Siapa yang tak mengenal Sultan Andara? Ya, itulah julukan yang diberikan kepada pasangan selebritas tanah air Raffi Ahmad dan Nagita Slavina atau yang kerap disapa Gigi. Julukan tersebut diberikan bukan tanpa alasan, sebab mereka memiliki rumah mewah layaknya sebuah istana di daerah Andara, Cinere, Kota Depok, Jawa Barat.

Tak hanya itu mereka juga mempunyai koleksi barang-barang mewah yang harganya fantastis seperti mobil, motor,  tas, sepatu, pakaian, jam tangan, dan masih banyak lagi. 

Gaya hidup yang berkecukupan dan penuh dengan kemewahan tentu diimpikan oleh semua orang termasuk kalangan mahasiswa. Seorang mahasiswa mempunyai banyak keinginan seperti pakaian mewah, sepatu yang bagus, sering mengunjungi cafe ataupun pusat perbelanjaan, dan berbagai keinginan lainnya. Hal-hal tersebut dilakukan tidak lain untuk menunjukkan bahwa seorang mahasiswa mempunyai tingkatan sosial yang baik, apalagi di usia remaja mereka ingin menunjukkan tampilan yang terbaik kepada setiap orang.

Namun, pertanyaannya saat ini yaitu, “Apakah kedua orang tua kita masih bisa untuk menuruti segala keinginan yang kita mau?” dan jawabannya belum tentu. Lalu, “Apa yang harus dilakukan oleh seorang mahasiswa agar semua yang diinginkan dapat tercapai namun tidak memberatkan orang tua?” Jawabannya yaitu dengan bagaimana cara kita mengatur uang.

Sebagai seorang mahasiswa agaknya harus bisa mengatur keuangan dengan baik dan benar sesuai dengan skala prioritas kebutuhan yang harus dipenuhi. Hal demikian agar seorang mahasiswa tetap bisa bertahan selama beberapa waktu sampai mendapatkan pemasukan keuangan lagi di masa yang akan datang, misalnya jatah uang bulanan dari orang tua yang biasanya diberikan pada awal bulan setelah orang tua menerima gaji.

Nah, ada beberapa cara yang dapat dilakukan. Pertama, bagi uang yang telah diberikan kepada kita menjadi tiga bagian dengan presentase 60%, 30%, dan 10% dari jumlah uang. Bagian 60% dapat kita gunakan untuk memenuhi kebutuhan pokok, seperti makan. Perlu diingat, walaupun mendapat bagian paling besar kita harus tetap menghitung lagi bagian perhari yang dikeluarkan untuk makan agar diakhir waktu nanti uang yang tersisa masih cukup.

Bagian kedua yaitu 30% yang dapat kita gunakan untuk memenuhi kebutuhan dengan skala prioritas kedua, seperti membeli bahan bakar untuk kendaraan, membeli perlengkapan kuliah, berwisata, membeli paket data, dan lain sebagainya. Lalu, bagian yang ketiga yaitu 10% dapat digunakan untuk menabung dan bersedekah. Menabung agaknya sangat penting karena uang yang telah terkumpul dapat digunakan untuk kebutuhan yang amat sangat mendesak.

Bersedekah juga dianggap sebagai hal yang penting karena bagaimanapun setiap harta yang kita miliki, berapapun nilainya, ada hak milik orang lain sebesar 2,5% disitu. Bersedekah juga tidak akan membuat seorang mahasiswa terlihat miskin atau kekurangan, justru dengan bersedekah tersebut Tuhan menjanjikan rezeki dibaliknya.

Kedua, lebih mengutamakan kebutuhan daripada keinginan. Seorang mahasiswa harus bisa membedakan antara keduanya. Kebutuhan merupakan hal yang harus dipenuhi dalam satu waktu, sedangkan keinginan merupakan kegiatan yang cenderung untuk mengikuti hasrat dan ego seseorang. Misalnya, kita memiliki uang Rp20.000,00. Disatu sisi, kita merasa lapar namun dilain sisi, kita ingin pergi bersama dengan teman-teman untuk sekadar bermain.

Dalam situasi tersebut, seharusnya seorang mahasiswa harus bisa memilih mana yang memang sebuah kebutuhan dan keinginan. Untuk itu kita tentu akan lebih memilih membeli makanan di warung daripada pergi ke kedai kopi karena belum tentu di kedai kopi dengan uang Rp 20.000,00 bisa memenuhi kebutuhan kita akan makanan untuk menghilangkan rasa lapar.

Ketiga, lakukan hal-hal yang bisa dilakukan sendiri atau dengan kata lain tanpa menggunakan jasa pihak lain. Contohnya, saat kita akan mencuci baju. Dengan modal Rp5.000.00 kita sudah bisa membeli sabun untuk mencuci dan pewangi yang digunakan setelahnya. Bayangkan bila kita membawa pakaian kotor tersebut ke tempat laundry mungkin akan mengeluarkan uang lebih dari Rp5.000,00.

Keempat, mencari sumber keuangan lain. Dengan mencari sumber keuangan lain kita bisa menambah pundi-pundi uang dan tidak hanya akan bergantung pada sumber utama keuangan kita yaitu dari orang tua. Misalnya, ketika kita terlalu bergantung kepada orang tua, saat itu mereka tidak bisa memberikan uang secara cukup, maka mau tidak mau kita tidak memiliki uang. Berbeda ketika kita memiliki sumber keuangan sendiri, setidaknya seorang mahasiswa sudah memiliki tabungan dan pegangan uang.

Mencai sumber keuangan tambahan dapat dilakukan dengan kerja paruh waktu, menjadi asisten dosen, bisnis, menjadi joki tugas, dan lain sebagainya. Selain mencari sumber keuangan, dilain sisi kegiatan ini juga digunakan untuk melatih bagaimana cara mengatur waktu yang baik. Sebagai gambaran rata-rata mahasiswa mengikuti perkuliahan sampai sore, apabila kita bekerja paruh waktu maka kita bisa mengambil waktu setelah perkuliahan hingga malam sekitar pukul 22.00, setelah pulang dari kerja paruh waktu kita masih mempunyai sedikit waktu untuk mengerjakan tugas perkuliahan.

Lalu bisa juga seorang mahasiswa melakukan bisnis, kebanyakan mahasiswa pada saat ini lebih memilih untuk berbisnis secara online seperti berjualan online. Hal tersebut sangat praktis untuk dilakukan karena kita bisa mendapatkan uang kapan saja dan dimana saja hanya melalui telepon genggam. Berbisnis juga bisa melatih kita untuk berwirausaha agar nantinya diharapkan bisa mempunyai usaha yang menyerap lapangan pekerjaan.

Sebagai seorang mahasiswa, tentunya kita sedang berada pada fase akhir masa remaja menuju masa dewasa. Dalam fase ini, seorang mahasiswa dituntut untuk menemukan jati diri kita masing-masing untuk kehidupan di masa depan. Tak jarang pula, bagi mereka yang sedang menjalani proses ini terkadang mencoba hal-hal yang diluar batas dan belum pernah dilakukan sebelumnya.

Bagi seorang mahasiswa yang berada di fase akhir masa remaja tentu ada rasa yang mengganjal ketika harus selalu meminta uang kepada orang tua, namun ketika dituntut untuk mencari uang sendiri juga belum sepenuhnya bisa. Maka dari itu mengatur keuangan yang ada adalah jalan terbaik agar semua kebutuhan terpenuhi, mungkin bisa juga memenuhi keinginan tapi tidak semua karena jika dituruti terus menerus keinginan tidak akan ada hentinya.

Seorang mahasiswa bukanlah gambaran nyata Sultan Andara. Seorang mahasiswa harus bisa hidup apa adanya sesuai dengan kemampuan yang dimilikinya.