Kita telah memasuki zaman revolusi digital di mana teknologi informasi berkembang dengan sangat cepat. Hampir tiap tahun kita dapat mendengar kabar penemuan terobosan baru dalam bidang teknologi. Salah satu teknologi yang sedang gencar dikembangkan adalah teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).

Teknologi kecerdasan buatan ini telah masuk ke dalam banyak segi kehidupan kita mulai dari sistem di dalam handphone kita hingga mesin perakit otomatis di dalam pabrik. Dengan bantuan kecerdasan buatan tersebut, berbagai kegiatan dalam hidup kita menjadi lebih mudah, cepat, dan praktis.

Namun, kecerdasan buatan ini juga memberikan banyak persoalan baru yang dapat terus berkembang seiring perkembangan teknologi tersebut. Misalnya, apa makna kehadiran manusia bila banyak posisi dalam segi kehidupan manusia digantikan oleh kecerdasan buatan? 

Para lulusan filsafat yang telah ditempa kemampuan berpikir kritis dan analitisnya adalah orang-orang yang tepat untuk menjawab pertanyaan tersebut. Bukan untuk memberikan solusi praktis namun untuk menjawab makna eksistensi manusia di dalam perkembangan kecerdasan buatan yang semakin cepat. Mereka inilah para pejuang kecerdasan manusia. 

Gambaran Dilema Kecerdasan Buatan di Masa Depan

Orang yang doyan dengan genre science fiction pasti akrab dengan ide adanya kecerdasan buatan yang mengancam keberadaan manusia. Salah satu media pop culture yang mengangkat tema ini dengan baik adalah gim video Metal Gear Solid 2.

Semesta kisah Metal Gear Solid berpusat pada tokoh utama yang berusaha menghentikan langkah sebuah organisasi rahasia bernama Patriot yang ingin menguasai dunia dari balik layar. Patriot berusaha mewujudkan rencananya dengan memonopoli perkembangan senjata nuklir canggih serta senjata biologis.

Dalam Metal Gear Solid 2, terungkap bahwa Patriot tidak lagi hanya berupa sebuah organisasi rahasia namun juga sebuah program kecerdasan buatan canggih. Dengan wujud kecerdasan buatannya, Patriot memiliki kuasa atas seluruh laju informasi di internet.

Apa yang mereka lakukan dengan kuasa atas informasi tersebut? Patriot menyaring seluruh berita palsu (hoax), propaganda politik, ujaran kebencian, serta konten lainnya yang tidak sejalan dengan “kebenaran” menurut Patriot. Semua demi “mendukung evolusi manusia”.

Bukankah ini merupakan hal yang baik karena akhirnya kita terbebas dari berita palsu di internet? Raiden, sang tokoh utama justru menentang Patriot. Dengan kuasanya, Patriot justru menghapus semua pilihan yang dimiliki manusia; manusia didikte hidupnya oleh sebuah program. Manusia tidak lagi menjadi makhluk yang bebas.

Ada juga film berjudul I, Robot yang mengangkat konflik antara manusia yang memperjuangkan kebebasannya dari ancaman kecerdasan buatan. Dalam film I, Robot, kecerdasan buatan tersebut berwujud robot.

Para Pejuang Kecerdasan Manusia

Contoh di atas mungkin terdengar masih terlampau jauh untuk kita saat ini. Namun, bukan berarti hal ini tidak mungkin akan terjadi. Kita justru harus mempersiapkan diri kita mulai dari saat ini.

Saat ini pun, bila kita perhatikan, sudah ada tanda-tanda kita akan berkembang ke arah sana, setidaknya dalam gambaran dunia Metal Gear Solid 2. Muncul banyak sekali hashtag di media sosial yang menjadi ukuran baik buruknya hidup seseorang. Gaya hidup kita didikte oleh banyaknya like di media sosial. Bagaimana jika ada sebuah set program kecerdasan buatan yang mampu mengontrol tren tersebut?

Tanpa kita sadari, kemanusiaan kita dapat luntur dalam derasnya informasi dan perkembangan teknologi. Kebebasan kita terkurung oleh tren hashtag dan jumlah like. Kecerdasan kita menjadi manja dengan kemudahan kecerdasan buatan. Bahkan, manusia itu sendiri dapat tergantikan oleh robot.

Agaknya, kita perlu mempersiapkan sebuah cabang etika baru yaitu etika teknologi seperti halnya adanya psikologi robot dalam film I, Robot. Kita perlu menetapkan patokan-patokan etika yang menjadi penjaga hakikat manusia di tengah cepatnya laju perkembangan teknologi khususnya kecerdasan buatan.

Kita perlu merefleksikan kembali hakikat kita sebagai manusia seperti relasi antar manusia dan kebebasan kita di tengah teknologi. Lalu, kita perlu memikirkan bagaimana teknologi mampu mendukung kehidupan kita sebagai manusia tanpa merusaknya.

Akhirnya, kita perlu merenungkan kembali apa itu kecerdasan. Apa yang membuat kecerdasan yang kita miliki menjadi khas? Bagaimana kecerdasan itu terbentuk? Sampai pada tahap mana kecerdasan buatan mampu mendukung manusia tanpa merendahkan kecerdasan seorang manusia?

Inilah tugas para lulusan filsafat terkait perkembangan teknologi di masa depan. Lulusan filsafat memiliki tugas untuk menjadi penerang yang menjaga agar manusia tetap menjadi manusia dengan segala martabatnya di tengah kemajuan teknologi.

Di manakah posisi para lulusan filsafat ini? Mereka harus berada disamping para ilmuwan yang mengembangkan teknologi serta para politikus yang mengambil kebijakan terkait teknologiMereka inilah yang menentukan ke mana arah perkembangan peradaban manusia dalam laju perkembangan teknologi.

Para filsuf adalah orang-orang yang paling mengerti hakikat manusia. Dengan pengetahuannya, pandangan mereka diperlukan untuk membangun zaman teknologi yang berkemanusiaan. Mereka inilah para pejuang kecerdasan manusia.

Menjadi Manusia, Bukan Robot

Para lulusan filsafat ini memang berada di garda terdepan. Namun, kita juga perlu memberikan mereka dukungan. Kita dapat melakukannya dengan terus melatih kecerdasan yang kita miliki. Inilah cara kita agar kita tetap menjadi manusia bebas yang tak didikte oleh teknologi dan para pemilik kepentingan di baliknya.

Ya, kecerdasan kita memang terbatas. Di sisi lain, kecerdasan buatan dapat diprogram untuk menjadi sempurna melebihi kemampuan berpikir manusia. Namun, keterbatasan itu pulalah yang membuat kita menjadi manusia. Keterbatasan kita adalah panggilan kita untuk menjadi sosial.

Akhirnya, pergulatan Raiden dalam percakapan akhir MetalGear Solid 2 adalah juga pergulatan kita: menggunakan kebebasan dan kecerdasan yang kita miliki untuk mewariskan apa yang baik bagi anak cucu kita. Dengan begitulah kita tetap menjadi manusia dan bukan robot.

DaftarPustaka

I,Robot, https://en.wikipedia.org/wiki/I,_Robot_(film)(diakses pada 3 November 2020, pk 08.32 WIB)

Lawsof Robotics,https://en.wikipedia.org/wiki/Laws_of_robotics(diakses pada 3 November 2020, pk 08.38 WIB)

MetalGear Solid 2,https://en.wikipedia.org/wiki/Metal_Gear_Solid_2:_Sons_of_Liberty(diakses pada 3 November 2020, pk 09.02 WIB)

TheMost Profound Moment in Gaming History,https://www.youtube.com/watch?v=jIYBod0ge3Y&t=159s(diakses pada 3 November 2020, pk 11.32 WIB)

TheMost Profound Moment in Gaming History Part 2,https://www.youtube.com/watch?v=PZojlidqhcM&t=90s(diakses pada 3 November 2020, pk 12.11 WIB)