Manusia dalam kehidupannya sering kali melakukan tindakan secara irasional, tidak secara akal sehat. Dengan kata lain, bertindak di luar nalar logikanya. Bisa saja itu terjadi karena kurangnya pengetahuan atau pemahaman tentang logika dengan baik.

Misalnya, ketika mencari pasangan kita dihadapkan dengan dua pilihan. Memilih pasangan yang berpenghasilan tinggi dan direstui oleh ibu kita, dengan orang yang kita sangat cintai yang membuat kita bahagia setiap kali berbicara dengannya. Pasti kita akan memilih yang kita cintai.

"Logika" adalah serangkaian kaidah dan aturan serta metode berpikir yang benar, valid atau sahih. 

Berpikir itu erat kaitannya dengan penalaran. Tentunya dengan penalaran ini bisa menentukan nilai kebenaran. Pikirkan manusia selalu mencari dan berusaha memperoleh kebenaran karena itulah pikiran juga merupakan suatu proses.

Dalam prosesnya, berpikir harus memperhatikan kebenaran bentuk atau sering disebut kebenaran formal. Kebenaran inilah yang dipergunakan untuk berpikir logis. Tanpa adanya kebenaran ini tidak bisa menyatakan suatu kebenaran.

Dalam tulisan Dr Muhbib Abdul Wahab MA, Dosen Pascasarjana FITK UIN Syarif Hidayatullah Jakarta mengatakan bahwa

"dengan pemikirannya, manusia menjadi unggul, mampu mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi, dan membangun peradaban agung". 

Secara singkat logika ialah ilmu pengetahuan dan kecakapan untuk berpikir lurus. Agar dapat berpikir lurus harus memperhatikan kaidah-kaidah-nya seperti; masuk akal, logis dan sistematis.

Manusia berpikir untuk menemukan pemahaman dan pengertian, pembentukan pendapat, dan kesimpulan atas keputusan dari sesuatu yang dikehendaki.  Mundari menjelaskan bahwa "pikiran merupakan perkataan dan logika merupakan patokan, hukum atau rumus berpikir".

Di dalam buku yang  pernah saya baca berjudul "Buku saku Logika sebuah daras ringkas" judulnya ditulis oleh Syaikh Falah al-'Abidi dan Sayyid Sa'ad al-Musawi menuturkan bahwa "Jika pikiran manusia ingin tercegah dari kesalahan berpikir, maka dia harus mengikuti dua hal yaitu. 

Pertama, mengetahui kaidah-kaidah logika. Kedua, mengikuti kaidah-kaidah tersebut dengan menerapkan secara benar ketika berpikir. Seseorang yang jatuh ke dalam kekeliruan, karena tidak memerhatikan dan konsisten pada aturan".

Mempelajari ilmu logika berarti mengetahui kaidah-kaidah umum dalam berpikir yang benar.  Mengenal metode-metode sahih yang dapat mengantarkan insan pada konsepsi dan aserasi ilmiah. Metode-metode sahih ini terefleksi secara positif pada asas-asas pemikiran manusia sehingga mendorong terbentuknya pandangan dunia yang valid dan nyata serta mendorong dihasilkannya ideologi yang benar. 

Ilmu logika Meningkatkan cinta akan kebenaran dan menghindari kesalahan-kesalahan berpikir, kekeliruan, serta kesesatan. Pada akhirnya, hal itu akan menentukan perilaku manusia di dunia untuk di akhirat nanti. 

Ilmu logika membantu setiap orang yang mempelajari logika untuk berpikir secara rasional, kritis, lurus, tepat, tertib, metodis, dan koheren. Ilmu logika meningkatkan kemampuan berpikir secara abstrak, cermat, dan objektif.

Ilmu logika menambah kecerdasan dan meningkatkan kemampuan berpikir secara tajam dan mandiri. Meningkatkan cinta akan keberanian dan menghindari kekeliruan kesesatan.

Manfaat Logika Bagi Manusia

Baca Juga: Logika Cinta

Melatih jiwa manusia agar dapat memperhalus jiwa pikirannya. Mendidik kekuatan akal pikiran dan mengembangkannya yang sebaik-baiknya dengan melatih dan membiasakan mengadakan penelitian-penelitian tentang cara berpikir.

Studi Logika mendidik kita berpikir jernih dan kritis. Logika memungkinkan kita melaksanakan disiplin intelektual yang diperlukan dalam menyimpulkan atau menarik kesimpulan.

Logika membantu kita menginterpretasikan fakta dan pendapat orang lain secara memadai. Logika melatih kita tentang teknik-teknik menetapkan asumsi dan implikasi. Logika membantu kita mendeteksi penalaran-penalaran yang keliru dan tidak jelas.

Logika memancing pemikiran-pemikiran ilmiah dan reflektif. Mengenali dan menggunakan bentuk-bentuk umum tertentu dengan cara penarikan konklusi yang benar dan menghindari kesalahan-kesalahan yang bisa dijumpai.

Dapat memperpanjang rangkaian penalaran itu untuk menyelesaikan problem-problem yang lebih kompleks.

Daya khayal semakin tinggi sehingga menjadi lebih kreatif.

Ibnu Sina lantaran begitu sadar pada pentingnya logika, sampai-sampai ia menyatakan bahwa "logika adalah kunci pengetahuan, dan pengetahuan adalah kunci kebahagiaan, tujuan tertinggi manusia".  

Ungkapan yang hendak menyatakan bahwa pengetahuan tak dapat dibuka, terkunci, sulit dipahami, jika tanpa logika. Semua orang di dunia tidak ada yang tidak ingin kebahagiaan, karena memang manusia hidup untuk mencapai kebahagiaan. Untuk mencapai kebahagiaan yang sejati itu perlu ilmu pengetahuan dan untuk mendapatkan ilmu pengetahuan perlu kunci untuk membuka yang kuncinya itu adalah logika.

Banyak juga pemikir menganggap logika sebagai langkah awal atau pendahuluan untuk mencapai ilmu-ilmu lain. Malah, sebagian pemikir, seperti Ibn Rusyd dan Al-Ghazali , menganggap kajian logika sebagai pelajaran pengantar wajib bagi ilmu lainnya. 

Pengetahuan perlu di buka dan disingkap karena di dalamnya lah kebahagiaan tertinggi dapat di temukan. Dalam dunia pengetahuan, tujuan tertinggi manusia bukanlah harta, jabatan, maupun kenikmatan fisikal, melainkan kebahagiaan. Ia disebut tertinggi karena tidak ada tujuan lain yang lebih tinggi darinya. Menariknya, tujuan tertinggi ini hanya didapat melalui pengetahuan, yang kuncinya dibuka dengan logika.

Maka tidak berlebihan dikatakan bahwa logika adalah kunci kebahagiaan dan harus betul-betul dipahami dan dimanfaatkan secara tepat sejak awal jika kebahagiaan ingin dicapai.  Kalau kata Buya Hamka "Bahagia dan celaka itu hanya berpusat kepada sanubari orang, bukan pada zat barang yang dilihat, dimiliki dan dipakai". Jadi Bahagia tidak melekat pada Harta tetapi lebih ke dalam hati. Pengetahuan yang luas dapat mengantarkan kita menuju kebahagiaan yang hakiki.