Indonesia merupakan Negara yang kaya akan keanekaragaman budaya, hal ini dikarenakan Indonesia terdiri dari berbagai suku bangsa dimana setiap suku bangsa tersebut memiliki perbedaan dan keunikan dari segi adat istiadat, kebiasaan, bahasa dan masih banyak lagi.

Keragaman dalam budaya Indonesia menjadikan di setiap daerah-daerah memiliki perbedaan dan keunikan tersendiri, terutama pada kebudayaan Jawa.

Kebudayaan Jawa adalah hasil pemikiran dari orang Jawa yang dituangkan menjadi tradisi yang terus dipertahankan, hingga saat ini terkenal sampai ke mancanegara. Bahkan sampai di beberapa Negara seperti Amerika, Australia dan Belanda.

Ciri atau identitas dari budaya Jawa adalah keyakinan Kejawen. Kejawen merupakan kepercayaan yang hidup di suku Jawa. Kejawen bersumber dari kepercayaan Animisme yang dipengaruhi Hindu dan Budha.

Karena itulah suku Jawa umumnya dianggap sebagai suku yang mempunyai kemampuan menjalani sinkretisme kepercayaan, semua budaya luar diserap dan ditafsirkan menurut nilai-nilai Jawa.

Budaya Jawa sebagai warisan leluhur yang agung di dalamnya terdapat berbagai macam pelajaran mengenai moral, meliputi sopan santun, budi pekerti dan tata krama serta unggah-ungguh atau etika demikian adalah sebagai pedoman hidup sehari-hari.

Namun, pada zaman ini semua itu hampir punah dan tergantikan dengan masuknya budaya asing yang tidak sesuai dengan kepribadian bangsa. Masyarakat saat ini juga lebih senang dengan tradisi yang bebas dan tak terarah.

Masuknya budaya asing ke Indonesia membawa banyak dampak negatif, seperti menyebabkan keguncangan budaya, yaitu masuknya budaya baru  ke dalam budaya lain menyebabkan adanya perubahan mendadak dalam budaya yang ada di suatu Negara.

Budaya yang masuk ke Indonesia menyebabkan perubahan nilai-nilai budaya yang ada. Dari cara berpakaian, kesopanan, dan berbahasa. Pada kalangan anak muda lebih suka berpakaian terbuka, ketat, seksi sehingga terlihat tidak sopan.

Berpakain orang Jawa umumnya sopan tidak memperlihatkan apa yang seharusnya tidak diperlihatkan dan biasanya wanita Jawa menggunakan baju kebaya dan jarik akan membuat mereka lebih terlihat anggun.

Dalam bahasa pun mereka sudah berubah menjadi bahasa yang lebih modern atau bisa di sebut bahasa gaul yang mengakibatkan lunturnya bahasa Jawa atau krama Jawa (unggah ungguh basa). Bahkan banyak anak muda zaman sekarang yang tidak bisa berbicara bahasa Jawa.

Banyak orang tua di rumah tidak mengajarkan bahasa Jawa terhadap anaknya, mereka malah membiasakan anaknya berbahasa Indonesia maupun bahasa Inggris. Disekolah-sekolah pun juga jarang mengajarkan bahasa Jawa.

Dikarenakan yang menyatakan bahasa hanya kaum tua saja kaum mudanya sama sekali tidak tertarik mempelajarinya dan mengucapkan bahasa Jawa yang baik dan benar. Padahal generasi mudalah yang harusnya menjadi generasi pelestari budaya bukan malah melupakan dan meninggalkan bahasa daerah kita sendiri.

Orang Jawa itu memiliki tata karma dalam berbicara. Adat bicaranya orang Jawa yaitu dengan adanya unggah ungguh bahasa. Ini juga perlu untuk dilestarikan oleh remaja zaman sekarang.

Masyarakat zaman sekarang memiliki sifat individual hanya mementingkan diri sendiri banyak yang tidak menghargai pendapat dari orang lain. Sedangkan masyarakat Jawa umumnya selalu mengutamakan gotong royong, selain itu juga menerima perbedaan pendapat dan menghormati pendapat orang lain.

Kemudian pengaruh budaya asing seperti mengikuti gaya barat merupakan penyebab hilangnya jati diri atau kepribadian seseorang sebagai orang Indonesia. salah satunya adalah mengikuti gaya artis yang mereka suka, mengikuti gaya yang dimaksud adalah mengikuti tata cara berperilaku, potongan rambut.

Begitu pula dengan musik, remaja zaman sekarang lebih menyukai yang berbahasa Inggris dibandingkan dengan bahasa sendiri, hal ini pula bukan hanya sebagian keinginan belaka dalam menyimpan musik barat namun hal itu adalah anjuran dari guru untuk memudahkan berbahasa Inggris, inilah yang menjadi penyebab akan hilangnya bahasa di Indonesia.

Mendengarkan musik Indonesia saja tidak terlalu suka justru lebih menyukai musik dari luar negeri apalagi mendengarkan musik Jawa dapat dipastikan jarang yang mau mendengarkannya. Seperti musik gamelan akan dianggap menjadi musik yang kuno dan membosankan padahal itu adalah musik dari dalam negeri sendiri dan wajib di lestarikan.

Selanjutnya moral. Moral itu sangat penting bagi kehidupan. Moral telah  mulai menipis, jika moral sudah menipis begitu juga dengan agama, maka agama tidak akan terangkat lagi.

Upaya mengembangkan budaya Jawa dari pergeseran nilai-nilai budaya Jawa di zaman sekarang dapat diatasi dengan cara memadukan kebudayaan Jawa dengan program pemerintah yang berbunyi ‘Tri Karsa Budaya’, yaitu dengan melanjutkan menggali, membongkar dan mengembangkan kebudayaan Jawa sebagai warisan generasi bangsa.

Tujuan itu dapat tercapai dengan masyarakat membudidayakan budaya Jawa dengan menjunjung derajat bangsa dengan menumbuhkan semangat supaya generasi muda bersama-sama mencari ilmu yang bermanfaat bagi diri pribadi dan kemajuan bangsa yang pada akhirnya menjadi generasi yang tanggap dan maju dalam bidang pengetahuan dan teknologi.

Kemudian masyarakat bersama-sama pemerintah mengembangkan kebudayaan nasional Indonesia supaya bisa bermanfaat bagi kemajuan bangsa dan negara dengan menyeleksi dan menolak masuknya budaya asing yang tidak sesuai dengan jati diri dan tidak sesuai dengan kemajuan zaman.