2 tahun lalu · 28 view · 1 menit baca · Cerpen image_6461.jpg

LINGKARAN PERANG

Aku seperti bermimpi, tapi mimpi macam apa ini? Semua terasa gelap dan tak ada apapun. Tiba-tiba terdengar ledakan hebat di sekitar telingaku, aku pun tersentak dan tersadar. Kubuka mataku dan aku telah berada di tengah peperangan, artileri dan senapan mesin tak hentinya menghujani. Kuraih senapanku dan merayap menuju dinding pantai.

“Rebut pantai ini, entah kau hidup atau mati” Ujar kapten.

Aku juga tak tahu kenapa menganggapnya kapten, aku serasa pernah dalam situasi ini. Kata-kata yang dia ucapkan seperti pernah kudengar berkali-kali sebelumnya. Aku mencoba menerobos masuk ke bunker musuh. Hanya ada seorang tentara disana, dan sontak kutembak dia. Kuhampiri tentara yang tengah sekarat itu, jantungku berdegup cepat, tak bisa dipercaya, ternyata dia adalah diriku dengan seragam yang berbeda.

“Musuh datang, cepat ke pos kalian” Teriak kapten.

Lagi-lagi kalimat itu tak asing bagiku. Kuseret mayat itu keluar lalu kuraih senapan mesin dan menembakkannya ke musuh yang tengah menyerang. Sesaat kemudian musuh mulai menerobos, tiba-tiba sebuah peluru menembus dadaku dari belakang dan aku pun terjatuh. Aku mulai sekarat, pandanganku mulai buram, tapi aku melihat dengan jelas seorang tentara musuh mengampiriku. Sekali lagi aku terkejut, tak bisa dipercaya, tentara itu adalah diriku dengan seragam yang berbeda.