Di era maraknya teknologi, salah satu karya berupa komik tidak lagi terbatas di atas kertas. Komik beralih dari media cetak menuju media digital dengan memanfaatkan aplikasi dan jaringan internet. Salah satu aplikasi yang terkenal akan beragam judul dan genre komik di berbagai negara adalah Webtoon. Berkaitan dengan warna rambut, genre fantasi biasanya memunculkan tokoh-tokoh dengan warna rambut yang unik.

Warna merupakan bagian penting dalam komik sejalan dengan aspek visual yang ditonjolkannya. Warna yang dipilih oleh komikus akan memengaruhi ketertarikan pembaca dan suasana yang dibangunnya.

Pemilihan warna yang kuat dapat menarik perhatian pembaca meskipun terlihat sekilas. Dalam pengamatan sekilas itu, pembaca akan tertarik untuk melihat lebih detail ke dalam komik. Namun, bukan hanya warna kuat atau pekat saja yang mampu menarik pembaca. Ketertarikan seseorang pada komik dan style pewarnaan dipengaruhi pula oleh selera masing-masing pembacanya.

Selain itu, warna ternyata memiliki makna. Hal ini diketahui oleh adanya ilmu semiotika, yaitu ilmu mengenai tanda. Warna merupakan bentuk komunikasi nonverbal yang bermakna. Melalui keberadaannya  yang bermakna, warna pun diidentifikasikan sebagai tanda dalam ilmu semiotika.

Variasi warna mampu memengaruhi emosi dan jiwa manusia serta penggambaran karakter tokoh dalam sebuah karya. Hubungan warna dengan penggambaran karakter ditunjang dengan adanya ilmu psikologi sehingga hadirlah istilah “Psikologi Warna”. Salah satu studi dalam ilmu psikologi adalah tingkah laku manusia. Oleh karena itu, psikologi memiliki kaitan dengan pembentukan karakter, seperti halnya makna warna terkait karakter tokoh dalam komik.

Meskipun terdapat berbagai penelitian mengenai makna warna dan pengaruhnya pada karakter seseorang, warna dapat diartikan berbeda. Menurut Johann Wolfgang von Goethe (2006) dalam bukunya Theory of Colours, setiap warna memiliki kesan dan pengaruh tertentu, baik positif maupun negatif, terhadap emosi seseorang. Dapat diartikan pula bahwa kesan dan efek dalam memahami warna berbeda-beda menurut pandangan pribadi seseorang, seperti yang diungkapkan Johannes Itten (1990) dalam bukunya The Elements of Color.

Dalam mencari makna warna rambut tokoh dalam komik, dapat digunakan perpaduan antara ilmu yang berkaitan sebagai landasan, yaitu semiotika, psikologi warna, dan teori warna. Misalnya, makna warna rambut sebagai penggambaran karakter dalam komik Deadly 7 Inside Me karya Deruu RioTa dari aplikasi Webtoon.

Komik Deadly 7 Inside Me merupakan komik fantasi yang menceritakan konflik antara tujuh dosa besar dengan tujuh kebajikan besar. Tokoh utama komik ini adalah Envy, sang iri hati. Kehadiran dosa besar sebagai tokoh utama memengaruhi frekuensi kehadiran tokoh dosa besar lain. Tokoh tujuh dosa besar pun ditonjolkan, terutama dengan variasi warna rambut yang khas.

Warna dalam komik ini berlaku sebagai tanda. Dalam ilmu semiotika, tanda dibedakan menjadi tiga, yaitu ikon, indeks, dan simbol. Pembagian tanda dalam tiga jenis didasarkan pada ilmu semiotika oleh Charles Sanders Pierce.

Ikon adalah tanda dengan penanda dan petandanya memiliki hubungan alamiah. Indeks adalah tanda yang petandanya menunjukkan hubungan kausalitas atau sebab-akibat. Sementara itu, simbol diartikan sebagai tanda yang penanda dan petandanya bersifat semau-maunya dan berasal dari adanya kesepakatan sosial dalam memaknai tanda.

Ikon ditunjukkan melalui warna rambut tokoh tujuh dosa besar. Envy memiliki rambut warna hijau, Pride warna biru, Wrath warna merah, Sloth warna ungu, Greed warna kuning, Gluttony warna hitam dan putih, serta Lust warna merah muda.

Kemudian, indeksnya merupakan dialog-dialog dan gambar pada komik. Dialog yang dilontarkan oleh tiap tokoh dan gambar dapat diklasifikasikan sebagai indeks karena menunjukkan hubungan sebab-akibat yang mampu menyatakan kaitan warna rambut dengan karakter tokoh.

Lalu, warna rambut tokoh menjadi simbol karakter tokoh terkait. Warna rambut hijau menjadi simbol karakter kecemburuan, emosi, dan ketamakan melalui tokoh Envy. 

Warna rambut biru menjaadi simbol karakter merendahkan orang lain, intimidasi, kekuasaan, dan kekuatan melalui tokoh Pride. Warna rambut merah menjadi simbol karakter yang kuat, percaya diri, suka kekerasan, dan agresif melalui tokoh Wrath.

Kemudian, diwakili oleh tokoh Sloth, warna rambut ungu menjadi simbol karakter misterius, tidak peduli, dan malas. Karakter Greed mewaliki warna rambut kuning sebagai simbol karakter kreatif, penanda bahaya, tamak, dan pelit. 

Warna rambut hitam dan putih menjadi simbol karakter yang bebas dan misterius melalui tokoh Gluttony. Terakhir, warna merah muda menjadi simbol karakter feminin dan penuh kasih sayang melalui tokoh Lust.

Contoh analisis tersebut menunjukkan bahwa warna rambut tokoh tujuh dosa besar memiliki makna sebagai pembentuk karakter tokoh. Warna yang digunakan komikus terbukti tidak hanya berhenti sebagai faktor pengaruh selera pembaca dan pembangun suasana cerita saja.  

Oleh karena itu, warna rambut tidak semata-mata digunakan sebagai identitas atau ciri khas tokoh yang digambarkan. Warna rambut dapat memengaruhi selera atau ketertarikan pembaca dan suasana yang dibangun oleh komikus.

 Kehadiran variasi warna rambut juga mampu memengaruhi emosi dan jiwa pembaca ketika memandang tokoh. Warna rambut pun berpengaruh besar pada pembangunan karakter masing-masing tokoh dalam komik.