Pagelaran UCL (Uefa Champions League) musim ini banyak kejutan terjadi. Pagelaran terbesar kancah Eropa ini selalu seru setiap tahunnya. Dimulai dari PSG yang gagal kembali mendapatkan trofi UCL, hingga perwakilan terkuat Jerman yang kalah secara mengejutkan oleh tim kuda hitam asal Spanyol.

Sang juara bertahan tahun lalu, Chelsea juga gagal melaju ke babak semifinal setelah dikalahkan dengan skor tipis oleh raksasa Spanyol, Real Madrid. Itulah sepak bola, selalu terjadi kejutan yang tidak terduga. Di dalam situasi apapun, hal yang mustahil terjadi bisa saja terjadi di sepak bola.

Pagelaran UCL musim ini sudah memasuki babak semifinal leg pertama. Semifinal musim ini mempertemukan dua klub Spanyol dan dua klub asal Inggris. Pada leg pertama tepatnya tanggal 27 April dini hari, perwakilan Inggris asal Manchester yaitu Manchester City berhasil menaklukan tim ibu kota Spanyol, Real Madrid dengan skor tipis 4-3.

Sementara itu di pertemuan yang lain, perwakilan asal Inggris yaitu Liverpool berhasil membuat tim kuda hitam asal Spanyol yaitu Villarreal kewalahan dengan taktik gegen pressingnya. Tim dengan raihan trofi terbanyak di Inggris tersebut menang dengan meyakinkan dengan skor 2-0 tanpa balas pada hari Kamis tanggal 28 April dini hari.

Setelah melihat hasil leg pertama di pagelaran UCL, mengingatkan kembali pada tahun lalu yaitu tahun 2021 dimana tahun itu terjadi All England Final yang mempertemukan dua tim asal Inggris, yaitu Manchester City dan Chelsea FC. Pada All England Final di tahun  tersebut dimenangkan oleh Chelsea dengan skor tipis 0-1.

Dari hasil leg pertama yang diadakan pada hari Rabu dan Kamis dini hari, bisa dilihat dua tim asal Inggris memenangkan pertandingannya. Sementara dua tim asal Spanyol harus berjuang lebih keras demi membalaskan kekalahannya di leg pertama. Hasil tersebut menjadi potensi akan terjadi lagi All England Final antara Manchester City dan Liverpool FC jika kedua tim setidaknya mampu menahan imbang di leg kedua nanti.

Namun hal tersebut tidaklah mudah karena pada babak perempat final, lawan Manchester City pada babak semifinal yaitu Real Madrid berhasil memulangkan perwakilan Inggris lainnya yang berasal dari kota London, yaitu Chelsea.

Padahal pada leg kedua Chelsea sudah berhasil melakukan comeback dimana skor leg pertama adalah 3-1 Real Madrid unggul, menjadi 3-4 Chelsea unggul. Namun sayangnya Chelsea tidak bisa mempertahankan keunggulannya setelah pemain muda Real Madrid asal Brasil, Rodrygo menyamakan skor agregat menjadi 4-4.

Karena sudah 90 menit dan skor masih imbang, maka pertandingan dilanjutkan ke babak extra time selama 2x15 menit. Baru 6 menit babak extra time  dimulai, pemain bintang asal Perancis yang mendapatkan buff di bulan Ramadhan kalau kata penggemar sepak bola yaitu Karim Benzema, mencetak gol lewat sundulannya. Gol tersebut menjadi penentu kemenangnan Real Madrid dan melaju ke babak semifinal.

Di pertandingan lainnya pada babak perempat final, wakil terkuat dari Jerman yakni Bayern Munchen secara mengejutkan kalah oleh tim asal Spanyol yaitu Villarreal. Tim yang sudah dipastikan menjadi juara Liga Jerman tersebut kalah oleh tim asal Spanyol yang sekarang sedang terseok-seok di papan tengah klasemen untuk masuk ke Liga Eropa.

Tim asal Spanyol tersebut digadang-gadang menjadi tim kuda hitam pada pagelaran UCL musim ini. Karena pada babak sebelumnya yaitu babak 16 besar, Villareal berhasil mengalahkan tim kuat asal Italia yakni Juventus dengan skor telak yaitu 1-4  total agregat untuk kemenangan Villarreal. Tak heran mengapa UCL musim inilah Villarreal menjadi tim kuda hitam.

Sementara itu lawan Villarreal pada semifinal kali ini yaitu Liverpool, tidak mengalami masalah yang cukup berarti dalam perjalanannya menuju babak semifinal ini. Dari sebelas pertandingan yang dijalani oleh Liverpool, 9 kemenangan telah dikantonginya dan hanya mengalami 1 seri serta 1 kekalahan saja.

Walaupun kedua tim asal Inggris sudah memenangkan pertandingan atas dua tim asal Spanyol, masih ada leg kedua yang akan menjadi penentuan siapakah tim yang akan melaju ke babak final UCL musim ini.

Apalagi dua pertandingan leg kedua nanti masing-masing akan diselenggarakan di Spanyol, tepatnya di kota Madrid dan Villarreal. Hal tersebut tentu saja menguntungkan kedua tim asal Spanyol tersebut. Karena main di kandang sendiri, otomatis mayoritas supporter akan datang untuk mendukung dua tim ini.

Dengan banyaknya dukungan supporter di kandang sendiri, tentu saja menjadi motivasi tersendiri bagi para pemain Real Madrid dan Villarreal untuk memenangkan pertandingan leg kedua nanti dan melaju ke babak final. Pertandingan leg kedua nanti akan dilaksanakan pada hari Rabu dan Kamis dini hari tanggal 4 dan 5 Mei 2022.

Jadi, bagaimana menurut kalian? Apakah All England Final  tahun 2019 akan terulang kembali, atau malah tim ibukota Spanyol dan tim kuda hitam, Villarreal yang akan melaju ke babak final ?