Lebanon identik dengan harakatul muqawamah (kelompok perlawanan) Hezbollah pimpinan Hassan Nasrullooh yang getol melakukan perlawanan terhadap Israel. Tampak demokratis, dengan keanekaragamannya, Lebanon bersistem politik khusus, yang konfesionalisme, yaitu membagi-bagi kekuasaan di antara aliran-aliran agama yang berbeda-beda.

Seperti yang terlihat pada perjanjian politik tahun 1943, kekuatan politik dibagi di antara kelompok-kelompok agama yang dominan di Lebanon — seorang Muslim Sunni menjabat sebagai perdana menteri, seorang Kristen Maronit sebagai presiden, dan seorang Muslim Syiah sebagai ketua parlemen.

Jadi, tak perlu juga terperanjat jika menemui tampilan seksi pendukung Hezbollah yang memamerkan kecantikan dan buah dadanya. Termasuk salah satunya, diva pop Lebanon, Haifa Wehbe, yang payudaranya bisa menjerat dalam sebuah skandal pemimpin Muslim Hezbollah yang konservatif itu, Hassan Nasrallah.

Sebagai simbol seks paling terkenal di dunia Arab, Haifa sering memuji peran Nasrallah dalam perang Juli-Agustus antara Hezbollah melawan Israel. Hezbollah tentunya bukan saja hanya ingin menjadi tentara Tuhan dan kelompok militan. Namun, lebih dalam lagi agar nikmat di dunia dengan menjadikan dirinya sebagai partai politik, Partai Alloh (hizbullah). 

Ketika sudah berbicara politik, tentunya boobs (buah dada) dan booms (suara ledakan) menjadi santapan sehari-hari. Sebagaimana terkait akar kata "Lebanon" yang Lubnan, Lebnen, yang berarti putih dan susu.

Kenyataannya, Hezbollah telah menjelma menjadi struktur ekonomi alternatif yang mampu memberdayakan wanita. Sudah menjadi tradisi bahwa seorang para gadis di komunitas Hezbollah wajib dibesarkan di sekolah Mahdi atau Al-Mustafa (sekolah khas Hezbollah). 

Alternatif ekonomis strategis yang sekaligus pengekangan ini, diharapkan wanita-wanita tersebut mampu bekerja di institusi Hezbollah, menikahi pejuang Hezbollah, dan mempromosikan nilai-nilai Hezbollah baik di luar maupun di dalam keluarganya. Hezbollah paham bahwa wanita yang disiplin dan berkomitmen dapat menghasilkan pejuang yang disiplin dan berkomitmen. Ini adalah sistem yang mereproduksi dirinya sendiri secara fisik.

Bukan hanya itu, Hezbollah telah berhasil mengubah aturan pernikahan temporer melalui fatwa, agar lebih mudah dan lebih terjangkau. Fatwa juga dikeluarkan yang memungkinkan pria menikah untuk mempraktikkan pernikahan mut'ah. Wanita adalah masalah internal utama dalam tubuh Hezbollah. Termasuk masalah menunda pernikahan untuk pria muda dan pernikahan sementara untuk para janda.

The Women of Hezbollah, film yang disutradara Maher Abi-Samra, adalah salah satu potret perempuan di Lebanon, khususnya dalam kekuasaan Hezbollah. Dengan setting tahun 1950-an mampu menampilkan kekuatan dan peran perempuan Lebanon dalam mendukung benteng Hezbollah, peristiwa ekonomi dan politik yang membawa Hezbollah ke tampuk kekuasaan. 

Pemberdayaan wanita di Lebanon juga diteliti oleh Dr. Hilal Khashan, profesor studi politik di American University of Beirut (AUB), bahwa keistimewaan unik wanita yang tidak berjilbab dalam sebuah partai akan membantu membuat protes terlihat seperti gerakan nasional daripada gerakan sektarian.

Apa hubugan boobs (payudara) dengan booms (suara ledakan)? Termasuk kasus ledakan dahsyat yang terjadi di Ibu Kota Lebanon, Beirut pada Selasa, 20 Agustus 2020 kemarin yang juga turut menyeret nama Israel?

Sudah dipahami bahwa Hezbollah menjelma menjadi kekuatan “negara di dalam negara” (state within state) yang sudah biasa terjadi di negara-negara Timur Tengah yang doyan konflik-konflik perbatasan telah lama membudaya. 

Hezbollah secara terbuka mengonfirmasi keterlibatannya dalam Perang Saudara Suriah pada 2013, bergabung dengan Iran dan Rusia dalam mendukung pemerintah Suriah melawan sebagian besar kelompok pemberontak. 

Sekretaris Jenderal Hezbollah Lebanon, Hassan Nasrallah, menjelaskan dalam pidato tahun 2016 bahwa terjadi sebuah "ledakan nuklir" yang bisa saja meledak di Israel. Skenario ledakan itu deskripsinya sangat cocok dengan ledakan Beirut, yang justru mengguncang Lebanon sendiri pada beberapa hari kemarin. 

Tentunya berhubungan dengan peran boobs (payudara) dan Deep state yang juga dikenal sebagai state in a state, (negara dalam negara) sebagaimana tersebut di atas. Deep state adalah jenis pemerintahan yang terdiri dari jaringan kekuasaan yang beroperasi secara independen dari kepemimpinan politik negara untuk mengejar agenda dan tujuan mereka masing-masing. 

Dalam penggunaan populer, istilah tersebut membawa konteks yang sangat negatif meskipun ini tidak mencerminkan pemahaman ilmiah. Jauh dari pengertian minimal state yang didengungkan oleh neoliberal. 

Sumber potensial negara dalam negara seperti angkatan bersenjata atau otoritas publik (badan intelijen, polisi, polisi rahasia, badan administratif, dan birokrasi pemerintah) belum mencukupi dalam menjalankan konsep minimal state yang dimaksud oleh neoliberal. Pemahaman mereka masih di level Quasi-State ala Afghanistan, yang menjadi ajang perebutan para warlord (panglima perang sektarian).

Atmosfer ini dapat dilihat dari kutipan Sekjen Hezbollah, Hassan Nasrullah dari Al-Arabiyah:

"Bom nuklir yang saya bicarakan adalah ketika beberapa rudal kami jatuh di gudang amonium di pelabuhan Haifa, yang akan mengarah pada efek yang sama seperti bom nuklir". 

"Ketika rudal jatuh di gudang, di daerah dengan populasi 800.000, puluhan ribu akan mati," tambahnya.

Ah, ada-ada saja!