Masa remaja merupakan peralihan dari masa kanak-kanak menuju dewasa. Di usia remaja, pacaran merupakan suatu hal yang dilakukan sebagai cara berbagi rasa cinta dan menjalin relasi dengan lawan jenis, sehingga nantinya remaja mampu menjalin hubungan yang sehat.

Bicara perihal cinta, mungkin emang tidak akan ada habisnya. Ibarat menghitung pasir di pantai. Mulai dari seseorang jatuh cinta, hingga merasakan patah hati yang begitu hebat. 

Setiap orang pasti mengalami jatuh cinta dan tentunya setiap orang bisa dibilang memiliki definisinya tersendiri soal cinta beserta dengan cara mengekspresikan cintanya yang berbeda-beda, yang biasa disebut dengan love language.

Bagi kalian yang punya pasangan, mungkin pernah berpikir, “Kira-kira dia merasa bahagia nggak ya selama pacaran denganku?” atau “Bisa nggak ya aku membahagiakan dia?”. Selain itu, kalian berdua terkadang mungkin masih merasa bingung dalam memahami diri masing-masing. Alhasil, berbagai pertanyaan dan rasa cemas kerap muncul dalam hubungan tersebut.

Melihat keadaan tersebut, sebetulnya tidak ada yang salah. Bagi yang telah memiliki pasangan, rasa cemas seperti itu dapat dibilang sebagai hal yang wajar saja. Tinggal bagaimana pasangan tersebut bisa mengomunikasikan rasa cemas tersebut satu sama lain dengan baik. 

Serta tak salah juga bagi mereka yang memiliki hobi bucin. Karena mungkin dengan melalui cara demikianlah mereka dapat mengekspresikan rasa sayangnya kepada satu sama lain.

Jika kalian kerap merasakan atau bahkan mempertanyakan hal tersebut, kalian sedang berada di posisi yang tepat. Pada essay kali ini, penulis akan membahas mengenai cara seseorang untuk mengekspresikan perasaan cintanya kepada orang lain atau yang juga sering disebut sebagai love language.

Sebenarnya, apa yang dimaksud dengan bahasa cinta atau love languages itu? Mendengar istilah tersebut, mungkin kalian langsung berpikir, “Memangnya ada ya love language dalam kehidupan sehari-hari?”. Jawabannya ada, lho!

Nah, konsep love language atau bahasa cinta sendiri diperkenalkan oleh Dr. Gary Chapman, seorang penulis buku Five Love Language yang berasal dari Amerika. Ia membedah lebih lanjut mengenai prinsip komunikasi dalam suatu hubungan. 

Berdasarkan dari situ, Dr. Gary memperkenalkan sebuah bahasa cinta yang bisa diaplikasikan ke berbagai jenis hubungan. Bisa dalam hubungan romantis, keluarga, maupun pertemanan.

Intinya, love language atau bahasa cinta adalah sebuah cara bagi individu untuk mengekspresikan rasa cintanya kepada idividu yang lain. Hal demikian tidak melulu mengenai hubungan romantis. Melainkan juga bisa diterapkan ke berbagai hubungan lain. Jika love language tidak didapatkan, seseorang akan berkemungkinan untuk merasa tidak dicintai dengan baik.

Oleh karena itu, penting untuk memahami bahasa cinta diri sendiri serta orang yang dicintai. Kenapa? Tentunya supaya hubungan yang sedang dijalani bisa menjadi hubungan yang sehat. 

Mungkin muncul pertanyaan di pikiran kalian, “Untuk apa sih aku harus paham tentang love language?”, “Kayaknya tanpa love language tersebut hubunganku sama si dia tetap lancar dan romantis-romantis aja”.

Hal tersebut mungkin benar, tetapi kalian mungkin tidak mengetahui bahwa sebenarnya pasangan kalian merasa puas atau tidak di dalam hubungan yang tengah dijalani. Bisa aja selama ini dia hanya berpura-pura bahagia supaya tidak menyakiti perasaan kalian.

Love language sendiri sangat berpengaruh terhadap gaya pacaran remaja saat ini, mereka yang love languagenya words of affirmation lebih cenderung mengungkapkan rasa cinta dan merasa dicintai dengan kata kata, entah itu secara langsung maupun melalui media online.

Sedangkan mereka yang memiliki love language quality time lebih nyaman/senang jika dia menghabiskan waktu dengan pasangannya walaupun hanya mengobrol atau menonton film bersama dirumah.

Kemudian bagi mereka yang love languagenya act of service pasti merasa senang bila diperhatikan dan tidak ingin pasangannya melakukan hal hal kecil seperti membuka pintu sekalipun, dan sebaliknya dia akan merasa senang apabila pasangan memperlakukan hal yang sama kepadanya.

Selanjutnya love language receiving gift lebih suka dihargai dengan memberikannya suatu hadiah bukan dilihat dari barangnya, tetapi dari maknanya. 

Yang terakhir love language physical touch, mereka yang mempunyai love language ini lebih suka jika pacarnya manja atau dalam bahasa gaul “clingy” dengannya.

Kebanyakan orang mengira love language ini harus berbentuk sebuah pelukan, pat pat dikepala dan hal hal romantis lainnya padahal orang yang memiliki love lang ini sudah merasa senang bila duduk berdampingan dan saling menggenggam atau hanya kaki dengan kaki yang saling bersentuhan

Nah, Dr. Gary Chapman telah membagi love language menjadi lima jenis. Berikut merupakan lima jenis bahasa cinta atau love language yang mungkin kalian miliki. Yuk, simak penjelasaannya!

1. Words of Affirmation

Bahasa cinta yang pertama ini untuk kalian yang senang mendengar panggilan sayang dan kalimat-kalimat positif seperti pujian, apresiasi, serta juga kalimat yang mengekspresikan rasa sayang.

Di fyp tiktok pun, banyak video-video bucin yang berisi ss an chat bucin, seperti ditanya tentang “how was your day sayang?”. Video ss an chat bucin yang diunggah di tiktok sering membikin orang yang melihatnya iri, tetapi juga merasa gemas. Banyak komentar viewers seperti “Lucu banget sih” atau “Aku kapan diginin?”. 

Seseorang yang mempunyai pacar dan love languagenya Words of Affirmation ini sangat mudah baper dengan hanya kata-kata manis, tetapi bukan berarti “baper kok lewat ketikan”. Eits, baper di sini diartikan merasa senang jika pacarnya sweet dan manis.

Selain itu, kalimat apresiasi seperti “sayang kamu sangat keren, kamu sudah melakukan yang terbaik hari ini, im proud of you” merupakan kalimat yang paling ditunggu dari pacarnya bagi seseorang yang memiliki bahasa cinta words of affirmation.

Karena dengan hal tersebut dia merasa diapresiasi atas usaha yang telah dilakukan. Mungkin kelihatan lebay, tetapi bagi seseorang yang love languagenya Word of Affirmation akan sangat bahagia dengan kalimat tersebut. Mereka akan merasa salting saat sang pacar memberikan kata-kata manis.

2. Quality Time

Bicara mengenai quality time, seseorang yang memiliki pasangan akan akan lebih senang jika pacarnya memiliki banyak waktu  untuknya. 

Dalam unggahan video tiktok akun @sariangelinatu contoh love language quality time ini, seperti menghabiskan waktu tanpa gadget ketika pergi bersama dan menyempatkan waktu untuk bertemu walaupun hanya sebentar. Dengan begitu, rasa cinta bisa terpenuhi karena berhasil menghabiskan waktu bersama dengan orang yang dicintai

Komunikasi juga merupakan hal yang sangat penting bagi kalian yang memiliki love language quality time. Saat bersama pasangan, kalian dapat berbagi berbagai hal yang kalian dan pasangan lalui di hari tersebut. mulai dari cerita, bercanda bersama, hingga membicarakan hal yang serius. Terkadang pacar bisa dijadikan tempat curhat dan pendengar yang baik.

Terkait gaya pacaran remaja sekarang, mereka yang memiliki pasangan sering pergi jalan berdua dan akan membagikannya di akun sosial media, seperti Tiktok, Instagram, Whatsapp, dan lainnya. Hal ini bagi yang uwuphobia dan jomlo akan merasa iri.

3. Receiving Gifts

Love language satu ini tak melulu soal pemberian kado yang mewah dan mahal. Melainkan lebih ke arah makna dari pemberian kado tersebut. 

Buat kalian yang memiliki love language ini, kalian mungkin merasa bahwa kado sebagai bentuk kasih sayang yang diberikan olehnya. Misalnya, pasangan kalian memberikan kado sebagai bentuk apresiasi dan memberikan semangat.

Nah, di sini kalian tidak peduli berapa harga dari kado tersebut. Baik murah atau mahal pun, yang terpenting ialah niat serta rasa ikhlas dan tulus waktu membelinya, ditambah dengan ada makna tersendiri bagi kalian dari pemberian tersebut.

4. Acts of Service

Bagi mereka yang memiliki love language satu ini, kata-kata seperti “i love you” menjadi gak terlalu berarti bagi kalian. Melainkan lebih ke arah “Talk less do more” atau tak sekadar omongan belaka. Nah, bagaimana pasangan kalian memperlakukan diri kalian lah yang paling penting. Mulai dari hal kecil, sampai hal besar.

Dengan begitu, kalian bakal merasa dicintai dengan baik oleh pasangan. Misalnya, kalian seneng ketika pasangan kalian mengantar pulang ke rumah. Karena mungkin pasangan kalian masih ingin memastikan bahwa kalian selamat sampai dirumah.

Selain itu ketika mau pergi bersama, saat mau naik motor pasangan kalian menurunkan injekan motor dan memasangkan helm. Dengan begitu, kalian akan merasa dicintai dengan sepenuh hati oleh pasangan kalian. Serta memupuk lebih rasa cinta kalian dengan dirinya.

5. Physical Touch

Love language satu ini bukan berarti kalian dengan pasangan melakukan hal yang mesum.  Melainkan sebagai bentuk afeksi dari pasangan kepada diri kalian, seperti berdekatan dengan pasangan, menggenggam tangannya, memeluknya dengan tulus, dan dielus kepalanya dalam bahasa gaul “pat-pat”. Alhasil, kalian akan merasa dicintai sepenuh hati oleh pasangan. 

Dalam unggahan video di tiktok akun @dewisuartini20 “pelukan sama orang yang kita sayang tuh rasanya kayak ngecharger energi banyak.”

Nah, kira-kira begitu lima jenis love language yang ada. tentunya tiap-tiap orang mempunyai love language yang berbeda-beda. Dari lima love language di atas, love language kalian yang mana nih?