Istilah homesick sudah tidak asing lagi bagi sebagian orang, terutama pada kalangan mahasiswa. Apa itu Homesick? Ya, secara sederhana homesick dapat diartikan rindu rumah. Perasaan tersebut sangat lumrah terjadi pada mahasiswa rantau yang jarak rumah dan kampusnya jauh sehingga harus hidup sendiri dan tinggal jauh dari rumah. 

Perasaan homesick bukan hanya sekedar rindu rumah, tetapi juga rindu bagaimana suasana, lingkungan, dan orang-orang terdekat di sekitar rumah. Mengapa seseorang bisa mengalami homesick? Ada beberapa faktor yang menyebabkan seseorang mengalami homesick.

Yang pertama saat seseorang berada pada lingkungan baru dan merasakan kurang puas atau kurang cocok dengan kondisi lingkungan baru. Kedua, apabila seseorang merasakan kesulitan dalam melakukan hal baru. Ketiga tidak bisa menyesuaikan diri hingga menyebabkan hubungan dengan orang di sekitar, menjadi kurang baik.

Hal-hal tersebut sering kali membuat seseorang mengalami homesick karena merasa lebih baik ketika berada di rumah. Seperti mahasiswa rantau yang banyak mengalami homesick. Mereka merasa bahwa hidup jauh dari rumah tidak nyaman dan tidak menyenangkan.

Namun, tidak semua mahasiswa rantau merasakan homesick. Bagi beberapa mahasiswa rantau mungkin tinggal jauh dari rumah bisa menjadi hal yang menyenangkan, merasa lebih bebas, meningkatkan kemandirian, dan menambah pengalaman. Bahkan tidak jarang pula mahasiswa yang sengaja mendaftar di kampus yang jaraknya jauh dari rumah agar bisa merasakan hidup rantau.

Bagi kalian mahasiswa rantau yang mengalami homesick, tidak perlu khawatir, karena fenomena homesick bukanlah suatu penyakit atau gangguan mental. Homesick hanya perasaan yang muncul karena penyesuaian diri dan tidak bersifat permanen. Setiap individu dapat merasakan homesick dalam jangka waktu yang berbeda. 

Pada beberapa orang, perasaan homesick hanya dialami selama beberapa hari setelah berada di lingkungan baru. Namun, terdapat pula beberapa orang yang mengalami homesick dalam waktu yang cukup lama, berhari-hari bahkan berbulan-bulan. Homesick yang berlarut-larut dapat menyebabkan dampak buruk loh!

Sebagai mahasiswa, tentunya ada banyak kegiatan yang akan dilakukan selama masa perkuliahan. Lalu bagaimana dengan mahasiswa rantau yang mengalami homesick? Tentu saja, hal itu akan mengganggu dan menghambat dalam masa kuliah. 

Homesick dapat menyebabkan seseorang menjadi tidak fokus dan tidak bersemangat dalam melakukan sesuatu. Selain itu, pada beberapa orang, homesick dapat menyebabkan stres, tidak nafsu makan, bahkan sakit.

Mahasiswa rantau yang mengalami homesick tentunya tidak ingin perasaan tersebut berlarut-larut dan memberikan dampak yang buruk bagi dirinya sendiri. Lalu Bagaimana cara mengatasi perasaan homesick ini? 

Yang pertama, berusaha menenangkan diri dan meyakinkan pada sendiri sendiri bahwa homesick hanya perasaan sementara, karena hanya diri sendiri yang dapat mengontrol emosi serta perasaan. Dengan begitu, seiring berjalannya waktu homesick akan mereda.

Kedua, mengikuti kegiatan positif yang dirasa menyenangkan untuk mengisi waktu luang. Kegiatan yang bisa dilakukan antara lain, mengikuti organisasi, himpunan, Unit Kegiatan Mahasiswa(UKM), atau kegiatan di luar kampus. 

Selain mengisi waktu luang, cara ini juga dapat mengasah kemampuan, menambah pengalaman, dan menambah relasi pertemanan.

Ketiga, sering menghubungi keluarga melalui pesan, telepon, atau telepon video untuk mengurangi rasa rindu. Ini adalah cara yang cukup ampuh, karena dengan melihat dan mendengar kabar dari keluarga di rumah akan meredakan rasa rindu. 

Apalagi, saat ini kita sudah dimudahkan dalam berkomunikasi bisa melalui panggilan video, jadi terasa seperti bertemu walaupun dalam jarak jauh.

Keempat, memelihara hewan peliharaan. Dengan memelihara hewan peliharaan kamu dapat menghilangkan rasa bosan. Selain itu bermain dengan hewan peliharaan juga dapat mengurangi stres dan depresi loh!

Kelima, mengeksplor daerah rantau. Tinggal di kota baru, tentunya belum banyak tempat-tempat yang kamu ketahui. Kamu bisa mencoba untuk jalan-jalan keluar, mengunjungi tempat-tempat wisata, mencoba berbagai kuliner di daerah rantaumu, selain mengisi waktu luang, dengan mengeksplor daerah rantau akan membuat kamu betah seiring berjalannya waktu.

Keenam, mendekor kamar kos atau tempat tinggal selama merantau. Kamu bisa mendekor kamar kos untuk menciptakan tempat tinggal yang nyaman selama merantau dengan penataan ruang, atau warna cat tembok yang kamu suka untuk meningkatkan mood kamu selama tinggal di tempat tersebut.

Ketujuh, menghilangkan jenuh dengan teman yang dirasa dekat. Tidak sulit, kamu bisa meredakan perasaan homesick dengan cara ini. Kamu bisa mengobrol, bercerita, jalan-jalan dengan teman dekatmu sekaligus mengeksplor daerah rantau. Jika kebetulan teman kamu juga merasakan homesick, kalian bisa berbagi solusi dan saling menguatkan satu sama lain.

Yang terakhir, apabila dengan cara-cara di atas kamu masih merasa homesick, kamu bisa melakukan cara ini. Pulanglah sesekali ke rumah, jika kamu memiliki waktu luang. Dengan pulang ke rumah kamu bisa melepas rindu.

Nah itu tadi beberapa tips untuk kalian yang sedang mengalami homesick. Tidak perlu khawatir karena perasaan homesick hanya perasaan sementara yang dapat diatasi. Kamu bisa melakukan cara lain untuk mengatasi perasaan homesick dengan caramu sendiri. Jangan biarkan homesick berlarut-larut dan mengganggu aktivitasmu. Semoga tips di atas bisa mengatasi rasa homesick kalian ya!