Kehidupan perkuliahan bagiku sama saja seperti saat SMA, perbedaannya hanya terletak di kebebasan kami dalam berpakaian ke kampus. Aku diterima saat pandemi Covid-19 sedang parah-parahnya, tidak masalah juga bagiku toh jarak antar rumah dan kampusku cukup dekat jadi jika ada keperluan ke kampus tidak begitu merepotkan.

Bulan pertama aku menjalani perkuliahan lumayan padat, selain ada kegiatan perkuliahan aku juga harus mengikuti rangkaian orientasi kampus dan jurusan. Aku baru tahu apabila kita bisa memilih sendiri mata kuliah yang kita mau, menurutku cukup bagus dan mengingat aku cepat bosan dengan rutinitas yang begitu-gitu saja.

Kegiatan orientasi kampus dan jurusanku cukup menyenyangkan, kenalan dengan kawan-kawan baru dari berbagai daerah kemudian kakak pembimbingku baik juga. Yang membuatku tertarik ialah aku belajar bahasa-bahasa baru dari daerah lain, kemudian mereka juga mengajakku bermain ke daerahnya dan akan diajak menginap dirumahnya. Aku senang sekali bisa berkenalan dengan orangorang baik.

Tetapi, aku baru tahu juga di kampus tidak ada batasan atau ketentuan seperti naik kelas ketika SMA. Aku cukup kaget ketika mengetahui ada beberapa kakak tingkatku yang sekelas denganku, alasan mereka ingin mengulang mata kuliah tersebut karena dirasa nilai yang mereka dapatkan sebelumnya belum cukup memuaskan bagi mereka tetapi konsekuensinya masa berkuliah mereka semakin panjang.

Dosen-dosen pengajarku pun beragam sifat dan karateristiknya, ada yang pemarah namun efektif dalam memancing intuisi pengetahuan mahasiswa, ada yang membebaskan mahasiswanya dari tugas dan ujian aga fokus dalam sesi tukar pikiran, kemudian ada juga yang pendiam namun beliau sebenarnya perhatian dengan mahasiswanya.

Aku mendapatkan dosen wali yang sangat baik sekali, beliau selalu mengingatkan mahasiswanya di grup WhatsApp ketika pagi hari agar jangan telat memasuki kelas dan selalu mendoakan kami yang terbaik. Beliau juga selalu mewanti-wanti dan memberi perhatian ketika sesi pengisian Kartu Rencana Studi mahasiswa berlangsung.

Kemudian berlanjut ke orientasi jurusan, ini durasinya lama sekitar 1 semester tapi aku suka banget karena seru-seru semua kegiatannya, setiap minggu diadakan pertemuan secara online dan diberi tugas berupa project yang seru banget. Kakak pembimbingnya pun baik-baik semua dan sempat ketemuan beberapa kali secara langsung.

Lalu ada kegiatan dari Unit Kegiatan Mahasiswa atau yang disingkat sebagai UKM. Aku mengikuti beberapa UKM ini dan seru banget juga. Lalu aku mencoba untuk mengikuti perlombaannya dan sempat menjadi juara 1 ataupun 2. Proses untuk persiapan lomba itupun dibantu para kakak tingkat dan aku juga mendapat relasi dari para alumni yang juga ikut membantu persiapan lomba tersebut.

Hingga sampai dengan aku kenal dengan Badan Eksekutif Mahasiswa atau yang disingkat sebagai BEM daripada fakultasku, aku bergabung dengan BEM dan tentunya salah satu yang aku syukuri hingga saat ini. Karena mereka memberi banyak insights baru bagiku terutama dalam dunia bekerja. Kami juga bekerja dengan efektif dan kompak dan tentu saja berkat kepemimpinan Ketua dan Wakil BEM kami.

Tak jauh dari itu, aku juga diberi kepercayaan sebagai staf di beberapa kepanitiaan kampus. Kegiatan ini sangat seru bagiku karena kami dituntut untuk merancang konsep suatu acara dengan sangat bagus, ibarat kata seperti membuat suatu hal yang hebat. Walaupun memang sibuk sekali tetapi sepadan dengan hasil yang kami dapat ketika diakhiri acara tersebut.

Sampailah dengan Ujian Tengah Semester atau yang disingkat sebagai UTS dan Ujian Akhir Semester atau yang disingkat sebagai UAS. Ujian diperkuliahan tidaklah seperti ujian ketika aku berada dibangku SMA, karena aku diberi ujian bukan hanya berupa pilihan ganda ataupun esai, namun juga ada seperti makalah, paper, ataupun jurnal. Ini cukup bagus menurutku karena aku bisa sambil mendapatkan pengetahuan baru ketika menyusun tugas ujian tersebut.

Untuk kegiatanku di waktu senggang atau diakhir minggu banyak juga, terkadang dari UKM atau Himpunan Mahasiswa membuat acara refreshing bagi para anggotanya, atau ada beberapa kawanku yang mengajak untuk nongkrong di café-café sekitaran daerah kampusku. Kalau di awal bulan aku biasanya berbelanja untuk kebutuhan bulananku. Cukup murah untuk biaya hidup didaerah kampusku.

Sehari-hari kegiatanku ialah bangun tidur, kemudian membereskan tempat tidurku, lalu mengecek grup chat kelasku untuk mencari tahu materi apa yang akan disampaikan dihari itu atau mengecek tugas-tugas yang belum selesai, kemudian mandi, lalu sarapan, dan bersiap-siap ke kampus, lalu turun dan memanaskan mobilku.

Sebenarnya tidak terlalu jauh jarak antar tempat tinggalku dengan kampusku, tetapi kemacetan yang terjadi di pagi hari memang tidak bisa terhindarkan. Aku sempat beberapa kali emosi disebabkan kemacetan tersebut, belum ada beberapa pengendara yang semrawut di jalanan. Emosi itu hilang ketika sudah tiba di kampusku.

Kelas kosong atau kelas yang di mana dosen pengajarnya berhalangan dalam mengisi kelas tersebut, solusiku ialah pergi ke kantin fakultas sembari membeli jajanan kemudian menonton drama favortiku. Kenapa aku tidak balik ke tempat tinggalku? Karena selain memakan waktu yang tidak sedikit, jarak waktu antar kelasku juga berdekatan jadi agar efektif lebih baik aku menunggu di kampus saja.

Harapanku semoga aku bisa menyelesaikan kuliahku dengan tepat waktu dan nilai yang bagus, mengingat orangtuaku sudah susah payah menguliahkan aku maka aku harus membalasnya dengan cara tersebut. Selain itu agar aku juga kelak mudah dalam mencari pekerjaan, ya walaupun bukan faktor utama setidaknya itu dapat membantuku kelak ketika mencari pekerjaan.