Covid-19 telah menjadi wabah yang sangat merugikan bagi negara yang terdampak, hampir semua negara di dunia merasakan pandemi ini, Indonesia sendiri telah banyak menggambil langkah untuk memutus rantai penyebaran Covid-19. 

Indonesia sangat mengedepankan slogan social distancing, physical distancing, maupun tagar #DiRumajAja sebagai imbauan agar masyarakat tetap berada di rumah. Semua aspek hampir terkena dampak dari Covid-19, mulai dari aspek ekonomi, politik, budaya, agama, hingga pendidikan.

Seperti yang kita ketahui, mendikbud telah mengeluarkan surat edaran mengenai pelaksanaan kebijakan pendidikan pada masa Covid-19, hal ini sangat berpengaruh bagi siswa-siswi yang sedang melakukan pembelajaran di sekolah, mulai dari pelaksanaan Ujian Nasional 2020 yang dibatalkan, hingga kenaikan kelas. 

Berbicara tentang isu kenaikan kelas, tentu saja ini berimbas pada momen yang terjadi ketika Ujian Sekolah selesai dilaksanakan, yaitu perpisahan. Lulusan angkatan corona tidak dapat merasakan perpisahan yang dilakukan sekolah pada umumnya karena situasi yang tidak memungkinkan untuk berkumpul.

Perpisahan menjadi momen yang sangat ditunggu bagi peserta didik dalam hal merayakan kelulusan dan akan melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi, mulai dari pemberian mendali, hingga foto bersama bersama kawan-kawan selepas perpisahan, namun bagaimana perpisahan di masa pandemi Covid-19? 

Tentunya berbagai cara dilakukan dari pihak siswa, guru, maupun sekolah untuk memiliki kenangan manis di akhir masa pendidikan. Perpisahan yang dilakukan oleh angkatan corona yang dilakukan pun tetap mengedepankan protokol kesehatan yang berlaku.

Tidak Ada Perpisahan

Momen yang paling ditunggu setelah pengumuman kelulusan ialah perpisahan, Covid-19 menjadi penghalang dalam pelaksanaan perpisahan bagi lulusan angkatan corona, hal ini merupakan salah satu upaya pemerintah untuk memutus rantai penyebaran Covid-19, keputusan tidak dilakukannya perpisahan seperti biasanya, lantas bagaimana perpisahan pada masa Covid-19? Banyak sekali inovasi baru mengenai perpisahan angkatan corona.

Perpisahan virtual, seperti yang kita ketahui dunia virtual sangat digandrungi pada masa pandemi Covid-19, hal ini menjadikan inovasi perpisahan pada masa pandemi Covid-19. Aplikasi video call seperti zoom dan Google Meet menjadi pilihan saat perpisahan virtual, perpisahan diadakan tidak seperti biasanya, tanpa nasi kotak dan baju kebaya, toga, maupun gambar yang diabadikan bersama teman-teman. 

Perpisahan kali ini berbeda, perpisahan angkatan corona dilakukan secara daring atau online dan mendengarkan semua sambutan hingga perolehan prestasi yang didapatkan di sekolah melalui perpisahan online.

Perpisahan drive thru, selain perpisahan virtual, perpisahan drive thru menjadi pilihan beberapa sekolah untuk momen berharga bagi siswa. Untuk menciptakan kenangan perpisahan pada masa Covid-19, inovasi perpisahan drive thru dilakukan, tentu saja hal ini tetap melaksanakan protokol kesehatan, dengan tetap memakai masker dan menjaga jarak setiap orang. 

Perpisahan melalui mobil ini sangat seru, mulai dari berpakaian kebaya untuk siswa perempuan dan jas rapi untuk siswa laki-laki, dan tentunya didampingi oleh orang tua atau wali murid. Siswa dan orang tua turun dari mobil sesuai jalur yang dibuat sekolah untuk menerima mendali dari kepala sekolah dan foto bersama keluarga.

Perpisahan yang terpaksa dibatalkan oleh beberapa sekolah adalah wisata. Perpisahan identik dengan wisata yang dilakukan satu angkatan bersama guru-guru sebagai kenangan. Adanya pandemi Covid-19 ini menjadi penghambat setiap orang bepergian dari satu daerah ke daerah lain, atau bahkan dilarang untuk berkumpul dengan kapasitas massa yang banyak. 

Banyak sekolah yang terpaksa membatalkan wisata perpisahan karena adanya pandemi Covid-19, tetapi ada pula sekolah yang mengubah jadwal atau re-schedule keberangkatan perpisahan hingga pandemi ini berakhir. 

Tentunya kata ‘wisata perpisahan’ tidak digunakan lagi, melainkan diganti menjadi ‘wisata reuni’, karena saat wisata tersebut berlangsung nanti, siswa-siswi sudah tidak lagi menjadi siswa sekolah tersebut, tetapi telah menjadi alumni.

Informasi Terbatas

Dalam pandemi Covid-19, peserta didik kesulitan dalam menerima informasi mengenai apapun, mulai dari pembelajaran, informasi terkait penerimaan siswa atau mahasiswa baru, dan lain-lain. Siswa yang hendak melanjutkan pendidikan lanjut tentunya membutuhkan informasi dari sekolah atau perguruan tinggi yang dituju, kebiasaan masyarakat Indonesia untuk mencari info yang valid adalah mendatangi instansi yang hendak dituju.

Informasi satu-satunya yang menjadi sumber informasi adalah media sosial yang dimanfaatkan oleh sekolah maupun perguruan tinggi, baik melalui website instansi, akun instagram, dan lain-lain. Tetapi informasi tersebut dinilai kurang memadai karena respon dari admin yang bersangkutan kurang responsif. Sehingga banyak masyarakat yang mengeluhkan hal tersebut.

Lain dari itu, koneksi internet juga menjadi penghambat dalam memperoleh informasi dengan cara daring. Server yang banyak digunakan atau dibuka orang secara bersamaan akan down dan tidak bisa diakses. 

Hal ini menjadi kekurangan dan informasi yang didapatkan sangat terbatas. Memang informasi dalam bentuk daring sangat diperlukan, tetapi informasi secara langsung dinilai lebih akurat dan dapat dipercaya oleh seluruh kalangan.