Selain dikenal dengan keindahan alamnya, Indonesia sangat kaya akan keragaman budaya dan berbagai macam kuliner khas daerah.

Tidak jarang kuliner menjadi salah satu daya tarik yang membuat pelancong mengunjungi suatu daerah sehingga muncul istilah wisata kuliner. 

Tidak hanya terkenal di kalangan masyarakat Indonesia, kelezatan kuliner nusantara telah terbukti di kancah internasional.

Salah satu bukti nyata dari kelezatan masakan nusantara adalah rendang yang pernah dinobatkan CNN pada tahun 2011 sebagai makanan terenak di dunia, begitupun dengan bakso, sate, nasi goreng dan masih banyak lagi. 

Makanan ringan atau jajanan tradisional pedesaan yang juga sering disebut jajanan pasar pun tidak kalah populer di kalangan pecinta kuliner untuk sekedar dinikmati atau menjadi buah tangan saat berkunjung ke suatu daerah.

Boyolali adalah salah satu destinasi tujuan pelancong untuk menikmati sejuknya udara di lereng Gunung Merapi dan juga dikenal dengan beragam produk olahan susu sapinya mulai dari abon sapi, tahu susu, yoghurt dan lain sebagainya.

Boyolali terletak sekitar 25km di sebelah barat Kota Surakarta dan dikenal memiliki berbagai macam makanan olahan khas masyarakat pedesaan yang memanfaatkan hasil pertaniannya seperti cengkaruk, marning, sambal lethok dan lentho.

Lentho adalah salah satu makanan khas Boyolali yang sering dijadikan sebagai buah tangan oleh pelancong yang datang atau sekedar singgah di Boyolali.

Lentho atau yang juga disebut mentho ini merupakan makanan ringan yang sudah ada sejak zaman nenek moyang dimana saat itu penjajahan masih terjadi di Indonesia. Kuliner khas Boyolali ini merupakan makanan yang terbuat dari parutan kelapa dan juga kacang tanah yang digoreng garing.

Lentho lahir di Desa Andong, Kecamatan Andong, Kabupaten Boyolali. Menurut sejarah, makanan ini dibuat oleh warga yang dulu masih dalam garis kemiskinan saat penjajahan.

Mereka menggunakan bahan masakan yang mudah ditemukan dan terjangkau pada saat itu seperti singkong, kelapa dan kacang tanah.

Lentho biasa dijadikan sebagai alternatif buah tangan khas Boyolali selain tahu susu. Hal ini karena citarasanya yang unik dan gurih khas masakan pedesaan. Lentho memiliki rasa gurih yang selalu terasa di setiap gigitannya.

Uniknya lagi, resep Lentho di Andong menggunakan resep turun temurun yang hingga saat ini masih dipertahankan. Hal ini dilakukan untuk menjaga citarasa lentho tetap otentik sehingga lentho khas Andong ini kerap diburu oleh para pelancong yang melewati daerah tersebut.

Lentho memiliki bentuk lonjong hasil dari adonan yang dibentuk dengan kepalan tangan dan paling pas dinikmati dengan secangkir teh atau kopi. Namun jangan salah, bentuk lentho khas Boyolali ini berbeda dengan lainnya. Teksturnya sedikit keras dan lebih garing. Citarasanya juga lebih gurih.

Bahan dasar pembuatan Lentho adalah dari singkong yang telah dihaluskan dengan cara diparut, lalu dipadukan dengan kacang tolo (biji dari kacang panjang) dan kelapa parut. Setelah itu adonan dibuat lonjong dengan di kepal menggunakan tangan untuk kemudian digoreng hingga garing.

Perpaduan antara singkong, kacang tolo dan kelapa parut membuat Lentho memiliki citarasa gurih serta mengenyangkan. Lentho bahkan menjadi hidangan wajib ketika pergi ke sejumlah warung soto di Boyolali. Biasanya para penjual soto menyediakan lentho basah sebagai pendamping menyantap soto.

Namun seiring berjalannya waktu, tidak sedikit masyarakat yang menjadikan lentho sebagai jajanan pasar favorit. Apalagi masyarakat yang merantau ke luar kota atau yang hanya mudik ketika lebaran saja, pasti sangat rindu dengan jajanan pasar satu ini.

Tidak jarang masyarakat yang merantau atau tamu jauh yang datang meminta untuk dibuatkan lentho dalam jumlah yang besar untuk kemudian dibawa kembali ke kotanya.

Perbedaan lento khas Boyolali ini adalah teksturnya yang sangat renyah saat digigit karena digoreng hingga kering. Masyarakat juga menjaga resep warisan yang diturunkan oleh nenek moyang mereka selama puluhan tahun. Citarasa lentho yang unik didapatkan dari resep nenek moyang yang dipertahankan hingga saat ini.

Lentho berbahan dasar singkong dapat dijumpai di sejumlah pasar tradisional, salah satunya di Pasar Sambi, Boyolali. Biasanya lentho dijual berdampingan dengan jemblem atau jajanan pasar lainnya yang juga termasuk jajanan tradisional  yang terbuat dari singkong.

Lentho basah yang dijual memiliki berbagai macam ukuran. Untuk harganya mulai dari Rp500 – Rp1.000 saja, sudah bisa mendapatkan 1 buah lentho basah berukuran hampir satu kepal tangan. Sedangkan lentho berukuran kecil harganya mulai Rp1.000 untuk 4 buah lentho berukuran satu ibu jari.

Lentho kering awalanya hanya dijual di pasar tradisional yang terletak di desa-desa terpencil di Kabupaten Boyolali, tetapi saat ini lentho sudah bisa dijumpai di toko kelontong, mini market, pusat oleh-oleh di Boyolali, hingga penjual online yang menyediakan lentho dengan berbagai varian lentho yang diinginkan.