Mereka yang menekuni bidang psikologi, terutama psikologi anak, tidak asing dengan teori perkembangan kognitif anak yang dikembangkan Jean Piaget. Tetapi tidak banyak yang mengenal tokoh Lev Semionovitch Vygotski*. 

Padahal karya-karyanya, yang sebagian di antaranya merupakan kritik terhadap teori Piaget, terbit hanya sekitar 10 tahun setelah buku pertama Piaget. Psikolog, filsuf, ahli pendidikan, si jenius kelahiran Belarus ini selama puluhan tahun seperti tak tampak.

Salah satu faktor terabaikannya Vygotski selama ini bisa jadi karena ia sudah meninggal dunia dalam usia yang masih muda (37 tahun) pada tahun 1934. Ia mendiktekan bab terakhir buku Thought and Language ketika ia telah dirawat di rumah sakit. 

Bukunya yang sangat terkenal ini terbit anumerta. Sementara itu, Piaget terus aktif dan produktif hingga akhir hayat (1980). 

Selain itu, gagasan-gagasannya sempat menjadi korban sensor selama pemerintahan Stalin. Ia dianggap antimarxis dan antiproletar.

Kendala penerjemahan bahasa Rusia juga menjadi salah satu yang menghambat dunia untuk mengenal teori-teorinya. Buku Vygotski baru diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris pada tahun 1962, disusul kemudian dalam bahasa Spanyol, Italia, Jerman, Jepang, dan lain-lain.

Penerjemahan ke dalam bahasa Prancis terlambat dibandingkan negara-negara lainnya, yakni pada tahun 1985. Orang-orang Prancis sendiri lebih mengenal penerjemahan edisi tahun 1997. 

Ketika karya Vygotski diterjemahkan dalam bahasa Inggris, Thought and Language (1962), Piaget menuliskan komentarnya mengenai pemikiran Vygotski. Dalam tulisan ini, yang diletakkan di bagian akhir buku Vygotski sebagai lampiran, Piaget mengakui kebenaran sebagian kritik Vygotski meski tidak sependapat dengan semua idenya. 

Piaget menyesali tidak mengenal dan membaca teori Vygotski lebih awal padahal A. Luria, sahabatnya sekaligus rekan kerja Vygotski telah menyampaikan kepadanya mengenai Vygotski. 

Komentar Piaget ini aslinya berbahasa Prancis, tetapi diterjemahkan dalam bahasa Inggris. Tulisan aslinya yang berbahasa Prancis akhirnya dimuat pula pada bagian lampiran dari terjemahan buku Vygotski dalam bahasa Prancis, Pensée et langage.

Teori Vygotski mulai dikenal di negara-negara berbahasa Inggris setelah bukunya diterjemahkan dalam bahasa ini. Popularitasnya makin meningkat setelah kemunculan neo piagetian yang mempertanyakan teori Piaget. 

Sejak diterbitkannya terjemahan terbaru berbahasa Prancis dari buku Vygotski pada tahun 1997, majalah Sciences Humaines di Prancis membahasnya berulang kali. Perlahan Vygotski mulai dikenal di negara ini. 

Orisinalitas pemikiran Vygotski yang mengusung pendekatan sejarah dan budaya tidak dapat disangkal. Karya-karyanya (180 tulisan, 80 di antaranya belum diterbitkan hingga saat ini) dianggap sebagai karya-karya terpenting selama peradaban manusia. 

Namun demikian, teori Vygotski sering dibahas secara tidak utuh. Ia lebih dibicarakan dalam kaitannya dengan kritik terhadap Piaget. Vygotski, seperti tokoh-tokoh lainnya yang mengkritik Piaget, sering hanya menjadi dekorasi. Teori perkembangan kognitif tetap identik dengan Piaget. 

Jika ingin objektif, teori Piaget pun sebenarnya tidak pernah diajarkan secara menyeluruh. Mungkin karena metode pengajaran kita terbiasa untuk hanya berkonsentrasi pada ‘yang dapat dihafalkan’ dan bukan pada yang ‘harus dipahami’. Mahasiswa/i diminta menyebutkan tahap-tahap perkembangan kognitif, tetapi tidak dituntut untuk memahami epistemologi yang mendasarinya. 

Vygotski sendiri sering kali hanya dilekatkan dengan salah satu idenya yang sangat terkenal dan banyak diterapkan dalam psikologi pendidikan: zone of proximal development (ZPD). Dalam penerjemahan yang terbaru, zona ini dinamakan zone of next development

Dalam bahasa Prancis, zona ini awalnya diterjemahkan sebagai zone proximal de développement. Jadi, istilah “proximal” dimaknai dalam hubungannya dengan zona, bukan dengan perkembangan. Ini adalah terjemahan yang tidak tepat. 

Terjemahan ini diperbaiki menjadi la zone de proche développement atau la zone de développement prochain yang setara artinya dengan zone of next development

Namun, Ludmila Chaiguerova, doktor psikologi dari Universitas Negeri Moskwa M.V. Lomonosov menyarankan penerjemahan yang lebih tepat adalah la zone du développement le plus proche (zone of nearest development) atau wilayah perkembangan yang paling dekat (2011). 

Chaiguerova menganggap istilah zone of nearest development inilah yang paling mendekati kata aslinya. 

Chaiguerova, seperti pakar psikologi dan pendidikan Rusia lainnya yang memahami bahasa Inggris dan Prancis, sangat peduli akan pentingnya ketepatan penerjemahan karya Vygotski. Ia mencatat sejumlah kata dalam buku Vygotski yang tidak diterjemahkan dengan benar. 

Ia memahami sulitnya menerjemahkan karya Vygotski, terutama karena Vygotski sendiri banyak menciptakan istilah baru untuk dapat memaparkan ide-idenya yang benar-benar baru pada masa itu.  

Bersama Yuri Zinchenko dan Frédéric Yvon, Chaiguerova juga mengingatkan kembali bahwa karya Vygotski dipengaruhi oleh filsafat marxis serta situasi sejarah dan budaya. Untuk menerapkan teorinya, dibutuhkan pemahaman yang utuh akan karyanya, yang sayangnya sering dipahami hanya secara parsial. 

Perlu diketahui bahwa Vygotski memiliki pandangan yang bertolak belakang dengan kebanyakan ilmuwan psikologi. Kemampuannya berbahasa Inggris, Prancis, Jerman, Latin, Ibrani, dan Yunani, di samping bahasa Rusia, memberinya akses untuk membaca banyak literatur. 

Kekayaan wawasannya dan kemampuan analisisnya memungkinkannya untuk menemukan kelebihan dan kekurangan dari masing-masing teori yang digagas para tokoh. Piaget hanyalah salah satunya. 

Mengenai perbedaan pandangan Piaget dan Vygotski dapat dibaca dalam tulisan berikutnya.

*Nama aslinya adalah Vygodski. Ketika ia berusia remaja, ia gemar mengoleksi prangko dari seluruh dunia, dan saat itulah ia mempelajari bahasa Esperanto. Sejak itu, ia memutuskan untuk menuliskan namanya sebagai Vygotski; t bukan d. Dalam bahasa Inggris, namanya ditulis Lev Semyonovich Vygotsky.