Di sela-sela kepadatan rutinitas hidup, perasaan bosan yang melanda sudah menjadi hal biasa. Yang tak biasa adalah menemukan solusi mengatasi kebosanan itu.

Mengapa kebosanan harus cepat diatasi? Ya, karena rasa bosan ibarat virus ganas yang akan menyerang ke segala arah. Bisa jadi, kebosanan akan menggerogoti hari kita menjadi tidak bermakna sama sekali.

Nah, tidak ingin bukan hari-hari kita terbengkalai karena masalah-masalah sepele yang sebenarnya tak boleh disepelekan?

Berdiam sejenak mungkin bisa menenangkan pikiran dari segala kerumitan sekaligus kebosanan. Cukup satu menit saja. Istilahnya, meditasi super singkat sih menurutku. Tapi, efeknya luar biasa untuk atur ulang pikiran.

Beruntunglah orang-orang yang masih memiliki hari libur di antara pekerjaannya. Sayangnya, tidak semua orang beruntung.

Jangan berkecil hati. Kita bisa menciptakan keberuntungan itu walaupun situasi kurang beruntung. Bagaimana caranya? Ya, dengan mengolah pikiran kita supaya selalu 'merasa beruntung'.

Coba pikirkan, "Berapa banyak orang-orang di luar sana yang menginginkan posisi kita sekarang?"

Memang, bosan adalah hal biasa yang bisa menjangkiti siapa saja. Faktor utamanya adalah berada dalam keadaan dan situasi sama tiap harinya. "Itu-itu saja" ampuh menyebabkan kebosanan.

Baca Juga: Buah Kebosanan

Tentu tidak bisa kita berganti pekerjaan tiap hari untuk menghindari "itu-itu saja". Maka, harus diubah bagian mana yang tidak boleh "itu-itu saja".

Pola pikir kita yang tidak boleh lemah; tidak boleh gampang menyerah; dan tidak boleh manja! Siapa lagi yang akan peduli dengan diri sendiri kalau bukan pemilik jiwa sendiri? Tidak ada.

Jadi, sebenarnya yang paling ampuh adalah motivasi dari dalam diri, bukan dari orang lain. Kesadaran supaya cepat-cepat mengenyahkan kebosanan hanya bisa dilakukan dari dalam diri, bukan mengharapkan orang lain yang melakukannya.

Rasa bosan itu baik. Kenapa aku berasumsi begitu? Karena dengan adanya kebosanan, kita berupaya mencari solusi dan kebaruan untuk bersemangat lagi.

Satu kali atau dua kali rasa bosan masih bisa dikatakan wajar. Tapi, kalau sering dan menjadi kebiasaan (mengalahkan rutinitas yang ada), itu tidak wajar lagi. Rutinitas kita akan terganggu dan produktivitas tidak maksimal.

Aku kerap didera kebosanan tiap akan memulai aktivitas rutin. Tak jarang juga mood berantakan gara-gara itu. Hasilnya, ya uring-uringan sepanjang hari. Alih-alih ingin bekerja maksimal, hasilnya jauh dari yang diharapkan.

Aku mulai mencari solusi lain supaya kebosanan tidak betah bersarang di kepalaku. Hingga aku mengusirnya melalui segenap perubahan pola pikir, "Aku tak boleh begini terus, aku harus memiliki hari yang berkualitas."

Sudah kubulatkan tekadku untuk memiliki hari yang berkualitas. Sebagaimana pepatah umum, times is money. Aku tak mau membuang-buang waktuku, sebagaimana aku sangat menyayangi uangku.

"Menyayangi uang" bukan berarti pelit. Aku hanya mengerti bagaimana susahnya mengumpulkan rupiah. Begitu pula aku menghargai berapa pun jumlah uang itu, baik sedikit maupun banyak. Termasuk uang recehan (logam) yang biasanya didapatkan dari kembalian ketika berbelanja sayuran.

Waktu sangat berharga. Alangkah ruginya membiarkan kebosanan menghabiskan waktu kita. Dan, belum tentu hari esok masih milik kita. Who knows?

Ada pengalaman berharga yang membuat hatiku tersindir pilu. Saat aku enggan berangkat bekerja, aku melihat bapak-bapak tua renta mendorong gerobak jualannya dengan susah payah. Langsung pilu hatiku, "Ya Tuhan, aku tak sadar diri. Bapak itu sudah tua, tapi semangat bertahan hidupnya luar biasa. Sedangkan aku? Aku masih muda, tapi tak ada apa-apanya dibandingkan bapak itu."

Melihat keadaan yang begitu memprihatinkan, kok menjadi malu sendiri. Aku masih muda, sehat, kesempatan ada; kok bisa-bisanya mengeluh terus? Aku sangat malu.

Ya, begitulah. Terkadang aku tak sadar diri. Ada keadaan orang lain di luar sana yang lebih parah dariku; mereka tetap berusaha dan pantang menyerah. Dan, aku malah memberi kekuatan pada keluhan-keluhan serta membiarkannya tumbuh subur mengalahkan semangat hidupku.

Berakit-rakit dahulu, berenang ke tepi kemudian. Bersakit-sakit dahulu, baru senang kemudian.

Kalahkan bosan yang tidak sepantasnya diberi tempat, beri tempat seluas-luasnya untuk semangat. Selagi muda, mari bekerja keras. Selagi ada kesempatan, mari manfaatkan sebaik-baiknya. Mana ada hidup enak tanpa kerja keras? Ada, tapi sayangnya itu bukan aku.

Rasanya kurang etis ya kalau membicarakan masalah tanpa memberi solusi langsung. Aku ingin membagikan tip-tip mengalahkan kebosanan yang biasa kulakukan sendiri.

Pertama, langsung disindir oleh Tuhan melalui penglihatan akan orang-orang yang kurang beruntung. Jadi, peka sedikit dong! Jika melihat bapak-bapak tua yang menjual dagangan pakai sepeda, jangan menyalahkan karena dia kurang berusaha atau dan sebagainya. Tapi, bersyukurlah karena kita diberi kesempatan yang lebih baik dan disuruh berusaha lebih keras lagi.

Bagiku, tip pertama ini sudah ampuh sekali menusuk hati. Perasaan malu dan tidak enak terhadap orang lain yang kurang beruntung bisa memacu semangat yang kerap kali kalah dengan kebosanan.

Kedua, memakai pakaian yang meningkatkan mood. Jangan salah, lho, pakaian yang nyaman bisa meningkatkan produktivitas kita. Pasti ada pakaian yang dengan menggunakannya maka kita merasa cantik/tampan, lebih segar, dan lain-lain. Pasti ada! Ditambah lagi dengan parfum favorit, pasti rasa bosan berangsur minggat.

Ketiga, mendengarkan musik kesukaan sebelum berangkat kerja. Biasanya aku mendengarkan musik kesukaanku ketika bersiap-siap dan sarapan. Boleh juga selama di perjalanan menuju tempat kerja, tapi tetap harus berhati-hati ketika mengemudikan kendaraan.

Keempat, menjauhi hal-hal pemicu kebosanan dan mood berantakan. Misalnya, kekasih yang uring-uringan terus bisa menghancurkan hari. Awalnya bosan kepadanya, lama-lama beralih bosan kepada hari-hari kita. Jadi, solusinya jauhi saja, hehe.

Selain tip-tip tersebut, aku juga sangat suka mengingat firman Pencipta dalam Ar-Rahman ayat ke-13, "Maka nikmat Tuhan mana lagi yang engkau dustakan?"

Demikianlah pengalaman kebosanan dan solusinya yang biasa kuterapkan untuk diriku sendiri. Semoga bisa membantu dan bermanfaat.