Kertas telah memberikan warna tersendiri dalam hidupku. Walau kini peran kertas mulai berkurang seiring dengan era digitalisasi yang melanda kehidupan dunia, tetapi peran kertas masih membekas dalam hidupku. Ada sejumlah lembar kertas dalam berkas file pribadiku.

Beberapa diantaranya bahkan mampu merubah jalan hidupku serta mengangkat martabatku. Sehingga lembaran-lembaran kertas tersebut tetap tersimpan rapi dan perannya tak akan mungkin tergantikan oleh yang lain, walau era digitalisasi juga mempengaruhi hidupku.

Diantara lembaran-lembaran kertas yang telah merubah nasib dan jalan hidupku tersebut adalah sebagai berikut :

1. Ijazah

Lembaran kertas berbentuk ijazah yang aku miliki sebenarnya tidak terlalu banyak, hanya ada lima buah. Tepatnya ijazah SD, SMP, SMA, D3 Pendidikan Matematika, dan S1 Pendidikan Matematika.

Walau hanya ada 5, tetapi kelima lembaran kertas itu telah mengantarkan aku menjadi seorang guru yang berstatus Aparatur Sipil Negara (ASN) seperti sekarang ini. Yang lebih membanggakan lagi, kelimanya dikeluarkan oleh lembaga pendidikan berstatus negeri milik pemerintah.

2. SK Kepegawaian

Lembaran kertas berbentuk surat keputusan (SK) Kepegawaian inilah yang merubah jalan hidupku. Bagi anggota masyarakat kecil seperti saya, menjadi ASN adalah sebuah pencapaian tertinggi. Lembaran-lembaran SK itu pulalah yang menjadi modal hidupku, sehingga aku dapat bertahan hidup dengan tanggungan sebuah keluarga dan dua putra yang kini sedang menimba ilmu di jenjang perguruan tinggi.

Diantara lembaran-lembaran kertas itu ada SK Kenaikan Pangkat IV/b yang sangat membanggakan. Pasalnya hingga saat ini masih banyak guru yang masih tersendat pada golongan IV/a dan sering menjadi perbincangan hingga di tingkat nasional.

3. Sertifikat Pelatihan

Lembaran-lembaran kertas berbentuk sertifikat ini sangat banyak dalam berkas fileku. Hal ini karena aku memang sering mendapat panggilan untuk mengikuti kegiatan pendidikan dan pelatihan. Banyaknya lembaran kertas berbentuk sertifikat tersebut merupakan nilai plus bagi profesiku sebagai seorang.

Apalagi masih ada banyak guru yang baru 2 atau 3 kali mengikuti pelatihan selama karirnya. Kepercayaan dan kerja kerasku menjaga kepercayaan yang diberikan menjadi kunci sukses saya sehingga memiliki banyak sekali setifikat pelatihan tersebut.

4. Piagam Penghargaan

Lembaran-lembaran kertas berbentuk piagam penghargaan menjadi legitimasi akan posisiku sebagai guru yang bernilai plus. Ada lumayan banyak lembaran kertas yang berbentuk piagam penghargaan yang aku miliki. Seperti piagam penghargaan sebagai pemakalah pada seminar nasional pendidikan matematika di P4TK tahun 2016 dan 2017, piagam penghargaan sebagai pemapar pada seminar nasional pendidikan dasar yang diselenggarakan oleh Direktorat Pendidikan Dasar Kemdikbud.

Piagam penghargaan sebagai finalis perlombaan inobel tahun 2016 dan 2017, piagam penghargaan sebagai pemrasaran pada desiminasi nsional literasi yang diselenggakan Kesharlindung Dikdas, piagam penghargaan sebagai kontributor pada pengembangan aplikasi mobile di BPMPK Kemdikbud, piagam penghargaan sebagai finalis perlombaan membuat bahan ajar berbasis TIK (memBaTIK) dari Pustekkom Kemdikbud.

Piagam penghargaan sebagai juara IV pada perlombaan penulisan bahan literasi bagi guru se-NTB yang diselenggarakan Kantor Bahasa NTB, serta sejumlah piagam penghargaan sebagai Instruktur Kurikulum 2013 sejak tahun 2014 hingga 2017.

Semua lembaran-lembaran kertas tersebut semakin membuatku mendapat banyak kepercayaan di daerahku. Sejumlah lembaran kertas tersebut juga memberi warna tersendiri dalam perjalanan hidup dan profesiku sebagai guru.

5. Buku

Lembaran-lembaran yang lain yang juga cukup memberikan warna dalam kehidupanku adalah lembaran-lembaran kertas yang telah dubukukan. Ada empat buku yang sudah aku buat selama ini. Namun semuanya masih berkaitan dengan tugasku sebagai guru matematika di sebuah SMP di Kabupaten Bima, NTB. Buku pertama diterbitkan pada tahun 2015 oleh penerbit Diva Press.

Buku tersebut berisi pembahasan soal olimpiade matematika tingkat SMP. Buku kedua masih berkaitan dengan olimpiade matematika. Buku yang diterbitkan oleh penerbit DeePublish ini berjudul Soal-Soal Kompetisi Matematika Internasiona untuk SD-SMP. Buku ketiga masih berbentuk naskah buku yang aku ikutkan pada perlombaan diseminasi nasional literasi sehingga mendapatkan piagam dari Kesharlindung Dikdas seperti yang disampaikan di atas.

Buku keempat juga masih berbentuk naskah yang merupakan naskah buku yang diperlombakan pada perlombaan penulisan bahan literasi bagi guru se-NTB di Kantor Bahasa NTB.

Keempat buku tersebut juga menjadi kebanggaanku. Apalagi naskah buku yang keempat yang diperlombakan dalam perlombaan literasi bagi guru se-NTB. Naskah tersebut berbentuk cerpen tetapi tetap berbahan dasar matematika. Yang membanggakan adalah karena naskah buku tersebut mampu bersaing dengan naskah dari para guru Bahasa mulai dari tingkat SD hingga SMA/SMK yang ada di NTB.

Buku yang pertama juga memberikan motivasi tersendiri bagi saya. Sebagai permulaan, awalnya saya ragu dengan naskah buku yang saya kirimkan ke penerbit Diva Press tersebut. Namun ketika saya mendapat email balasan yang menyatakan bahwa naskah buku saya terseleksi untuk diterbitkan, perasaan bangga dan bahagia begitu kuat menerpa diriku.

Buku pertama itulah yang turut menjadi motivasi bagi saya untuk menulis buku-buku selanjutnya serta juga untuk mengikuti aneka perlombaan di tahun 2016 dan 2017 sehingga mendapatkan sejumlah penghargaan sebagaimana yang diuraikan di atas.