Kehidupan di zaman ini sudah makin canggih oleh karena perkembangan teknologi yang makin modern. Kondisi yang demikian memberikan banyak sekali perubahan dalam aspek-aspek kehidupan manusia saat ini.

Berbagai kemudahan telah muncul dari adanya perkembangan teknologi yang membantu manusia dalam menyelesaikan persoalan hidupnya. Zaman yang modern ini ditandai dengan kemajuan teknologi dalam menanggapi kebutuhan hidup manusia.

Kehadiran teknologi saat ini sudah begitu pesat dan banyak dirasakan semua orang di dunia. Hal yang tampak adalah tentang penggunaan gawai sebagai alat komunikasi.

Namun gawai sendiri saat ini sudah berkembang sebagai gaya hidup (life style) masyarakat modern sebagai alat yang membantunya dalam banyak hal. Kemajuan teknologi yang ada menjadikan manusia tidak bisa lepas dari padanya dan ada ketergantungan selalu untuk membutuhkannya.

Dampak dari kemajuan teknologi yang dimanfaatkan saat ini, yakni adanya ojek online. Di Indonesia, ojek online sudah ada, yakni Go-Jek. Perkembangan yang ada merupakan hasil gabungan dari kebutuhan masyarakat dan kecanggihan teknologi.

Hasilnya adalah adanya transportasi online. Fenomena ini menjadi sebuah inovasi terbaru antara pekerjaan sebagai ojek dan teknologi yang digabungkan, sehingga membuka banyak sekali peluang dalam kehidupan manusia. Dari sini timbullah tantangan akan tujuan manusia dalam memanfaatkan teknologi akan nilai yang dirasakannya.

Max Scheler memberikan sebuah pandangan tentang nilai, yakni sebuah kualitas atau sifat yang membuat apa yang bernilai menjadi bernilai. Lalu bernilai sendiri merupakan wahana atau pembawa nilai itu sendiri.

Berangkat dari sini, nilai dibaginya dalam beberapa kriteria dan hierarki. Ada 4 gugusan nilai, antara lain:

  1. Nilai-nilai menyenangkan dan tidak tidak menyenangkan, yang mana dalam nilai ini dijelaskan dalam kaitan kebutuhan dasar manusia.
  2. Nilai-nilai vital terkait dengan yang halus dan yang biasa, kesehatan (sehat atau sakit).
  3. Nilai-nilai rohani yang meliputi nilai estetis (keindahan), nilai benar atau salah hingga nilai pengetahuan murni.
  4. Nilai-nilai yang kudus dan profan yang menunjukkan pada obyek absolut seperti dalam diri para kudus/martir.

Nilai-nilai yang ada itu memiliki hierarki yang ditentukan oleh Scheler mulai dari yang terendah, yaitu makin lama sebuah nilai bertahan akan makin tinggi kedudukanya. Lalu nilai yang makin tinggi akan menyebabkan ia tidak dapat dibagi lagi.

Dengan makin tinggi nilai tersebut akan mendasari nilai-nilai lain. Selanjutnya, makin dalam nilai tersebut akan menghasilkan nilai yang makin tinggi. Akhirnya makin relatif nilai.

Inilah urutan hierarki yang saling berkaitan antarnilai yang ada. Manusia bertindak dengan etis dan merealisasikan nilai kebaikan moral apabila ia selalu memilih nilai yang lebih tinggi terhadap yang lebih rendah.

Perkembangan transportasi Indonesia kini telah berbasis teknologi. Wujud nyatanya adalah adanya transportasi yang berbasis sistem online, yaitu Go-Jek Indonesia.

Merunut dari kisah pendirinya model transportasi, yakni Nadiem, menyatakan bahwa banyaknya kebutuhan hidup manusia yang harus dipenuhi. Mulai dari mengatasi kemacetan hingga kebutuhan belanja hendak disajikan dalam satu solusi saja.

Dengan adanya solusi ini, hendaknya banyak yang terbantukan. Mulai dari pembukaan lapangan kerja baru dan menjanjikan serta bisa mempermudah mengatasi permasalahan yang diharapkan.

Dari para pekerja Go-Jek sendiri, antara lain sebagai staf kantor dan pengendara (driver), mendapatkan bidang usaha yang berbeda. Para karyawan yang bekerja di kantor diberi kebebasan dalam bekerja, dalam artian bisa menentukan waktu kerjanya sendiri.

Nilai yang hendak diusung di sini adalah be fearless, customer obsession, zero ego, data driven, inspire others. Dengan demikian, para pekerja di perusahaan itu bisa memaksimalkan potensi mereka sesuai dengan keinginan diri mereka dan terarah pada tujuan yang sudah diletakkan oleh perusahaan Go-Jek Indonesia.

Pada para driver sendiri, mereka mendapatkan upah per kilometernya sebesar Rp1.600. Adanya bagi hasil antara driver dengan perusahaan sebesar 70% driver dan 20% perusahaan. Adapun tambahan poin dari kerjanya seperti Go-send, Go-food, dll. akan memberikan intensif tersendiri pada penghasilan Go-Jek.

Teknologi menjadi kesempatan bagi manusia untuk membantu memudahkan kehidupan manusia. Harapannya, segala kebutuhan dan persoalan hidup manusia yang saat ini ada dapat diatasi dengan baik.

Go-Jek Indonesia ingin menghadirkan nilai yang efektif dan efisien. Terlihat dalam pengembangan soal transportasi disertai dengan kebutuhan lainnya, seperti membeli makan, mengirim paket, hingga layanan memijat tubuh, dan lain-lain.

Teknologi yang awalnya adalah kebutuhan tersier bagi manusia karena merupakan alat. Namun dalam perkembangan, hidup manusia telah secara sadar atau tidak sadar naik tingkat menjadi kebutuhan sekunder bahkan primer.

Nilai-nilai perusahaan Go-jek dalam pelayanannya dilihat dalam kacamata pemikiran Scheler. Hal yang dilihat terkait dalam beberapa nilai, yakni nilai enak dan tidak enak, dan nilai vital terkait rasa bahagia atau sedih.

Dengan melihat nilai enak-tidak enak sendiri, Go-Jek telah hadir mengupayakan penyelesaiannya lewat kerja yang efektif dan efisien. Manusia tidak perlu lagi repot-repot harus keluar rumah untuk membeli makan atau berkendara jauh.

Kondisi itu telah ditolong lewat adanya model transportasi yang mengatasi hal itu. Enak atau menyenangkan dalam arti fisik telah terwujud di dalam Go-Jek.

Lalu nilai vital sendiri terkait dengan para pekerja yang ada di dalamnya. Mereka telah diberikan ruang kelulasan bekerja. Perasaan bahagia ingin dihadirkan dalam diri para pekerjanya.

Harapannya agar segala kemungkinan mereka dapat enjoy bekerja dan menumbuhkan potensi-potensi mereka bisa secara maksimal terwadahi. Dengan begitu, kemajuan perusahaan akan dapat dirasakan dan para costumers akan ikut merasakan pelayanan yang memuaskan. Inilah nilai vital yang sudah dikantongi Go-Jek dalam menerapkan nilai-nilainya.

Akhirnya, melihat kriteria nilai, boleh dikatakan bahwa dua nilai yang ada itu telah menunjukkan ketahanan nilai, di mana terus dikembangkan dalam proses inovasi membaca kebutuhan konsumen.

Begitu pula nilai yang makin tinggi tidak perlu dibagi, yang mana ada dalam upaya kerja dari para karyawan Go-Jek sendiri. Mereka bebas menentukan waktu mereka untuk bekerja sehingga tidak akan menghambat atau mengganggu yang lainnya dan pelayanan terhadap costumers tetap terjaga.

Dengan demikian, teknologi yang ada, yaitu Go-Jek, telah diupayakan secara maksimal oleh para penggunanya untuk mengatasi kebutuhan hidup di zaman ini. Aneka kebutuhan telah melahirkan nilai-nilai baru yang dapat dimanfaatkan untuk mengatasi persoalan yang ada, bahkan memberi peluang inovasi bagi kesejahteraan masyarakat.

Go-Jek telah menunjukkan bahwa manusia tidak pernah berhenti mencari penemuan baru bagi hidupnya. Berangkat dari setiap tantangan yang ada pasti ada solusinya.

Nilai pun juga saling berkaitan satu sama lain dalam menopang. Walaupun Go-Jek masihlah berada pada dua jenis nilai, setidaknya memberikan arti bagi hidup manusia yang makin beraneka ragam jenisnya.