Dari semua mahasiswa di perkuliahan tidak asing lagi dengan istilah kupu-kupu, kura-kura (kuliah rapat-kuliah rapat), kunang-kunang (kuliah nangkring-kuliah nangkring), beberapa cara tersebut yang dilakukan mahasiswa di dalam dunia perkuliahan. 

Wel, salah atau tidak ya menjadi mahasiswa kupu-kupu itu?. Menjadi mahasiswa kupu-kupu itu mungkin ada yang menganggap itu salah bahkan ada yang menganggap itu biasa saja, semua kembali pada diri sendiri dari masing-masing mahasiswa. 

Mahasiswa kupu-kupu adalah kepanjangan dari kuliah pulang kuliah pulang, sering kali jumpai kita dengan istilah kupu-kupu tersebut di kalangan mahasiswa khususnya pada saat menjadi mahasiswa baru.

Di dalam benak para mahasiswa yang mungkin itu menuju ke kategori kupu-kupu mungkin dia susah membagi waktu, (keterbatasan waktu), ingin fokus belajar agar mendapatkan IPK yang tinggi atau (Cum laude). Tujuan dari mahasiswa kupu-kupu yaitu lebih mementingkan IPK.

Setiap mahasiswa pasti memikirkan IPK di perkuliahan, IPK kepanjangan Indeks Prestasi Kumulatif yang merupakan nilai rata-rata dari seluruh mata kuliah yang telah ditempuh sejak semester pertama sampai akhir. IPK itu sangat penting  bagi setiap mahasiswa di saat kelulusan. 

Apakah IPK itu penting untuk melamar pekerjaan? tentu saja sangatlah penting, tetapi IPK bukanlah yang terpenting bagi perusahaan. Yang terpenting dalam bekerja di suatu perusahaan atau tempat kerja lainnya adalah tentang komunikasi dan soft skill lainnya. 

Banyak yang menganggap mahasiswa kupu-kupu itu mahasiswa yang cupu terhadap suatu kegiatan, banyak yang ngomong mahasiswa yang memuja-muja IPK tinggi, dan mahasiswa yang kurang dibutuhkan oleh perusahaan.

Mungkin banyak yang dibutuhkan oleh perusahaan yaitu mahasiswa yang aktivis dalam suatu kegiatan-kegiatan leadership, mahasiswa yang banyak pengalaman, dan banyak relasi. 

Intinya dari mahasiswa kupu-kupu adalah ingin fokus pada perkuliahan sehingga dapat lulus tepat waktu, tidak fokus atau tidak aktif pada kegiatan-kegiatan mahasiswa, dan sebagian besar memiliki tipe kepribadian introvert. 

Nah, dari permasalahan-permasalahan tersebut juga bisa menjadi penyebab mahasiswa tersebut tidak mau aktif kegiatan mahasiswa, tidak mau bergabung ke organisasi-organisasi himpunan. Sehingga, mahasiswa tersebut hanya melakukan kuliah setelah itu pulang.

Kembali pada diri kita sendiri menjadi mahasiswa tidak usah terpaku dengan suara-suara orang lain sehingga membuat kita takut. Banyak juga teman yang ngomong ‘’Eh, kamu kok ga ikut himpunan’’. No, jika kita nurut dengan omongan orang lain itu ada benarnya, tetapi masih menjadi problem bagi diri kita sendiri. 

Be yourself lakukan apa yang sudah kita jalani sesuai hati jika ingin menjadi mahasiswa kupu-kupu juga tidak salah, memang kita tidak terbiasa pada kegiatan atau organisasi di kampus seperti himpunan dan lainnya. Jika menjadi mahasiswa kupu-kupu itu menyenangkan jalani saja.

Jika orang-orang menganggap mahasiswa kupu-kupu rugi itu benar, karena tidak mendapatkan relasi yang luas, tidak ada keahlian atau kemampuan untuk mengisi CV (Curriculum Vitae), dan berkurangnya wawasan menjadi salah satu penyebab kita sulit mendapat pekerjaan.

Apakah Mahasiswa kupu-kupu itu jika kuliah langsung pulang itu hanya kuliah pulang terus tidur?. Eits, belum tentu, mungkin mahasiswa tersebut banyak  juga melakukan kegiatan- kegiatan di luar dari perkuliahan yang penting bagi dirinya sendiri dan untuk kepentingan masa depan.

Kegiatan yang perlu dilakukan mahasiswa kupu-kupu agar dapat meningkatkan kualitas pada dirinya dan untuk kepentingan masa depan, serta agar tidak semua orang atau mahasiswa menganggap kupu-kupu itu mahasiswa yang takut atau kurang mampu dalam kegiatan lainnya. Antara lain sebagai berikut :

1. Bekerja di luar dari perkuliahan

Yang pertama bekerja di luar perkuliahan itu dapat menambah keahlian mahasiswa untuk masa depan yang akan datang. Bekerja dapat meringankan beban orang tua sendiri. Dalam bekerja kita mendapatkan upah tambahan untuk membayar biaya perkuliahan dan untuk biaya hidup semasa kuliah.

2. Berolahraga

Yang kedua berolahraga dapat menjadikan kegiatan mahasiswa untuk mengisi waktu luang ketika selesai perkuliahan dengan mengajak teman, seperti jogging, gym, berenang dan lain sebagainya. Maka dari itu jangan sampai waktu untuk berolahraga tersebut hilang cuma-cuma.

3. Mengikuti Komunitas di luar kampus

Yang ketiga mengikuti komunitas atau kegiatan di luar kampus seperti menjadi pengurus remaja masjid, menjadi pengurus kepemudaan. Dari kegiatan mengikuti komunitas di luar kampus atau di lingkungan masyarakat setempat lebih dekat dengan keluarga, dan memajukan desa kita sendiri.

Kemampuan kegiatan yang dilakukan di luar kampus tersebut juga akan menjadikan dan menambah soft skill bagi seseorang yang menganggap dirinya sebagai mahasiswa kupu-kupu, banyaknya persaingan didunia kerja tidak jauh dari yang namanya keahlian atau soft skill dari diri seseorang. 

Maka dari itu, banyaknya persaingan didunia kerja yang menjadikan sulit diterima. Dengan melakukan kegiatan diatas tersebut kita dapat bersaing di dunia kerja dengan banyaknya mahasiswa yang memiliki skill tinggi atau pelamar pekerja lainya.  

Tentu saja jika kita lulus pasti segera melamar pekerjaan, jika ingin melamar pekerjaan yang lebih tinggi kita bisa memanfaatkan soft skill yang sudah kita dapat dari kegiatan yang telah kita ikuti tersebut di perusahaan agar kita dapat diterima dengan mudah sesuai dengan ketentuan perusahaan. 

Jadi, tidak salah jika kita menjadi mahasiswa kupu-kupu. Dari beberapa kegiatan di luar kampus tersebut setidaknya bisa menjadikan seorang mahasiswa kupu-kupu akan menjadi lebih aktif dalam mengisi waktu luang di luar perkuliahan, harus bisa memaksimalkan waktu kosong tersebut akan rugi bagi diri sendiri.