Covid 19 adalah nama virus yang sudah tidak asing lagi ditelinga dunia. Akibat yang ditimbulkan covid 19 atau coronavirus inilah yang membuat dunia akan selalu mengingat tentang betapa pentingnya anugrah kesehatan yang telah Allah SWT berikan kepada makhluk-Nya.

Segala sisi kehidupan ikut merasakan efek dari munculnya covid 19. Mulai dari aspek kesehatan,pendidikan,sampai pada aspek perekonomian. Jika disinggung dari aspek kesehatan tentunya banyak sekali kegiatan yang mengharuskan untuk menjaga stamina tubuh tetap stabil agar covid 19 tidak mudah menginfeksi tubuh. Hal ini pun menjadi pertimbangan dalam kasus MUDIK tahun 2021 saat ini.

Seiring dengan berjalannya waktu pun sama dengan seiring menyebar luasnya covid 19 di Negara-negara dunia termasuk Negara Indonesia, semakin hari semakin meningkat angka kematian yang terjadi. Pemerintah dengan segala upaya ingin memutus rantai penyebaran covid 19 yang sudah merajalela di negara Asia khususnya negara Republik Indonesia tercinta ini. Dengan itu,pemerintah resmi melakukan larangan mudik tahun 2021 dimulai dari tanggal 7-16 mei 2021.

Satuan Tugas (Satgas) penanganan covid 19 telah menerbitkan Surat Edaran (SE) kepala satgas Penanganan Covid-19 No.13/2021 tentang peniadaan mudik pada bulan ramadhan dan hari raya idul fitri 1442/2021 selama 6 mei 2021-17 mei 2021.

Kedudukan Covid 19 atau coronavirus di Indonesia

Membahas covid 19 mungkin membutuhkan banyak kata untuk diuraikan sebab peristiwa-peristiwa yang timbul membuat masyarakat kaget,hingga akhirnya sekarang sudah mulai terbiasa dengan kehidupan ala zaman Covid 19.

Covid 19 merupakan wabah yang kononnya berawal dari negara China,namun pada akhirnya seluruh dunia juga ikut digegerkan dengan datangnya wabah ini. Seluruh aktivitas mulai diberhentikan yakni, sekolah diliburkan,pekerjaan pun diliburkan. Supaya penyebaran virus ini tidak meluas seluas-luasnya.

Akibatnya,semua bidang kehidupan di Indonesia menjadi tidak efektif bahkan,yang paling tampak adalah perekonomian di Indonesia menjadi turun drastis. Masyarakat yang awalnya bekerja menjadi tidak bekerja atau yang bekerja tetap bekerja akan tetapi,penghasilan yang didapat tidak sebanyak yang didapat sebelum pandemi ini.

Dan bagi mereka yang belum bisa menguasai teknologi, justru sangat sulit sekali melakukan aktivitasnya, yakni lebih sulit dari yang bisa menguasai teknologi sebab satu-satunya jalan keluar di masa pandemic saat ini adalah teknologi.

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) bahwa Covid 19 merupakan nama resmi untuk coronavirus yang pertama kali diidentifikasi di China pada 31 Desember 2019 lalu. “Co” berarti corona, “vi” untuk virus, dan “d” untuk disease (penyakit), dilansir dari laman web health.detik.com.

Virus ini membuat orang di seluruh dunia menjadi takut untuk terjangkit karena dapat menghilangkan nyawa seseorang dengan cepat bahkan tanpa disadari sebelumnya. Angka kematian terus menerus  meningkat setiap waktunya

 

Larangan mudik 2021 oleh pemerintah

Sejak covid 19 hadir di negara Indonesia tahun 2020 kemarin sampai saat ini. Pemerintah langsung meresponnya dengan meliburkan semua kegiatan yang ada di Indonesia, supaya aktifitas berkerumun mengurang, pun virus yang dibawa masing-masing personil.

Hal yang sama dilakukan pemerintah yaitu melarang mudik tahun 2021 pada tanggal 6-17 mei 2021. Pemerintah berusaha membuat normal kembali Indonesia. Harapannya dengan larangan mudik ini,Indonesia bisa meminimalisir angka kematian yang sebagaimana diatas. Dengan menempati posisi tertinggi ke 4 se Asia, Indonesia mendapatkan tantangan.

Mengutip dari beberapa sumber yang ada dikatakan bahwa, keberlakuan larangan mudik tersebut untuk seluruh ASN, TNI, Polri, BUMN, karyawan swasta, maupun pekerja mandiri, dan seluruh masyarakat Indonesia pun berlaku bagi moda transportasi darat, kereta api, laut, dan udara lintas kota/kabupaten/provinsi/negara. Aturan detail terkait hal ini dituangkan dalam Surat Edaran Satuan Tugas (Satgas) Penanganan vid-19 Nomor 13 Tahun 2021.

Namun ada pengecualian larangan mudik tersebut seperti masyarakat yang mengalami keadaan mendesak,misalnya, kunjungan keluarga sakit, kunjungan duka anggota keluarga meninggal,ibu melahirkan yang hanya boleh didampingi maksimal 2 orang dari keluarganya dan lain-lain. Walau begitu, semua harus tetap memenuhi syarat-syarat yang lain yaitu membaca hasil test yang menunjukkan bahwa dirinya negative covid 19 serta mematuhi protocol kesehatan.

Segala upaya dilakukan pemerintah  untuk kebaikan bumi Indonesia. Larangan mudik tahun 2021 dimana juga terjadi di tahun sebelumnya merupakan pembuktian pemerintah terhadap rakyat Indonesia. Pemerintah peduli terhadap keselamatan jiwa-jiwa rakyat, dengan contoh konkretnya yaitu pemutusan rantai penyebaran covid 19 melalui cara melarang mudik tahun 2021.

Covid 19 menjadi fokus  larangan mudik 2021 

Protokol kesehatan memang telah berjalan di negara Indonesia sebagai upaya mencegah penyebaran covid 19 . Pada tahun 2020 rakyat Indonesia diharuskan memakai masker,social distancing,menghindari kerumunan selalu mencuci tangan dan pada tahun 2021 saat ini masyarakat harus divaksinasi serta tetap melaksanakan protokol kesehatan.

Berkehidupan serba virtual di Indonesia sudah menjadi tradisi sejak 1 tahun lalu. Covid 19 yang tak kunjung usai sampai hari ini,seolah-olah virus ini betah di tanah air Indonesia. Upaya demi upaya dilakukan guna mengusir virus ini. Sampai pada titik dimana,mudik pun juga harus dilarang.

Oleh karenanya,larangan mudik yang jatuh pada tanggal 6-17 mei 2021 ini menunjukkan bagaimana bentuk perlawanan  negara Indonesia terhadap coronavirus yang hampir memakan waktu 2 tahun menginap di negara Indonesia.

Sebagaimana dilihat dari data yang sudah disebutkan diatas bahwasanya pada tanggal 27 april kemarin Covid 19 telah melahirkan angka kematian sebesar  44.939 [+168 setiap harinya]. Ini bukan angka yang sedikit,maka dari itu pemerintah Indonesia ingin tidak menambah bahkan sangat ingin mengurangi angka kematian akibat covid 19 ini. Salah satu dengan melarang mudik terjadi di tahun 2021.

Larangan mudik yang akan diimplementasikan pada bulan mei ini,pastinya membuat rakyat merasa tidak setuju dengan keputusan yang dibuat oleh pemerintah. Pemerintah sudah sangat-sangat mengetahui bagaimana perasaan senang rakyat untuk bertemu dengan keluarganya saat mudik tiba . Namun apalah daya,keselamatan tetap yang utama dan pertemuan tatap muka secara fisik dengan seseorang menjadi hal yang sangat sensitif diera sekarang.

Akhir kata,larangan mudik itu ada karena adanya coronavirus alias covid 19. Jika covid 19 tidak ada maka larangan mudik menjadi ada. Oleh karenanya,mari bersama-sama mendukung pemerintah dengan cara mentaati peraturan demi peraturan seperti larangan mudik tahun 2021 ini.