Liburan menjadi waktu yang ditunggu-tunggu oleh banyak orang, walaupun hanya sekadar melepaskan rasa penat. Beberapa tempat wisata juga dipenuhi oleh lautan manusia yang berbondong-bondong menuju tempat wisata.

Tidak hanya tempat wisata yang dipenuhi para pengunjung, demikian juga dengan jalan yang dipadati kendaraan. Kemacetan pun  tidak bisa terelakkan lagi, akibatnya jalanan menjadi macet hingga beberapa meter.

Bahkan terik matahari tidak menghalangi niat para wisatawan untuk tetap berlibur. Moda transportasi umum pun menjadi incaran pelancong, salah satunya kereta api yang dijadikan transportasi untuk liburan. Terkadang kereta api juga dipenuhi para penumpang.

Tetapi para pelancong tidak segan-segan untuk tetap menaiki transportasi umum tersebut. Beberapa tempat wisata juga menjadi incaran, biasanya tempat wisata dipadati oleh pengunjung setelah mereka mudik dan bersilaturahmi dengan sanak saudara.

Namun, di lebaran tahun ini semua tempat wisata tidak dapat dikunjungi oleh para pengunjung. Begitu pula dengan para pengunjung yang tidak bisa mendatangi tempat wisata. Pemerintah menutup semua tempat wisata yang ada di Indonesia demi memutus rantai virus Covid-19.

Alternatif Liburan

Sejak beberapa bulan ini, hampir seluruh daerah di Indonesia melakukan PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar). Mengharuskan semua orang untuk melakukan jaga jarak, tetapi akan jauh lebih baik untuk tetap berada di dalam rumah.

Hal ini dilakukan untuk memutus rantai virus Covid-19, semakin hari korban yang berjatuhan terus bertambah. Sehingga membuat pemerintah melakukan beberapa kebijakan. Salah satunya menutup tempat wisata, di Indonesia hampir keseluruhan tempat wisata ditutup, begitu juga di luar negeri.

Akibat ditutupnya tempat wisata membuat semua orang tidak bisa merasakan liburan di hari raya IdulFitri. Penutupan tempat wisata juga belum diketahui kapan akan resmi kembali dibuka. Membuat beberapa tempat wisata kosong oleh para pengunjung, dan tidak lagi dipadati oleh lautan manusia.

Libur lebaran tahun ini membuat semua orang tidak bisa berpergian, banyak juga yang sudah merasakan bosan dengan di rumah. Akibat pandemi Covid-19, alih-alih untuk menghilangkan rasa jenuh tersebut, beberapa tempat wisata melakukan virtual tour.

Ada juga tempat wisata yang melakukan live streaming dan beberapa aplikasi Virtual Tour pun bisa diunduh. Hal ini dilakukan untuk menghilangkan rasa jenuh dan  tetap merasakan liburan di hari raya, walaupun hanya dilakukan di dalam rumah.

Dengan adanya aplikasi virtual tour, para pengunjung tidak lagi merasakan repot untuk booking tiket. Aplikasi virtual tour menyediakan berbagai macam tempat wisata yang ada di Indonesia maupun luar negeri, jadi bisa menikmati liburan dengan di rumah.

Teknologi dapat dimanfaatkan dengan baik, salah satunya melalui gawai kegiatan menjelajahi dunia bisa dilakukan dengan virtual tour.  Seperti berlibur ke museum-museum yang terdapat di Indonesia, gunung, bahkan pantai pun dapat dinikmati melalui virtual tour.

Melalui virtual tour tersebut liburan tetap bisa dirasakan, serta pengetahuan mengenai segala sesuatu yang terdapat di tempat wisata juga didapat. Hanya bermodal gadget semua tempat dapat dinikmati dan waktu juga tidak terbuang dengan sia-sia.

Sebetulnya, rekreasi virtual memiliki banyak keuntungan. Mulai dari uang untuk liburan kini bisa disimpan dengan baik dan juga bisa dialihkan untuk keperluan lainnya.

Oleh karena itu, kantong tidak terkuras dalam, tidak perlu antre dan repot booking sana sini, waktu dapat dimanfaatkan dengan baik. Teknologi membuat semua yang dilakukan terasa mudah, jadi ini semua kembali kepada para penggunanya.

Tidak Perlu Macet-macetan 

Libur lebaran merupakan salah satu waktu berlibur yang paling ditunggu-tunggu. Selain mudik momen yang satu ini juga menjadi waktu yang paling penting untuk dinikmati bersama keluarga. Biasanya kegiatan liburan di hari raya dilakukan setelah mengunjungi rumah sanak saudara.

Maka diakhir liburan banyak keluarga yang menyempatkan waktunya untuk mengunjungi tempat wisata. Bahkan stasiun televisi juga tidak henti-henti memberikan informasi mengenai situasi jalanan yang sering dilewati oleh para pemudik dan wisatawan.

Akses jalan menuju tempat wisata dipadati oleh banyak kendaraan, mulai dari roda dua maupun roda empat. Cuaca juga tidak dihiraukan lagi oleh para wisatawan, hal ini dilakukan para wisatawan untuk tetap bisa berlibur bersama keluarga.

Salah satunya daerah puncak yang selalu macet dan dipadati oleh kendaraan, akibatnya jalanan menjadi macet hingga beberapa meter. Selain itu, transportasi umum pun menjadi incaran para wisatawan agar bisa sampai pada tempat wisata yang dituju.

Membuat tempat wisata juga dipenuhi oleh lautan manusia yang sedang memanfaatkan waktu berlibur. Walaupun begitu tidak mengurungkan niat para wisatawan untuk mengunjungi tempat wisata. Booking tiket sana sini pun tidak bisa terelakkan lagi, tidak jarang juga yang kehabisan tiket.

Hal ini membuat calon pengunjung dan penumpang harus tetap menunggu tiket, agar berada dalam genggaman mereka. Namun, libur lebaran IdulFitri tahun ini tidak lagi mengalami kemacetan menuju tempat wisata.

Libur lebaran ditahun ini sangat berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, bahkan kemacetan di jalan menuju tempat wisata tidak lagi ditemukan. Bagaimana tidak? Semua tempat wisata sudah ditutup guna memutus rantai virus Covid-19, membuat semua orang tetap berada di dalam rumah.

Hal ini membuat jalanan menjadi lengang dan tidak dipenuhi oleh kendaraan yang hilir mudik menuju tempat wisata. Kebijakan pemerintah menutup tempat wisata, membuat tempat wisata pun sepi akan pengunjung. Bahkan tidak ada lagi para wisatawan yang harus mengantre tiket masuk wisata.

Libur virtual merupakan salah satu cara untuk tetap merasakan liburan di hari raya, walaupun liburan hanya dilakukan di dalam rumah. Namun, dengan adanya aplikasi virtual tour tersebut membuat semua orang bisa merasakan suasana berlibur.

Semoga virus Covid-19 ini cepat berlalu di muka bumi, agar semua aktivitas kembali berjalan normal. Begitu juga dengan para wisatawan dapat menikmati tempat wisata yang dituju, serta tempat wisata pun kembali ramai. Tidak jarang juga banyak orang yang sudah merindukan liburan.