Sebagai makhluk sosial, komunikasi adalah hal yang sangat penting. Walaupun terlihat biasa saja, namun komunikasi setidaknya memiliki aturan yang berguna untuk mengarahkan kita agar tidak menimbulkan makna yang berbeda pada lawan bicara.

Aturan tersebut sering kali terlupakan apalagi jika kita berada pada lingkungan pertemanan yang santai, dan sering kali kita tidak memperhatikan situasi lingkungan sekitar yang berakhir kita memiliki komunikasi yang tidak baik dan hal tersebut akan terus terbawa sampai kita dewasa.

Dan untuk memberitahukan tentang aturan komunikasi tersebut, kita bisa belajar tentang pembelajaran bahasa. Pembelajaran bahasa ialah belajar komunikasi, yang mana hal tersebut fungsi untuk meningkatkan kemampuan seseorang dalam berkomunikasi, baik secara lisan maupun tulisan.

Kegiatan pembelajaran bahasa sangat penting untuk dipelajari apalagi pada anak usia dini, karena mereka yang masih memiliki pola pikir yang bebas yang mana sangat mudah untuk diatur dan diberi pelajaran tentang hal yang baik untuk menunjang kegiatan mereka di masa depan.

Di dalam kurikulum tahun 2013, bagian pendekatannya menekankan anak-anak pada pengembangan sikap dan budi pekerti mereka sehingga sastra dan bacaan dongeng serta cerita rakyat sebagai bahan ajar yang sangat menarik sebagai landasan mengasah kepribadian dan budi pekerti anak. 

Oleh karena itu, selain bekal materi yang akan digunakan para pengajar, objek sastra anak yakni dongeng juga dapat digunakan sebagai salah satu alternatif dalam pembelajaran bahasa ini seperti anak-anak yang menceritakan kembali tentang dongeng yang sudah mereka ketahui.

Kemudian, hal tersebut juga dapat berfungsi untuk meningkatkan kekreativitasan pada anak-anak, yang mana mereka dapat berpikir bagaimana caranya untuk menceritakan kembali tentang dongeng yang telah diceritakan atau bahkan yang telah mereka ketahui kepada teman, keluarga, atau sanak saudara lainnya.

Pada saat itulah pola pikir anak-anak tentang pembelajaran bahasa sedikit demi sedikit dapat meningkat, apalagi jika berada dalam situasi pembelajaran yang menyenangkan dan tentunya para pengajar juga memberikan teorinya dengan mudah yang dapat mereka pahami.

Maka dari itu, pembelajaran bahasa dan sastra harus mulai diperkenalkan sejak dini atau pada pendidikan dasar karena banyak memiliki manfaat yakni mengasah imajinasi anak, melatih kepekaan anak, dan mendorong keberanian anak untuk berekspresi dengan bebas tanpa rasa takut.

Dalam perencanaan untuk peningkatan pembelajaran bahasa ini, mahasiswa Universitas Pamulang melakukan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) yang berlokasi di TPQ Al-Hidayah yang terletak di Jl. Zam Zam Raya No.9, Islamic Village Tangerang.

Dalam melaksanakan kegiatannya, mahasiswa UNPAM ini dibimbing oleh Ibu Dewi Yanti, S.Pd., M.Pd. yang merupakan dosen Fakultas Sastra Universitas Pamulang. Kegiatan PKM ini berlangsung selama dua hari yaitu pada tanggal 30 September - 01 Oktober 2021.

Pelaksanaan ini bertujuan untuk meningkatkan pembelajaran bahasa pada anak usia dini dengan media sastra anak yaitu dongeng. Dan untuk tercapainya tujuan kegiatan ini tentunya para mahasiswa UNPAM menggunakan metode yang tepat yaitu, mengajar dan mentoring.

Metode mengajar yang dilakukan bermanfaat untuk memberikan pemahaman materi pada anak-anak usia dini. Dalam metode mengajar ini, mahasiswa UNPAM seperti memberikan penjelasan tentang sastra anak dengan menceritakan satu kisah dongeng, serta menjelaskan sedikit tentang pembelajaran bahasa.

Begitu pula dengan metode mentoring, metode ini membuat mahasiswa UNPAM memiliki kesempatan untuk lebih dekat dengan anak-anak dan bisa mengajarkan secara langsung tentang kebahasaan yang baik dan benar serta dapat mengoreksi tentang kekeliruan yang sang anak alami.

Ibu Khodijah selaku Seksi Pendidikan di TPQ Al-Hidayah mengatakan, “Alhamdulillah ya, jadi anak-anak ada wawasan lain di luar kegiatan mengaji, untuk menambah ilmu mereka juga jadi mereka ga cuman mengaji namun ada suasana baru, ga bikin mereka boring karena ada selingan”.

Beliau juga menambahkan, "Terima kasih kepada mahasiswa dari Universitas Pamulang yang telah melaksanakan PKM di sini, yang tentunya sudah bersedia berbagi ilmunya pada adik-adik di TPQ Al-Hidayah. Besar harapan saya, semoga dengan adanya kegiatan ini anak-anak juga bisa belajar tentang kebahasaan yang baik".

Dengan dilaksanakannya PKM ini, mahasiswa UNPAM berharap agar anak TPQ Al-Hidayah dapat terus meningkatkan pengetahuan mereka tentang sastra anak, serta memiliki bekal tentang pembelajaran bahasa yang dapat dilakukan baik di sekolah maupun di luar sekolah.

Dan dengan begitu, anak-anak TPQ Al-Hidayah akan memiliki kegiatan sosial yang baik serta terwujudnya komunikasi yang menjunjung tinggi aturan yang diperhatikan oleh masyarakat luar, yang sangat diyakini akan mendapatkan dukungan penuh oleh keluarga masing-masing.

Serta kembali menciptakan pola komunikasi yang baik yang diawali oleh anak-anak pada usia dini dan mereka tidak akan takut untuk menunjukkan pada dunia jika mereka memiliki bekal komunikasi yang baik yang telah diasah sejak dini, agar menjadikan mereka sebagai cikal bakal pembicara yang handal.