Aku mabuk akan cintamu
Manis dan lembut seperti Bergerac
Aku terbakar gairah
Mendambakan ciuman-ciumanmu
Panas membara
Bangkitkan seluruh sensualitas
Bawaku pada kenikmatan tanpa akhir
Kau meraihku perlahan, mendekapku erat
Kulitmu bertemu kulitku
Kurasakan harum parfum kayu cedar tubuhmu
Meyakinkan, menenangkan , menaklukanku

Kau, cintaku yang paling lembut dan menggebu
Kutunggu kau sejak berabad lalu
Kan kucintai kau dalam abadinya waktu

*Bergerac - nama minuman anggur


Mon Bergerac

Je suis ivre de ton amour..
Doux et sucré comme Bergerac
Je brûle d’envie de tes baisers chauds
Réveillant toute la sensualité
M’emmenant au plaisir sans fin..
Tu me serres délicatement
Ta peau contre la mienne
Je sens ton parfum boisé de cèdre
Me rassurer, me calmer, me vaincre

Toi, mon amour le plus tendre et le plus passionné
Je t’attendais depuis des siècles
Je t’aimerai jusqu’à l’infini


My Bergerac

I am drunk on your love
Soft and sweet like Bergerac
I’m longing for your burning kisses
Awakening all the sensuality
Taking me to endless pleasure
You hug me so tightly and gently
That I feel your skin against mine
And smell your woody cedar scent
Reassure me, calm me down, conquer me

You, my tenderest and most passionate love
I’ve been waiting for you for centuries
I will love you endlessly


Rhythms Meeting

It’s about the rhythms meeting
The rhythms of your question and mine
Crossed into our mind
Whether you’re gonna be my only one
And I’d be your only femme
Till we’re old and then die

It’s about the rhythms meeting
The rhythms of our fingers
Touching each others
Caressing more and more
Arousing a wonderful sensation
While the saxophone meets the percussion

It’s about the rhythms meeting
The rhythms of our loving gazes
The meeting of our differences
While Morocco meets France
While gamelan meets the contra bas

It’s about the rhythms meeting
The rhythms of our doubt
Playing slowly in our heart
Is it forever….
Or just temporary flame?

But tonight..
After the flute blended with the lute
One thing we can be sure
It is the rhythms meeting
Of the beautiful feeling
We can’t ever deny


Faire l'amour à la belle étoile

When the night came to dawn
You taught me how to see the stars
Glowing brightly in the sky
Gleamed blissfully in your eye

When the night came to dawn
You taught me how to know the stars
Their shoulders and their knees
The brightest, the lightest
Getting closer to the earth
Twinkling splendidly in our heart

When the night came to dawn
You taught me how to touch the stars
For they are as beautiful as you are
For you are as shiny as they are

When the night came to dawn
Something crossed into my mind
If I had you as my only star,
Would you like..
To shed your light on my whole life?


Sebuah Intermezo  

Ku kan selalu menjadi bintangmu
Kan kusinari malam-malammu
Ku takkan pergi jauh
Lihatlah aku, dari jendela kamarmu
Aku di sana, di langit nan biru 

Bangunlah kekasihku
Dengar nyanyian merdu burung-burung
Raih jemariku melingkari tubuhmu
Sandarkan kepala mungilku di bahumu
Belai lembut rambutku
Rasakan hangat harumnya semerbak

Kusentuh pipimu penuh duri halus kaktus abu-abu
Kau begitu tampan, aku terbakar hasrat gelora
Sentuhlah bibirku, kecup, kulumlah lembut
Seperti ciuman pertama pengantin baru menyambut mentari pagi malu-malu

Percayalah padaku, Angelo-ku
Semua kenangan tak akan terhapus
Bukankah kau telah memahatnya dengan pualam ? 

Kita berpapasan, kau hampiri diriku,
Ku temukan diriku,
Kau hidupkan perempuan terkubur dalamku
Tidakkah perjumpaan kita begitu indah?
Intermezo kecil pengubah jalan hidup
Munculkanmu dari dasar telaga itu, bangkitkanku dari tidur panjangku

Cinta kita yang tak mungkin bersatu
Tetap akan kuat dan indah
Selamat tinggal, Maupassant, jangan menangis, aku takkan pergi jauh


Kapel Trapezium

Kau di sini, malam ini
Aku menatapmu begitu dekat
Cahaya rembulan menyinarimu
Haluskan garis wajahmu
Kau usap perlahan mataku yang terpejam
Turun jemarimu membelai pipiku
Kau bawaku dalam pelukmu,
Damai, menyejukkan
Hati yang bertahun-tahun tercabik resah

Di sini, dalam kapel trapezium
Bibirmu menyentuh bibirku  
Begitu hangat, begitu lembut
Pulihkan luka-luka dua jiwa
Maut pun takkan mampu memisahkan kita


Yang Tak Pernah Mati

Ada rasa yang tak pernah mati
Meski abad berganti
Terindah di antara bermilyar kisah
Kau, kekasih jiwa penggetar sukma

Karena ada cinta di atas cinta
Yang mampu
Mengikat serpih benang-benang pendek terurai
Yang mampu
Benamkan rasa-rasa lain,
Mereka yang hadir tuk sekedar mampu bertahan 

Hanya satu bertahta abadi
Dirimu, di sudut relung kalbu
Bertabur mawar-mawar ungu,
Kutahu kau tahu, selamanya aku milikmu 

Dieppe, Normandie, Maret 2020