Inspirasi itu datang dan hadir kepada diri seseorang apabila ia bertekad kuat untuk menghadirkan ide-ide segar kepada khalayak umum dengan jujur tanpa diiming-imingi ketakutan serta kecaman yang berlebih. Inspirasi tidak bisa diperjualbelikan sebagaimana yang bisa kita lihat disekitar. Inspirasi itu adalah semangat yang membuat tekad seseorang terus tekun dalam berkarya tanpa lelah oleh keputusasaan.

Suntuk, galau, kurang mood adalah bagian dari penyakit kurangnya inspirasi. Tentu kita tidak bisa datang ke rumah sakit jumpai dokter dengan mengatakan tolong saya pak dokter saya kekurangan inspirasi  karena itu adalah bagian dari sakitnya kesadaran, dan tentu kita tidak bisa juga sembarang menjudge bahwa inspirasi itu harus begini, begitu, asal ikuti, karena ada dasar-dasar pemikiran yang harus dibangun untuk bisa menghasilkan inspirasi yang menggerakkan keyakinan seseorang akan indahnya kehidupan.

Saya menulis misalnya karena saya terinspirasi. Ada dua hal yang menggerakkan kata inspirasi, yaitu terinspirasi dan menginspirasi. Seseorang yang terinspirasi akan berkarya demi menghasilkan inspirasi, ia tergerak karena ingin menginspirasi khalayak umum. Menginspirasi artinya berkarya karena terinspirasi. Kedua kata dari terinspirasi dan menginspirasi itu sebagai iman bagi seorang seniman untuk menemukan hal baru bagi kehidupan.

Seseorang tidak bisa berkarya kalau ia tidak benar-benar tulus untuk memperjuangkan inspirasi. Inspirasi yang menumbuhkan bakat serta mengembangkan sudut pandang seseorang untuk melihat bahwa ada sesuatu yang harus dilihat oleh orang lain. Dalam kebebasan berpikir kita akan menemukan beragam interpretasi, dan dari beragam interpretasi kita akan bisa menghasilkan tafsiran baru.

Berkarya dengan jujur tanpa meminta untuk dipuji adalah bagian dari inspirasi yang seutuhnya. Bukan berharap untuk menunjukkan ajang pencitraan bahwa ini adalah kebenaran dan lainnya itu salah. Kita terus berupaya untuk memperbaiki diri dengan melakukan hal-hal yang baru. Optimis bahwa perubahan bukanlah seperti harapan, namun harapan yang menumbuhkan semangat pergerakan untuk berjuang meraih apa yang kita inginkan.

Dalam hal inspirasi, benar dan salah itu relatif. Seseorang tidak sembarangan merendahkan diri orang lain dengan cacian dan seseorang tidak bisa dengan meremehkan bahwa karya orang lain rendahan. Tidak mudah membesarkan diri dan menunjukkan kepada orang lain bahwa aku patut ditiru. Menjadi seseorang yang bisa menghasilkan inspirasi adalah seseorang yang tak mau ditiru. Ada beberapa pemikiran yang harus kita cerna yaitu kejujuran dalam menghasilkan karya.

Apa bedanya antara terinspirasi dengan meniru. Terinspirasi artinya berbuat lebih dari yang sudah ada dari orang lain, sementara meniru adalah menjiplak total secara keseluruhan karya dari orang lain, dan inilah yang banyak menjadi kecaman bagi seorang penjiplak, bahwa ketika ia ketahuan sekali saja dalam menjiplak maka seumur hidup ia akan dicap sebagai penjahat intelektual.

Itulah betapa besarnya beban bagi seorang pencipta, ngat berbeda kriminal intelektual dalam menjiplak tersebut. Secara tertulis seorang penjiplak bisa dimaafkan tapi secarik nurani ia akan tertanam terus di hati para penikmat karya seni. Tujuannya adalah sederhana, BerkaryaSaya dengan apa yang bisa kamu hasilkan dari pikiran kamu sendiri tanpa harus memaksakan diri bahwa karya orang lain adalah bagian dari karya ku sendiri.

Perjuangan untuk menghasilkan gagasan itu memang tidak mudah, butuh berjam-jam dalam sehari untuk latihan dan bisa ribuan jam latihan dari tahun-ketahun. Berhenti berproses artinya mati secara penciptaan akibat kurangnya gairah akan inspirasi. Tak boleh ada kata capek dalam diri walau itu hanya sekedar perkataan, karena itu bisa menjadi pematang semangat seseorang dalam berkarya.

Saya berupaya untuk giat belajar filsafat terus-menerus ketika ditanya kenapa harus filsafat, maka saya menjawabnya karena inspirasi. Karena menurut pengalaman yang telah saya lalui, saya bisa lebih produktif dalam menulis ketika sering membaca buku-buku filsafat, sosial, politik, hukum dan lainnya. Semakin buku itu berat bagi saya maka akan semakin bagus, karena yang saya jalani proses pemikiran yang berat itu akan setimpal dengan lahirnya inspirasi baru.

Inspirasi memang bukanlah hal yang mudah, tak ada yang instan dalam berkarya. Kita kalau tak terbiasa untuk melihat secara keseluruhan dan tidak hanya melihat dengan mata melainkan melihat dengan perspektif kemanusiaan secara menyeluruh maka kita bisa merasakan apa yang dibutuhkan orang lain dengan terus mencipta.

Harus kuat secara mental dan ideologi, Brian Tracy mengatakan Optimisme Adalah Satu Kualitas Yang Paling Banyak Diasosiasikan Dengan Kesuksesan dan Kebahagiaan Dibandingkan Yang Lainnya.” dan dalam mayoritas kependudukan beragama yang besar seseorang memang harus berhati-hati dalam menyuarakan satu pemikiran, bahkan dalam berkarya jantung seorang pencipta akan deg-degan terus dikala menciptakan karena takut sensor SARA yang bisa berakibat pada mengkafirkan.

Indonesia negara yang kita cintai ini semoga kedepannya memiliki keluangan dalam menyuarakan kebebasan berpendapat dan kebebasan berekspresi yang luas sehingga tidak ada ketakutan bagi seseorang untuk berkarya melampaui batas dirinya. Dan selalu buka mata, teruslah melihat, karena apapun yang kita lihat bisa Menjadi Inspirasi.”