Hidup memang bukan selalu berisi tentang sesuatu yang di inginkan, melainkan ada sebuah hal yang selalu menjadi pusat tujuan hidup. Kepergian seseorang dalam hidup kita tidak bisa dimaknai hanya dengan satu kata yaitu kehilangan, lebih dari itu yang di rasakan melainkan kita merasa kehilangan separuh hidup kita. Maka menguatkan merupakan suatu keharusan.

Saat jatuh cinta kita akan bertemu dengan dua pilihan yaitu bertahan atau melepaskan, ketika ingin bertahan tetapi sulit dan ingin melepaskan tidak bisa maka di situ lah hati kita di uji, saat kita sudah benar benar menyayangi seseorang dengan sepenuh hati tetapi orang tersebut hanya memberikan setengah hatinya pada kita, di situ kita merasakan kalau kita hanya sedang di permainkan dengan suatu keadaan yang sulit untuk di pilih.

Rasa ingin meninggalkan tapi tidak bisa hanya karna yang menyayanginya sepenuh hati, tidak hanya itu pergi juga adalah sebuah kata yang singkat untuk di ucapkan bukan hanya sekedar menjadi prinsip dalam hidup tetapi juga menjadi sebuah tantangan yang harus di lakukan.

Ketika kita di hadang kan dengan dua pilihan yaitu pergi atau tetap bertahan adalah langkah yang paling sulit untuk mengambil keputusan itu karena hati dan pikiran tidak bekerja sama dalam memikirkan hal tersebut, ketika harus bertahan tetapi juga ingin meninggal kan itu memang sulit, harus membayangkan hal hal membuat kita merasa tenang dan bahagia selama tetap bertahan, jika memang pergi meninggalkannya apa yang akan terjadi ke depannya tidak akan menjamin sebuah kebahagiaan yang sama.

Kadang kita dipertemukan begitu saja dengan seseorang yang tidak pernah kita kenal, dan menjadi begitu dekat setelah itu di pisah kan dengan cara yang mendadak. Tapi apakah mungkin cinta terpisah dari luka? itu seperti kamu mengharapkan pertemuan tanpa ada perpisahan, ibarat mendamba kan pagi tanpa kedatangan petang.

Meninggalkan apa yang masih menjadi bagian dalam hati kita bukanlah hal yang mudah apalagi masih sangat mencintai dan menyayanginya dengan sepenuh hati itu mungkin bisa di anggap sebagai hal yang mustahil untuk di lakukan.

Rasa yang pernah ada di dalamnya itu tidak mungkin bisa hilang hanya karna 1 kesalahan yang di lakukannya, dengan lamanya waktu saat kita bersama itu tidak akan mudah untuk meninggalnya.

Tetapi ada banyak suatu kesalahan yang membuat kita merasa tidak di anggap penting oleh dia yang kita cintai, karena dia yang sudah memiliki orang lain untuk menggantikan posisi kita di hatinya. Mungkin memang pergi meninggalkan adalah keputusan terbaik dalam sebuah hubungan yang kurang memiliki kepercayaan bukan hanya karna kita tidak ingin mempertahan kan melainkan ada beberapa penyebab dalam rusaknya sebuah hubungan.

Merelakan kepergian seseorang bukanlah hal yang mudah, apa lagi orang tersebut benar-benar pernah menjadi bagian yang terpenting dalam hidup kita, matahari pernah mengajar kita bahwa setiap pertemuan yang hangat terdapat sebuah perpisahan yang indah.

Dalam suatu hubungan tidak selalu selamanya manis dan hangat, tetapi ada masanya yang membuat kita berada pada rasa jenuh dan bosan dalam kebersamaan, tetapi segala rintangan itu harus selalu kuat di hadapi untuk mencapai kebahagiaan yang sempurna.

Berpisah dengan orang yang telah membuat hidup kita menjadi lebih berwarna memang sulit. Namun, bila tidak segera merelakan justru akan semakin terluka. Memang tidak mudah tetapi harus segera di lakukan karna memperlambat waktu untuk melupakan seseorang bukanlah hak baik.

Pernahkah kalian merasakan begitu mencintai seseorang tetapi kalian juga harus melepaskan seseorang tersebut hanya karna hubungan kalian tidak direstui oleh orang tuanya? Di situ lah kita di uji dengan sebuah keseriusan yang akan kita lalui, di mana kita harus memilih pergi atau tetap bertahan dengan melalui banyak nya cobaan.

Jadilah seperti lilin yang senantiasa menyala dan menerangi walau akhirnya dia tau bahwa dia akan mati, sosok yang bersedia berkorban untuk kita walau ia tau ia kan mempertaruhkan jiwa raga miliknya, hanya karena suatu hubungan berakhir bukan berarti kita berhenti bukan berarti kita juga berhenti dalam mencintai.

Perpisahan pastilah selalu menyakitkan, tetapi itu adalah suatu hal kewajaran dalam diri manusia, tetap yakinlah bahwa selalu ada rencana yang indah di balik semua itu. Bagaikan ikan di lautan yang tidak ikut asin karna hidup di air laut, kita juga harus tetap semangat, istiqomah bersyukur dan bersabar jangan terpengaruh dengan keadaan yang membuat kita merasa gagal dan melupakan.

Dan jangan pernah menyesali kepergian seseorang yang berarti bagi kita, ingatlah bahwa kita juga memiliki hidup yang jauh lebih berarti, kita tidak harus menyesal karna kehilangan dia, seharusnya kita yang membuat dia menyesal dengan cara memiliki kehidupan yang lebih baik dan bahagia meskipun dalam keadaan sedang terluka, ingatlah semakin bahagianya kita semakin terlukanya masa lalu.