Ucapan maaf yang setiap tahun kupanjatkan padamu.

Maafkan generasi kami, Gie. Generasi yang sibuk akan dirinya sendiri, hinga lupa akan tugasnya kepada masyarakat.
Maafkan generasi kami, Gie. Generasi yang siap adu jotos hanya karena masalah sepele, namun tak siap berbercak darah untuk negara.
Maafkan generasi kami, Gie. Generasi yang menodong dan merampok rakyat dengan gelar-gelarnya.
Maafkan generasi kami, Gie. Generasi yang siap berkumpul untuk membenci namun tidak untuk menyayangi.
Maafkan generasi kami, Gie. Generasi yang hanya mau menolong manusia dengan latar yang sama dengannya, dan abai seabai-abainya terhadap kata "kemanusiaan."
Maafkan generasi kami, Gie. Generasi yang bersumbu pendek nan mudah meledak-ledak akan sesuatu yang astral.
Maafkan generasi kami, Gie. Generasi yang jauh dari kata intelektual, sedikit saja otokritik dicabik hingga lenyap ditelan munafik.
Maafkan generasi kami, Gie. Generasi yang menggadaikan seluhur idealismenya untuk kekuasaan dan aktualisasi tak berbodot.
Maafkan generasi kami, Gie. Generasi yang hanya naik Semeru untuk merayap ditembok sosial, bukan sebagai pejalanan spiritual.
Maafkan generasi kami, Gie. Generasi yang menyerah kepada kemunafikan dan enggan diasingkan.

Maafkan generasi kami, Gie.
Maafkan generasi kami, Gie.
maafkan.

Aku mohon janganlah kau menangis tersedu-sedu dikuburmu, Gie.
Selamat atas mati mudamu, sehingga tak sempat kau menjadi bagian di generasi ini.

Terima kasih, Soe Hok Gie.

Lalu Gde Sastra, 17 Desember 2016
Bagian dari generasi beban, bebal dan tak tahu diri.