Semua orang pasti tahu apa itu lumpur Lapindo. Ya, sebuah kesalahan teknis dari pengeboran Lapindo Brantas Inc. yang mengakibatkan munculnya semburan lumpur panas di Desa Renokenongo, Kecamatan Porong, Sidoarjo.

Semburan lumpur panas selama beberapa bulan ini menyebabkan tergenangnya kawasan permukiman, pertanian, dan perindustrian di hampir tujuh kecamatan di sekitarnya, yang tentu berimbas pada macetnya laju perekonomian di sekitar wilayah tersebut.

Sudah empat belas tahun sejak awal munculnya semburan lumpur panas, banyak yang sudah berubah. Lumpur Lapindo berubah status dari yang dulunya kesalahan teknis satu perusahaan menjadi sebuah bencana alam.

Pihak yang dirugikan jelas banyak sekali, tapi apa kalian tahu bahwa lumpur ini juga membawa beberapa perubahan yang cukup besar untuk wilayah Sidoarjo dan sekitarnya? Kita coba cek satu per satu ya.

Ceker Lapindo

Lumpur Lapindo yang konon panas itu memberi inspirasi beberapa pihak untuk menciptakan terobosan baru di dunia kuliner. Lahirlah Ceker Lapindo. Makanan yang menggunakan kaki (ceker) ayam sebagai bahan utamanya. Dimasak dengan bumbu yang mayoritasnya adalah cabai rawit sehingga pedasnya ampun-ampunan.

Ceker Lapindo biasa disajikan hangat dengan nasi yang masih hangat juga. Kalau melihat tampilannya, memang cocoklah dengan imej panas dari lumpur Lapindo itu. Ceker Lapindo ini bahkan jadi kuliner paling dicari di kota Sidoarjo.

Tempat Wisata Lumpur Lapindo

Kawasan perkampungan dan kompleks perumahan yang tergenang lumpur panas memang tidak bisa kembali utuh. Semuanya tenggelam, hangus, hilang. 

Untuk menghindari tumpahnya lumpur panas ini ke jalan raya dan perlintasan kereta yang ada persis di sebelah lokasinya, dibuatlah pembatas yang tinggi sekali. Sepintas jadinya mirip waduk. Tempat inilah yang akhirnya jadi sebuah tempat wisata baru bagi orang-orang.

Banyak orang dari luar Porong dan Sidoarjo yang ingin melihat lebih dekat seperti apa waduk lumpur ini. Ini tentu saja jadi peluang bisnis baru bagi masyarakat sekitar.

Beberapa orang beralih profesi menjadi juru parkir untuk mengatur lalu lalang kendaraan yang datang. Beberapa menjadi penjaga loket, ada juga yang menemani orang-orang naik ke atas pembatas untuk melihat lumpur. Karena memang cukup tinggi naiknya, ada yang membutuhkan bantuan untuk sampai ke atas.

Tempat wisata Pulau Lusi dan Pulau Sarinah

Bukan hanya waduk lumpurnya yang menjadi tempat jujugan wisatawan, setelah beberapa tahun sejak awal semburan lumpur panas ini akhirnya ternyata membentuk sebuah pulau baru.

Pulau yang terbentuk dari sendimentasi lumpur ini memiliki luas kurang lebih 93 Ha. Penuh dengan tumbuhan Mangrove, pulau yang berada di tengah aliran sungai Porong ini menjadi terlihat indah dan sangat alami. 

Bukan hanya wisatawan domestik yang datang, banyak juga wisatawan dari luar yang ingin menyaksikan betapa seksinya pulau ini. Pulau ini diberi nama Pulau Lusi yang diambil dari singkatan Lumpur Sidoarjo.

Konon katanya ada beberapa pulau baru yang muncul di daerah ini. Yang terbaru ada Pulau Sarinah yang bukan cuma digunakan untuk tempat wisata tapi juga untuk spot penelitian. Apa yang diteliti? Ya bagaimana proses terbentuknya pulau itu.

Yang penasaran tapi belum bisa main ke Sidoarjo, jangan khawatir. Pulau ini sudah bisa diintip di Google Maps kok.

Perumahan Kahuripan Nirwana

BakrieLand yang juga merupakan saudara kandung dari Lapindo membangun sebuah area pemukiman baru yang diberi nama Kahuripan Nirwana. Selain diperjual-belikan untuk umum, beberapa cluster di perumahan ini disediakan bagi para korban yang huniannya terkena lumpur panas.

Perumahan ini konsepnya nggak kaleng-kaleng, mylov. Rumah mewah yang dilengkapi dengan ruko, foodcourt, dan juga akses dekat dengan tol dan mall ini cukup ramai diburu oleh warga. Yang otomatis menjadi sebuah imej baru bagi kota Sidoarjo.

Pasar Kuliner Kahuripan Nirwana

Area Foodcourt di perumahan Kahuripan Nirwana ini dimanfaatkan dengan baik sekali oleh masyarakat. Banyak kafe dan restoran baru bermunculan.

Dengan konsep yang mengikuti minat anak muda zaman sekarang, tempat yang akhirnya dikenal dengan nama Pazkul ini menjadi sangat populer. Pazkul adalah tempat nongkrong paling hype di Sidoarjo.

Aroma lumpur

Satu lagi yang tak bisa diabaikan sebagai dampak dari lumpur Lapindo ini adalah aroma lumpurnya yang aduhai. Seperti campuran jutaan telur busuk dijadikan satu, terciptalah aroma khas yang bisa kita 'nikmati' setiap melintas di daerah lumpur. Tidak jarang dengan bantuan angin aroma ini bisa sampai juga ke wilayah lain di dekat situ, termasuk rumah saya.

Dan karena hanya kadang-kadang saja aroma ini bisa kita 'nikmati', maka saya pikir mungkin benar juga memasukkannya dalam daftar ini. Hehehe.

Ada yang ingin berkunjung ke sini? Atau malah sudah pernah? 

Di satu pihak, yang namanya bencana pasti meminta korban. Di pihak lain, semangat dan keinginan untuk pulih serta kreativitas untuk bangkit agar tidak teru-menerus terpuruk juga diperlukan.

Sidoarjo pernah berduka sangat dalam karena semburan lumpur panas ini, tapi tak disangka semuanya juga bisa berubah jadi sumber nafkah sekarang.