Kenakalan remaja bukanlah suatu hal yang langka kita jumpai, banyak sekali kejadian-kejadian yang terjadi masih berkaitan dengan kenakalan remaja khususnya di Indonesia. 

Kenakalan remaja merupakan bagian dari perilaku menyimpang, artinya kenakalan remaja bisa kita sebut dengan perilaku menyimpang. Perilaku menyimpang sendiri adalah suatu perilaku ataupun tindakan yang menyimpang dari norma dan juga aturan hukum yang berlaku. 

Sehingga kita bisa katakan bahwa kenakalan remaja merupakan segala bentuk perilaku, tindakan yang melanggar atau menyimpang dari norma dan aturan hukum berlaku yang dilakukan oleh remaja. 

Remaja adalah mereka yang berada pada tahap transisi dari anak-anak ke dewasa, menurut WHO batasan usia remaja adalah 12 sampai 24 tahun. 

Menurut Sarwono (2015), kenakalan remaja adalah segala tingkah laku yang menyimpang dari norma-norma hukum pidana.   Jadi, kenakalan remaja suatu sikap tidak terpuji, perilaku yang bisa memberikan dampak negatif terhadap remaja, serta menghancurkan masa depan  para remaja.

Kita tahu bahwa remaja adalah usia anak sekolah sehingga pembahasan kita akan berfokus pada kenakalan remaja di tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA). 

Pada tingkat SMA ini, remaja sedang mencari jati diri yang menurutnya cocok dengan hal  dirinya. Hal yang biasa mereka lakukan adalah mencoba sesuatu hal yang baru atau sering kita sebut coba-coba.

Sehingga remaja harus bisa mengendalikan dirinya agar tetap berada pada jalan yang benar dan tidak mengikuti gaya remaja yang menyimpang dari norma dan juga aturan hukum yang berlaku. 

Kenakalan remaja pada tingkat SMA merupakan lanjutan dari tingkat SMP karena sekarang ini kenakalan remaja juga sering terjadi pada remaja SMP bahkan anak SD.  Sehingga kenakalan remaja pada tingkat SMA tidak menutup kemungkinan juga terjadi pada tingkat SMP. 

Bentuk dari kenakalan remaja ini sangat beragam di antaranya berpacaran, pergaulan bebas, merokok, mencuri, bolos ketika jam pelajaran berlangsung, tawuran, berkelahi, menggunakan narkoba, minum-minuman keras, bahkan berhubungan seks di luar nikah. 

Sangat disayangkan sekali ketika melihat kejadian-kejadian yang berkaitan dengan kenakalan remaja saat ini khususnya di tingkat SMA, namun kenakalan remaja ini sudah dianggap menjadi hal yang wajar karena sering sekali terjadi bahkan kita bisa menyaksikan langsung di kehidupan sehari-hari kita di sekolah. 

Sebenarnya kenakalan remaja yang terjadi bukanlah sesuatu yang terjadi dengan sendirinya, melainkan karena adanya beberapa faktor tertentu baik dari dalam maupun dari luar yang menyebabkan timbulnya kenakalan remaja.  

Salah satu faktor yang mungkin menjadi penyebab terjadinya kenakalan remaja adalah lingkungan sekitarnya. Pertama lingkungan keluarga, karena keluarga merupakan pendidikan pertama seorang remaja atau anak. 

Bisa jadi karena adanya faktor masa lalu yang kelam dari keluarga seorang remaja, seperti halnya broken home, meninggalnya salah satu anggota keluarga ayah atau ibu, atau mungkin ekonomi keluarga yang kurang sehingga faktor inilah yang menyebabkan remaja tersebut melakukan kenakalan remaja. 

Dr. Kartini Kartono juga berpendapat bahwasanya salah satu faktor penyebab terjadinya kenakalan remaja adalah anak kurang mendapatkan perhatian, kasih sayang dan tuntunan pendidikan dari orang tua, karena orang tua sibuk mengurusi permasalahan mereka masing-masing. 

Sehingga perhatian dan kasih sayang dari orang tua merupakan salah satu faktor penyebab terjadinya kenakalan remaja. 

Karena perhatian dan kasih sayang orang tua adalah suatu dorongan yang berpengaruh dalam kejiwaan seorang remaja dalam membentuk kepribadian dan juga sikap remaja dalam kehidupan sehari-hari.

Kedua lingkungan sekolah, karena seorang remaja khususnya di tingkat SMA banyak menghabiskan waktunya di sekolah. Sehingga perhatian guru di sekolah juga menjadi faktor penyebab terjadinya kenakalan remaja. 

Ketika perhatian dari guru kurang, dapat menyebabkan remaja  atau siswa menjadi malas, bahkan berani melawan guru dan melanggar aturan-aturan di sekolah. 

Jam kosong juga menjadi salah satu sebab terjadi kenakalan remaja karena biasanya saat jam kosong siswa sering melakukan hal-hal yang tidak baik atau menyimpang seperti merokok, berpacaran di kelas, berkelahi, nonton video porno dan masih banyak lagi. 

Dari lingkungan sekolah ini mungkin nanti akan terbawa atau berdampak ke lingkungan keluarga  maupun lingkungan masyarakat.

Ketiga lingkungan masyarakat, dalam hal ini termasuk teman sebaya dari seorang remaja. Teman sebaya juga sangat berpengaruh dalam terjadinya kenakalan remaja karena terkadang seorang remaja cenderung lebih dekat dengan teman sebaya daripada keluarga. 

Saat seorang remaja sering menghabiskan waktunya dengan teman sebaya, lama-kelamaan kebiasaan teman sebaya akan tertular ke remaja tersebut. 

Sehingga ketika pada masa remaja tingkat penasaran seorang remaja sangat besar ditambah teman pergaulan yang kurang baik, maka akan membuat seorang remaja lebih mudah terpengaruh dan terjerumus ke perilaku kenakalan remaja . 

Seperti pepatah “ Jika kamu ingin melihat seperti apa dirimu, maka lihatlah teman dekatmu ”. Pepatah lain juga mengatakan bahwa  jika seorang remaja tumbuh dan berkembang di lingkungan yang buruk, maka akan buruk juga moralnya.

Sebaliknya jika seorang remaja tumbuh dan berkembang di lingkungan yang baik, maka akan baik juga moral seorang remaja tersebut. Faktor lain yang menyebabkan terjadinya kenakalan remaja adalah kurangnya pemahaman tentang keagamaan. 

Kebanyakan dari kita seorang remaja meremehkan ilmu agama, menganggap ilmu agama tidak penting dan lebih mementingkan perihal-perihal duniawi saja. 

Padahal ketika kita dekat dan paham tentang keagamaan maka kita akan tahu mana hal baik yang harus dilakukan dan mana hal buruk yang harus ditinggalkan. 

Ketika kita jauh dari agama, kurangnya pemahaman serta ilmu tentang agama, maka hal-hal buruk yang akan kita lakukan seperti halnya kenakalan remaja. Mengurangi terjadinya kenakalan remaja memang sangat sulit dilakukan, bahkan untuk mencegah pun kadang sangat sulit. 

Tetapi bukan tidak mungkin kenakalan remaja bisa diatasi, artinya kenakalan remaja sangat mungkin untuk diatasi. Sebenarnya banyak sekali upaya-upaya yang dapat dilakukan untuk mencegah atau bahkan mengurangi terjadinya kenakalan remaja. 

Salah satunya dengan membatasi diri kita atau pandai-pandai dalam berteman. Tetapi kadang upaya ini menimbulkan tekanan bagi seorang remaja karena ketika kita membatasi diri, kita akan dikucilkan atau dibully, dibilang tidak asik, dan sebagainya. 

Maka dari itu, kita harus siap menerima semua cibiran tersebut agar kita tetap bisa menjaga diri agar terhindar dari kenakalan remaja.

Selain itu, upaya-upaya lain dalam mencegah terjadinya kenakalan remaja di antaranya harus adanya perhatian dan kasih sayang lebih dari orang tua, seperti selalu menanyakan apa yang sedang anak rasakan dan selalu memberikan semangat ketika anak sedang di fase down. 

Orang tua juga harus menempatkan diri bukan hanya sebagai orang tua tetapi sekaligus sebagai teman bercerita bagi anak sehingga anak bisa lebih terbuka terhadap orang tuanya, serta selalu ciptakan suasana yang harmonis dalam keluarga. 

Perhatian lebih dari seorang guru juga penting dilakukan, karena guru merupakan orang tua kedua dari seorang remaja, sehingga tugas guru hampir sama dengan orang tua karena guru menggantikan posisi orang tua ketika disekolah. 

Selain itu, guru harus lebih memperhatikan jam pelajaran yang kosong agar bisa diganti dengan tugas atau meminta bantuan guru lain untuk memantau keadaan kelas agar tetap kondusif sehingga tidak menimbulkan terjadinya kenakalan remaja. 

Kemudian , seorang remaja harus meningkatkan pemahaman tentang agama atau lebih mendekatkan diri dengan Allah Swt. agar bisa terhindar dari kenakalan remaja.