Student
4 bulan lalu · 45 view · 3 menit baca · Pendidikan 83233_19028.jpg

Lebih Asyik Belajar atau Cinta Monyet?

Anda pernah merasakan cinta monyet? Iya, orangtua sering bilang kalo masa-masa pacaran SMA itu adalah cinta monyet. Kalau anda search di mbah google dikatakan bahwa cinta monyet merupakan suatu hubungan cinta yang terjadi pada masa kanak-kanak.

Orang tua anda tipe seperti apa? Mengijinkan kalian pacaran atau tidak? Ada sebagian orang tua yang tidak mau anaknya berpacaran dulu dengan tujuan agar anaknya fokus mengerjar cita-cita, tetapi ada sebagian orang tua mengijinkan karena dianggap sebagai suatu media keterbukaan untuk sang anak dapat bercerita kepada orangtua dan orang tua jadi dekat dengan mereka.

Menurut anda penting gak sih pacaran di masa SMA itu? Apa pentingnya? Bukannya tambah merepotkan jika berpacaran, karena kita harus saling mengenal satu sama lain dari sifat pasangan kita. Memang sih terkadang ada yang bilang kalau berpacaran itu kekasihnya bisa jadi penyemangat untuk mengejar cita-cita. Tapi kali ini saya akan membahas sisi negatif dari berpacaran.

Well, pacaran. Katanya pacaran itu enak, karena bisa pamer ke temen-temen bahwa statusnya gak jomblo lagi. Itu ketika awal-awal masa pacaran yang masih sweet-sweetnya sama pasangan, yang masih romantis-romantisnya, dan masih sayang-sayangnya. Coba lihat beberapa bulan kemudian, pasti jadi biasa aja kan.


Pacaran itu gak enak, karena kamu selalu diatur-atur sama pasanganmu dengan alasan “Demi kebaikan kamu sayang.” Siapa sih yang suka diatur? Sama orang tua aja kadang kita gak nurut, apalagi sama oranglain.

Pacaran bisa membuat kita terjerumus ke dalam dosa. Mengapa?  Kita kan masih dalam masa-masa dimana sifat kita itu labil dan terkadang nafsu datang tanpa bisa dikendalikan. Atau bisa saja pacar kalian mengajarkan hal-hal yang tidak baik, yang membuat kalian jauh dari Tuhan.

Dalam agama, diajarkan pacaran itu sekali seumur hidup kemudian anda nikah dengan orang yang kalian pacarin ini. Tapi nyatanya anak-anak remaja sekarang malah menganggap bahwa pacaran sebuah gaya hidup mereka bilang “Lo gak keren, gak gaul, kalau lo gak punya pacar alias jombs”.

Pacaran terkadang membuat kita sering berantem dengan pasangan kita, dan yang kena imbas itu teman-teman dan keluarga kita. Seketika kita jadi moody an jika berantem dengan pasangan kemudian ngomel-ngomel gak jelas ke teman-teman.

Berantemnya itu ada yang sehari, ada yang sejam, ada yang seminggu. Adalagi berantemnya main fisik, seperti pukul-pukulan, jambak, dan bunuh.  Sangat miris bukan, yang seharusnya waktunya dipakai untuk belajar di sekolah dengan tujuan supaya cita-cita tercapai dan membahagiakan orang tua malah karena pacaran jadi seperti itu.

Teralu banyak berita mengenai anak-anak SMA yang hamil diluar nikah atau meninggal karena dibunuh kekasihnya dengan alasan cemburu. Pada saat itu semua terjadi siapa orang yang harus disalahkan lebih dulu? Tuhan? Orang tua? Guru?

Jujur, pacaran itu buang-buang waktu dan uang. Hey cowok, pasti kalian seringkan jajanin cewek kalian atau kasih barang yang buat cewek kalian bahagia. Memang kamu orang tuanya yang kasih jajan dan barang. Kalian juga beliin pakai uang orangtua kalian kan?.

It’s OK sih kalau bagi kalian yang sudah bekerja, terus pacaran. Itu namanya cowok keren, yang bayarin ceweknya pakai uang hasil keringatnya sendiri. Lah kalian anak-anak SMA yang masih nodong tangan di depan orang tua minta uang buat jajan, ternyata malah dipake jajanin ceweknya.


Mendingan jangan pacaran dulu deh kalo masih bergantung orang tua, mending nikmati masa muda kalian sama teman-teman kalian. Hangout bareng sama temen-temen, berpetualang explore kota kalian, cari wisata alam yang menantang. Itu lebih mengasyikan daripada jalan berdua terus sama cewek atau cowok kalian.

Lebih baik kalian bangun kelompok belajar sama teman-teman kalian yang sifatnya lebih membangun masa depan kalian, belajar juga asik kok bila anda ada kemauan dan menganggap pelajaran bukan beban tapi bekal kesuksesan di masa depan.

Orang tua juga pasti lebih senang jika kita fokus belajar bukannya pacaran, dan tidak sia-sia mereka bekerja keras banting tulang untuk menghidupi anak yang dikasihinya karena itu semua akan membuahkan hasil kelak di masa depan.

Hey kalian yang masih pelajar, mending kejar dulu cita-cita kalian. Setelah cita-cita kalian tercapai, berpenghasilan, bahagiain orang tua. Baru mulai cari cewek atau cowok, dijamin hidup kalian lebih bahagia seperti itu daripada pacaran di masa SMA sekarang.

Jangan sia-siakan masa mudamu untuk melakukan hal-hal yang tidak ada faedahnya, yang menguras waktu dan pikiran kalian. Karena waktu akan berjalan maju, bukan mundur. Jangan menyesal di kemudian hari jika segala harapanmu di masa depan tidak tercapai karena asik berpacaran dan melupakan belajar.

Gunakan waktumu untuk dunia Pendidikan dan Tuhanmu. Fokus pada tujuan, yang bingung tujuannya apa? Buat goals untuk masa depanmu. Tidak ada kata terlambat untuk orang yang mau berusaha memperbaikinya. Use your valuable time for future.


Artikel Terkait