hasil yang menjadi tolak ukur seseorang sukses tetapi proses yang ia lalui dan bagaimana ia bisa bangkit dari keterpurukan tersebut. Kalimat terkahir untuk menutupi tulisan saya kali ini adalah kurangi insecure banyakin bersyukur.


"Cerita..., selamanya tentang manusia,kehidupanya, bukan kematiannya. Ya biarpun yang ditampaknya hewan, raksasa,dewa, atau hantu. Dan tak ada yang lebih sulit dapat difahami dari pada sang manusia... jangan anggap remeh si manusia, yang kelihatanya begitu sederhana; biar penglihatanmu setajam mata elang,pikiranmu setajam pisau cakur, peradabanmu lebih peka dari para dewa, pendengaranmu dapat menangkap musik dan ratapi tangis kehidupan; pengetahuan tentang manusia takkan bakal bias kemput". Pramody Ananta Toer