Minat membaca sering kali berbanding terbalik dengan keadaan keuangan. Harga buku yang bagi sebagian orang cukup menguras kantong memaksa kita memutar otak untuk mendapatkannya. Alhasil, tiada cara lain untuk mendapatkan buku yang diinginkan kecuali dengan cara meminjam. Entah meminjam teman maupun perpustakaan terdekat.

Sebagai seorang yang sedang belajar menyukai buku, saya turut berkecimpung dalam dunia pinjam-meminjam ini. Ternyata, berbagai kepribadian orang juga tercermin pada kebiasaannya dalam meminjam buku. Setelah mengamati kegiatan ini cukup lama, akhirnya saya dapat mengklasifikasikan lima tipe manusia saat meminjam buku.

Eiiits.. jangan negative thinking dulu, ini hanya ulasan saya berdasarkan pengalaman real saya di lapangan. Jika Anda sekalian menemukan tipe lain yang tidak terdapat dalam ulasan ini, sila membuat laporan serupa untuk memperkaya khazanah dunia peminjaman buku. Cermati baik-baik ya!

Sungkan

Pernah suatu ketika teman saya hendak meminjam buku saya namun dia urung mengatakannya. Loh, terus dari mana saya tahu dia mau pinjam? Tidak, saya nggak bisa baca pikiran orang.

Waktu itu saya nggak sengaja diberi tahu teman yang lain kalau dia ingin pinjam buku itu tapi urung mengatakannya karena saya sedang gandrung buku itu. Jadinya dia cuma tanya-tanya seputar buku itu saja.

Rempong sekali ya tipe ini, mau pinjam saja pake rasa tidak enak segala. Maksud saya, kalau kita tertarik kan tinggal bilang. Masalah nanti boleh atau tidak, itu urusan belakangan. Kayak kalau kita nyatain perasaan ke doi gitu lho.

Selang beberapa waktu kemudian, dia datang lagi dan “nembak” saya. Dia bilang mau pinjam buku itu dan menawarkan buku miliknya untuk saya pinjam juga. Jadi semacam barter buku.

Usut punya usut, ternyata orang dengan tipe ini merasa tidak enak hati jika meminjam barang orang lain. Untuk menebus perasaan tersebut, tercetuslah ide barter demi ketenangan hatinya. Oke juga, kan? Heheu.

Pengagum seni

Jika buku yang kalian pinjamkan mendadak pulang dalam keadaan penuh gambar abstrak atau tulisan antah berantah, tidak lain dan tidak bukan buku Anda baru saja berada di tangan pengagum seni. Entah karena memiliki bakat terpendam atau hanya menyalurkan hobi saja, tipe ini sering kali kelewat batas.

Dalam hemat saya, sesungguhnya tipe ini adalah pengagum seni yang tidak memiliki media nyeni. Jadilah dia membuang sampah pikirannya di mana pun, termasuk buku orang lain.

Mungkin maksud sebenarnya bagus, mereka membuat ilustrasi dari buku yang sedang dibaca. Namun jika gambar yang diberikan justru merusak pemandangan, apa tidak sebaiknya dihapus saja?

Sembrono

Tidak berbeda jauh dengan tipe kedua, tipe sembrono juga membuat hati kita dongkol sedongkol-dongkolnya. Mereka adalah orang yang menganut asas kebebasan.

Maksudnya adalah bebas mengembalikan buku sesuka hati, bebas memberikan bookmark termasuk dengan cara melipat kertas, bahkan bebas meminjamkan buku itu lagi kepada orang yang ia hendaki. Sungguh tipe sembrono memperlakukan buku orang lain seperti barang miliknya sendiri.

Linglung

Peminjam buku dengan tipe linglung akan selalu berkelit tiap kali ditagih buku yang ia janjikan akan dibawa. Mereka selalu berdalih lupa, ketinggalan, atau bahkan merasa tidak yakin jika bukunya belum ia kembalikan. Ingatan peminjam buku yang buram membuat kita maklum dan selalu berharap akan membawanya lain kali.

Bukan tipe linglung namanya jika ia akan mengingat janji yang ia buat. Esoknya setelah melewati tragedi basa-basi di chat, harapan pemilik buku akan dikecewakan lagi. Tipe ini membuat orang yang meminjami buku seakan rentenir penagih utang. Teror adalah jalan terakhir.

Bertanggung jawab

Tak ada lagi drama kelupaan mengembalikan buku, teror di chatroom WhatsApp, atau penyesalan sedalam-dalamnya lantaran buku penuh dengan coretan. Mengembalikan tepat waktu, buku dijaga dengan baik dan bahkan meminta maaf jika buku terlipat sedikit saja, adalah hal yang senantiasa dilakukan peminjam bertanggung jawab.

Saya tidak bisa membayangkan apa jadinya dunia pinjam-meminjam buku tanpa adanya keberadaan tipe ini. Bisa jadi budaya saling pinjam akan musnah dan anak cucu kita kelak tidak akan merasakannya.

Hanya manusia peminjam buku yang bertanggung jawablah yang membuat kita tak sungkan melepaskan buku yang kita sayang. Tipe ini adalah sosok penuh yang kita harapkan menjaga buku dan hati kita.

Jadi, tipe mana yang sering kali berkeliaran di sekitar Anda? Kenali dulu tipe peminjam buku berdasarkan pengalaman yang sudah-sudah. Jangan sampai menyesal untuk kesekian kali.

Capek ya jika kita harus terus-menerus mengingatkan orang lain untuk menjaga barang yang bukan miliknya. Semoga tulisan ini bisa mewakili perasaan orang-orang baik yang dengan ikhlas meminjamkan barang kesayangannya kepada orang lain, wa bil khusus buku.

Semoga juga para peminjam buku dengan tipe kurang budiman terbuka hatinya dan segera taubat nasuha. Aamiin.