Jakarta - Seminggu lagi Olimpiade Tokyo akan berakhir pada periode 8 Agustus 2021 pekan ini. Setelah dilaksanakan pertandingan dan perlombaan dari Tanggal 23 Juli 2021 lalu. Olimpiade adalah kegiatan cabang olahraga terbanyak dibanding kegiatan olahraga lainnya. "Olimpiade ini dilaksanakan setiap empat tahun sekali yang pertama kali diadakan pada tahun 1896 oleh Komite Olimpiade Internasional".

Medali olimpiade merupakan puncak tertinggi yang akan diperebutkan dalam setiap pertandingan cabang olahraga. Sesungguhnya sangat berarti, bila para atlet bisa meraih medali kemenangan, karena secara tidak langsung akan mengangkat derajat dan martabat suatu bangsa. Tidak hanya dari nilai materi, namum perasaaan kebahagiaan dan kebanggaan diatas segalanya. Oleh karenanya harus memperjuangkan medali selama Olimpiade berlangsung.

Kemenangan para atlet akan diberikan 3 macam medali yaitu medali emas (Juara 1), medali perak (Juara 2) dan medali perunggu (Juara 3). Dari masing-masing medali menjadi impian dan harapan anak bangsa, tujuan utama tentunya medali emas namun bukanlah hal yang muda. Kenapa demikian persaingan para atlet dari Negara lain sangat ketat sudah pasti berlomba-lomba akan mendapatkannya, bahkan medali perak dan medali perunggu pun sulit untuk dimenangkan.

Perjuangan dan semangat para atlet perlu diberikan dukungan sepenuhnya baik dari pikiran, mental dan strategy saat bertanding. Ini menjadi kunci utama yang sangat menentukan untuk meraih medali, karena juara dunia dan juara olimpiade tahun sebelumnya bukan ukuran yang pasti bisa memenangkan setiap cabang olahraga yang dipertandingkan. Banyak juga atlet peringkat dunia atau rangkingnya teratas pulang kampung lebih awal, karena kalah bertanding dan tidak bisa melanjutkan ke babak berikutnya. 

Peringkat dunia bukan suatu jaminan menjadi juara Olimpiade Tokyo. Kendatinya setiap atlet yang masuk Olimpiade boleh dikatakan disamaratakan  dalam kekuatan fisik dan kemampuan sudah dipersiapkan dengan matang dan tentunya masuk kualifikasi. Saya ambil contoh yang paling mudah dari cabang olahraga Bulutangkis, yang mana di dalamnya ada atlet Indonesia harus mengalami kekalahan dari lawannya. Hal ini menjadi bahan evaluasi dari setiap atlet dan pelatih, jangan memandang sebelah mata lawan pertandingan.

Berikut penelusuran informasi yang di rilis dari media online dan terkemuka, bahwa peringkat dunia mengalami kegagalan menjadi juara di Olimpiade "tunggal putra Kento Momota asal Jepang  dikalahkan oleh tunggal putra asal Korea Selatan Heo Kwang-hee dua set langsung, ganda putra Kevin Sanjaya/Markus Gideon asal Indonesia dikalahkan oleh ganda putra asal Malasyia Aaron Chia/Soh Woou Yik, ganda campuran Zheng Si Wei/Huang Ya Qiong dikalahkan rekan se-Negaranya China oleh Wang Yi Lyu/Huang Dong Ping".


*** 


"Tunggal putri Tai Tzu Ying asal Taipe dikalahkan oleh Chen Yu Fei asal China dan ganda putri Yuki Fukushima/Sayaka Hirota asal Jepang dikalahkan oleh Chen Qing Yen/Jia Yi Fan asal China". Data ini tidak hanya dapat dari media online saja, namun saya gabungkan dengan menyaksikan, menonton televesi, melihat dan mendengar langsung dari stasiun televisi TVRI dan Indosiar. Karena selama olimpiade di siarkan langsung setiap hari, sehingga masyarakat Indonesia dan masyarakat Negara lain bisa mendukung dan berdo,a asal Negara nya masing-masing.

Selanjutnya menjadi proses pencapaian "Animo Meraih Medali" dengan uraian sebagai berikut : 

#1. Mengukir Sejarah Olimpiade

Melalui kegiatan Olimpiade menjadi catatan di dunia melalui Komite Olimpiade Internasional. Bahwa setiap atlet berprestasi mempunyai masa depan yang terang dan terdaftar di situs olimpiade, terutama setiap cabang olahraga yang diikuti dari perwakilan Negara masing-masing. Oleh karenanya, sungguh malang juga bila tidak bisa menyumbang medali untuk dipersembahkan kepada masyarakat dan bangsanya tercinta. Maka dari itu, semangat membara untuk mendapatkan medali baik emas, perak dan perunggu.

#2. Hadiah Milyaran Rupiah

Ini menjadi motivasi juga untuk para atlet dan pelatih sesuai yang dijanjikan pemerintah Indonesia akan memberikan hadiah yang cukup fantastis dengan rincian "medali emas akan diberikan hadiah (5 Milyar Rupiah), mediah perak (3 Milyar Rupiah) dan medali perunggu (1 Milyar Rupiah)". Pemberian hadiah tentu mempunyai harapan agar bisa berjuang sekuat tenaga untuk mendapat medali, hal ini dorongan sangat luar biasa karena secara psikologis para atlet memikirkan hadiah atau penghargaan lainnya dari pemerintah. 

#3. Image dan Prestasi

Melalui kegiatan olahraga membangun prestasi para atlet dan pelatih, tentunya dalam hal ini penting juga keterlibatan pemerintah untuk membuat program yang konsisten dilaksanakan baik pembinaan maupun pengawasan. Citra para atlet sudah pasti wajah dari asal Negaranya masing-masing, keserisusan menjadi tolok ukur dalam pembangunan anak muda atau generasi terutama dalam kegiatan olahraga. Sehingga dalam berbagai macam kegiatan olahraga lainnya mampu menunjukan kehebatan untuk menjadi juara dan mendapat medali, yang akan dipersembahkan kepada Negaranya tercinta.

#4. Penghargaan HUT Indonesia

Menjadi kebanggaan masyarakat Indonesia bisa menyumbang medali sebagai hadiah ulang tahun bangsa Indonesia yang ke-76 tahun. Untuk itu, kita berikan penghargaan setinggi-tingginya kepada atlet Bulutangkis ganda campuran Gresyia Polii/Apriyani Rahayu yang berhasil merebutkan medali emas, atlet angkat besi Eko Yulianto berhasil mendapatkan medali perak, Windy Cantika Aisah dan Rahmat Erwin menghasilkan medali perunggu dengan medali sama yaitu atlet angkat besi dan atlet bulutangkis Anthony Sinisuka Ginting berhasil memperjuangkan medali perunggu.

Menjadi bahan evaluasi dan intropeksi dalam kegiatan cabang olahraga, sehingga dalam kesempatan Olimpiade berikutnya pemangku kepentingan yang terlibat di dalamnya menjadi Indikator utama untuk memperbaikinya seperti para atlet, pelatih, strategy dan inovasi pelatihan, pengembangan individu dari masing-masing para atlet dan lain sebagainya.